
“Lalu apa jika bukan pengecut sifat seperti itu. Sifat tidak mau mengakui bahwa kau menyukai nya dan hanya menganggap nya teman.” Ucap Freya.
“Aku mencintai nya kak. Aku ingin dia jadi istriku. Hanya dia saja. Aku juga sedang berusaha untuk mendapatkan restu ibu. Aku mohon jangan perkeruh hubungan kami dengan hal ini. aku mohon padamu kak. Aku menyayangimu.” Ucap Mark akhirnya mengakui perasaan nya itu di hadapan Freya.
Freya pun tersenyum mendengar pengakuan adik nya itu, “Wina, sekarang apa perasaanmu kepada adikku ini?” tanya Freya menatap Wina yang menunduk.
“Kau bisa mengatakan apapun kata hatimu. Apapu yang di ingin oleh hatimu. Tidak ada yang akan protes dengan keputusanmu. Jika kau ingin menolak nya maka katakan saja. Jangan hanya karena mempertimbangkan perasaanku kau mengorbankan keinginanku. Aku berada di pihakmu. Ingat pernikahan itu hanya sekali dalam seumur hidup. Sekali kau memutuskan untuk hidup bersama siapa maka selama nya kau akan hidup bersama nya baik susah maupun tidak. Jadi pikikan baik-baik sebelum mengambil keputusan. Yakinkan bahwa itu keputusan terbaik yang kau ambil.” Ujar Freya.
Wina yang mendengar itu pun segera mengangkat kepala nya dan menatap Freya lalu menatap Mark sekilas, “Aku juga mencintai Mark kak.” Jawab Wina. Mark yang mendengar itu pun tersenyum.
“Kau yakin? Kau yakin tidak salah memilih?” tanya Freya.
Wina mengangguk yakin, “Tidak kak.” Jawab Wina.
Freya pun menganggukkan kepala nya, “Hum, seperti nya kau boleh juga adik kecilku. Kini kalian sudah memutuskan aku sudah mendengar bahwa kalian saling mencintai satu sama lain. Jadi sekarang aku akan bertanya bagaimana dengan restu kalian, terutama restu dari aunty.” Ucap Freya.
“Kami akan berusaha sama-sama untuk mendapatkan restu ibu kak.” Jawab Mark.
“Bagaimana jika setelah berusaha mendapat restu tetap saja aunty tidak setuju?” tanya Freya.
“Aku yakin ibu pasti setuju walaupun harus banyak pengorbanan akan kami lakukan.” Ucap Mark.
Freya pun kembali menganggukkan kepala nya dan dia tersenyum, “Lalu bagaimana denganmu Wina? Apa kau akan menunggu sampai restu itu kalian dapatkan?” tanya Freya.
“Iya kak. Aku akan menunggu. Kami tidak akan menikah tanpa restu salah satu dari orang tua kami.” jawab Wina.
“Aku suka jawabanmu itu Wina. Baiklah kalian lolos. Aku sudah lelah memainkan sandiwara ini.” ucap Freya lalu menyandarkan tubuh nya di sandaran sofa.
“Apa maksudmu kak? Sandiwara apa?” tanya Mark heran mendengar ucapan kakak nya itu.
“Kau cari tahu sendiri apa maksud nya.” Ucap Freya.
“Dasar anak nakal.” Ucap Aunty Alvi
“Ibu!” panggil Mark kepada ibu nya itu yang tiba-tiba saja sudah berada di sini.
“Ouh kau masih ingat punya ibu rupa nya. Kenapa kau tidak pulang juga dan terus saja sembunyi di sini.” Ucap Aunty Alvi.
“Itu salah ibu sendiri yang tidak merestui aku dan Wina.” Ucap Mark sambil mengelus telinga nya yang memerah.
“Bagaimana mungkin aku tidak merestuimu dengan gadis sebaik Wina. Aku ini bukan ibu yang jahat yang akan jadi penghalang jodoh anak-anak nya.” Ucap Aunty Alvi.
Aunty Alvi pun mendekati Wina dan memeluk gadis itu, “Calon mantuku.” Ucap aunty Alvi.
“Apa maksud nya ini ibu, ayah, kak. Kenapa aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi di sini. Bisa ada yang jelaskan padaku apa yang sedang terjadi. Sandiwara macam apa ini?” tanya Mark pusing tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini di hadapan nya itu.
“Maka nya jangan bodoh dan jangan jadi pengecut sehingga tidak bisa mengerti apa yang ibu katakan.” Ucap aunty Alvi menatap putra nya itu tajam.
“Ibu itu hanya kaget tiba-tiba saja kau saat makan malam dan mengatakan akan menikah tapi tidak pernah mengenalkan siapa gadis yang akan kau nikahi.” Ucap aunty Alvi.
__ADS_1
“Lalu kenapa ibu mengusirku saat itu?” tanya Mark.
“Yah karena ibu ingin kau mengenalkan calon menantu ibu itu ke hadapan ibu sendiri.” Jawab aunty Alvi.
“Wina, terima kasih sudah menerima putra pengecutku itu. Jika aku dan Freya tidak menciptakan sandiwara ini maka mungkin dia tidak akan mengakui memiliki perasaan kepadamu.” Ucap aunty Alvi.
“Memang pengakuan cinta itu tidak di butuhkan saat saling percaya satu sama lain tapi tetap saja itu penting.” ucap aunty Alvi.
“Jadi kapan aunty akan melamar Wina?” tanya Freya mengalihkan pembicaraan.
“Secepat nya.” Jawab aunty Alvi.
“Aku akan jadi pihak wanita aunty.” Ujar Freya.
“Hum, aku tahu itu.” jawab aunty Alvi.
Lalu setelah perbincangan itu pun. Aunty Alvi dan uncle Rocky segera melamar alakadar nya dulu kepada bi Wati selalu ibu nya Wina sore itu sebagai tanda bahwa Wina adalah calon menantu nya. Lalu setelah itu di sepakati juga bahwa lamaran resmi akan di lakukan seminggu lagi di kediaman Freya dan Alvino ini.
***
Singkat cerita, kini sudah seminggu kemudian dan lamaran Mark dan Wina pun segera di laksanakan dengan megah dan mewah tidak kalah mewah dari lamaran Friska dan Frisya.
Semua keluarga hadir pada lamaran kali ini. Semua hadir dengan keluarga kecil masing-masing. Acara lamaran Mark dan Wina itu pun berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun. Kini Mark dan Wina dengan status bertunangan. Lalu setelah itu di sepakati juga bahwa pernikahan akan di laksanakan dua minggu lagi tetap di kediaman Freya dan Alvino sebagai tempat akad nya dan untuk resepsi nya di gedung yang sama sebagai gedung pesta pernikahan pasangan Rezky dan Friska, Fazar dan Frisya, dan Kenzo dan Irma. Ohiya satu lagi gedung sama juga sebagai tempat pernikahan Freya dan Alvino.
Dua minggu berjalan dengan sangat cepat, kini tidak terasa sudah hari H untuk hari pernikahan Mark dan Wina. Semua orang di kediaman Freya dan Alvino itu sibuk untuk akad pukul sembilan nanti. Freya dan Alvino menepati janji mereka sebagai pihak perempuan. Walaupun Mark adalah adik bagi Freya bahkan bisa di katakan adik kesayangan karena memiliki julukan sendiri tapi tetap saja bagi Freya Wina juga adik nya. Dia lebih memilih berada di pihak Wina dari pada di pihak Mark.
Alvino dan Freya segera menyambut kedatangan mempelai laki-laki. Bi Wati segera menyambut kedatangan calon mantu nya itu. Setelah itu keluarga mempelai laki-laki segera di persilahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Sementara Alvino segera mengandeng Mark menuju meja akad di sana sudah penghulu yang juga duduk di sana.
Mark segera duduk di hadapan penghulu yang akan menikahkan nya hari ini karena memang ayah nya Wina sudah meninggal jadi wali nikah nya di serahkan kepada wali hakim. Proses itu sudah di laksanakan.
Semua orang sudah siap untuk akad itu. Penghulu pun segera menikahkan Mark dan Wina itu. Penghulu yang berlaku sebagai wali hakim segera menikahkan mereka dan tidak lama setelah itu dengar kata sah juga dari tamu undangan. Akhirnya Mark dan Wina pun resmi jadi pasangan suami istri.
Tidak lama Wina segera di bawa ke pelaminan dengan di apit oleh Friska dan Frisya di samping nya. Friska dan Frisya pun segera menyerahakan tangan Wina itu kepada suami nya.
“Jaga dengan baik istrimu ini adik kecil.” Ucap Friska tersenyum sebelum dia dan Frisya meninggalkan meja akad itu.
Mark pun tersenyum menyambut kedatangan istri nya lalu dia segera membaca doa dengan tangan nya berada di kepala Wina. Wina pun mengaminkan doa suami nya itu. Setelah itu Mark segera mengecup kening Wina gadis yang sejak kecil sudah dia kenal dan hubungan mereka di awali dengan perdebatan dan kini hubungan itu berakhir dengan pasangan suami istri yang saling berjanji untuk mengikat janji suci bersama dan mengemban tanggung jawab sebagai pasangan suami istri yang akan saling bekerja sama untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah yang di ridhoi oleh Allah swt.
Wina segera menyalami tangan suami nya itu dan mencium punggung tangan suami nya itu dengan lembut dan penuh hormat.
Setelah itu mereka pun segera bertukar cincin nikah dan menandatangani surat nikah mereka. Setelah itu tentu saja cara selanjut nya sudah bisa di tebak. Yah foto bersama yang tidak boleh di lupakan dalam setiap pernikahan karena itu sangat penting untuk pengabadian momen seumur hidup yang nanti nya berguna untuk di kenang dan di lihat bersama anak dan cucu nanti.
“Ahh akhirnya adik kecil kita menikah juga.” Ucap Kiana tersenyum.
“Ee’ehh masih ada kak adik kecil kita yang sesungguh nya belum menikah.” Ucap Friska melirik ke arah Clemira.
“Jangan melirikku kak Ris. Aku belum ingin menikah. Umurku masih muda dan bahkan belum lulus kuliah. Aku mau mencari kerja dulu dan menghasilkan uang yang banyak baru menikah. Aku akan cari suami yang kaya seperti suami kalian agar aku bisa foya-foya dengan uang yang ku hasilkan sendiri karena biaya rumah suamiku yang menanggung nya.” Ucap Clemira.
“Seperti nya impian itu akan terwujud dek. Lihat lah ke sana. Pak polisi muda itu melihat ke arah sini dari tadi dan seperti nya itu mengarah pada adik kecil itu. Karena tidak mungkin itu kami. Kami ini sudah emak anak dua.” Timpal Frisya.
__ADS_1
“Tapi masih cantik sayang. Kamu masih cantik dan bisa membuat laki-laki di luaran sana tergoda.” Bisik Fazar.
“Ck, kakak ipar Fazar kau sangat posesif sekali. Membuatku ingin lari ke Mars saja karena kalian menunjukkan keromantisan di hadapanku. Mana di depan sana juga sama romantis nya. Kasihan nya aku.” Ucap Clemira mengelus dada nya itu.
Apa yang di lakukan Clemira itu membuat para kakak nya tertawa, “Maka nya cepat lah menikah. Seru tahu menikah. Ada teman berbagi cerita. Pokok nya kita tidak akan kesepian lagi.” Ucap Friska kepada adik nya itu.
“Ck, kak Ris jangan menggodaku. Kalau aku jadi pengen menikah bagaimana? Siapa yang akan tanggung jawab.” Ucap Clemira.
“Ya tentu saja bukan kami.” Jawab Kiana di susul tawa yang lain.
“Ck, kalian menyebalkan. Mentang-mentang sudah punya pasangan sendiri kalian membully ku karena aku single.” Ujar Clemira.
“Hehehehh, maaf dek. Lagian seru juga tahu menggoda orang yang belum menikah. Sangt seru.” Ucap Frisya.
“Itu mah andalanmu Risya. Kau suka sekali menggoda saudaramu.” Timpal Kenzo.
Frisya pun hanya tertawa, “Aku pergi aja ahh. Malas gabung saja kalian. Gak asyik. Aku mau cari jodoh dulu.” Ucap Clemira lalu segera meninggalkan perkumpulan para kakak nya itu.
“Gak usah di cari dek. Dia akan datang sendiri. Kamu aja seperti nya udah di tandai.” Goda Kiana.
“Kak Kia jangan ikutan menyebalkan seperti kak Ris dan kak Risya.” Ucap Clemira menuju tempat di mana minuman berada.
“Polisi itu menyukai nya tapi seperti nya Clemira masih kesal pada nya karena di tangkap saat membawa mobil kakak.” Ucap Friska.
“Iya kau benar. Polisi itu memang menyukai nya. Sejak tadi pandangan nya itu ke arah sini. Tapi lihat lah ini pandangan nya pun berubah ke arah Clemira berada.” Timpal Kiana.
“Seperti nya kisah cinta yang di awali dari perdebatan dan pertengkaran akan berlanjut jadi season dua.” Ucap Frisya.
“Kalian ini sedang membicarakan apa sih para istri?” tanya Rezky yang baru datang karena dari buang air.
“Tuh!” tunjuk Friska ke arah Clemira dan Alendra yang seperti berjalan mendekati Clemira.
“Dia berjalan mendekati Clemira.” Ucap Kiana.
“Mari kita lihat apa yang terjadi.” Ucap Frisya.
Mereka lebih memperhatikan Clemira dan Alendra dari pada pernikahan Mark dan Wina yang di atas sana sedang mengadakan pengambilan foto bersama para tamu.
Di sisi Clemira, dia segera mengambil jus yang ada di meja dan mencari tempat duduk dan segera menikmati minuman nya itu di sana dengan tenang.
Hingga ketenangan nya itu hanya berlanjut dua menitan saja karena tiba-tiba orang yang membuat mood nya buruk sudah ada di depan nya.
“Bisa saya duduk di sini?” izin Alendra menunjuk kursi di samping Clemira.
“Duduk lah. Tempat ini milik umum kok. Siapa saja bisa duduk. Gak usah sok ramah dan bertanya seperti itu. Kita tidak dekat.” Ucap Clemira lalu menyeruput jus nya.
Setelah habis dia pun segera meletakkan jus itu di meja dan berdiri segera meninggalkan Alendra di sana.
“Menarik!”
__ADS_1