Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
141


__ADS_3

Kini semua keluarga besar Kenzo sudah siap untuk berangkat ke kediaman keluarga mempelai wanita. Semua hadir tidak ada yang tertinggal. Semua sudah bersiap di mobil masing-masing. Seluruh keluarga Freya dan Alvino memang selalu hadir untuk acara seperti ini. Bahkan Rezky dan Fazar juga ikut dalam rombongan itu padahal mereka belum resmi bergabung dalam keluarga itu.


“Aku mau ikut mobil mami Friska aja.” Ucap Azlan menatap aunty dan unclenya itu.


“Hmm, aku juga ikut mami Friska juga.” Timpal Azlen.


Friska yang mendengar itu segera menatap Rezky untuk meminta izin karena dia memang tidak memakai mobilnya dan ikut bersama calon suaminya itu.


“Gak boleh yaa pih?” tanya Azlan menatap Rezky.


Rezky yang mendengar Azlan memanggilnya papi itu tersenyum, “Hmm, tentu saja boleh dong. Ayo kembar masuk ke mobil papi.” Ucap Rezky segera membukakan pintu mobilnya untuk Azlan dan Azlen.


Azlan pun tersenyum dengan riang lalu segera masuk sementara Azlen seperti biasa selalu saja dengan ekpresi datarnya segera masuk juga ke mobil, “Terima kasih.” Ujar Azlen datar saat Rezky menutup pintu mobil.


Rezky tersenyum lalu membukakan pintu untuk calon istrinya, “Sayang, keponakanmu itu sangat dingin.” Ucap Rezky lirih karena takut jika Azlen mendengarnya.


Friska yang mendengar itu pun tersenyum, “Dia memang kulkas.” Balas Friska.


“Aku mau ikut mama Kia dan papa Zean aja. Boleh ya bun?” pinta Azwa menatap Freya lalu beralih menatap Kiana dan Zean yang hendak masuk ke mobil mereka.


“Coba tanya sama papa Zean dan mama Kia apa mereka mau Azwa ikut?” ujar Freya.


“Mama Kia!” panggil Azwa.


“Tentu boleh sayang.” ucap Zean lalu segera menggendong Azwa itu ke dalam gendongannya lalu segera dia dudukan di kursi mobil.


“Terima kasih papa Zean.” Ujar Azwa senang. Freya dan Kiana yang melihat itu pun hanya saling memandang dan tersenyum. Kiana tahu bahwa suaminya itu tidak mungkin menolak permintaan Azwa karena Zean ingin memiliki putri seperti Azwa.


“Sayang, ayo masuk!” ucap Zean mempersilahkan istrinya itu masuk. Kiana pun segera masuk dan duduk di samping keponakannya itu.

__ADS_1


Freya yang melihat ketiga anaknya sudah naik ke mobil adik-adiknya segera menatap kedua anaknya, “Kalian mau ikut siapa nak?” tanya Freya.


“Kami ikut mobil ayah sama bunda aja.” Ujar Anand di angguki Anind.


Freya pun tersenyum lalu segera meminta kedua buah hatinya itu masuk mobil sementara dirinya memastikan semuanya sudah siap atau belum. Selain itu juga dia masih menunggu sang suami. Tidak lama Alvino keluar dengan mengganti jam tangannya agar couple dengan sang istri.


“Hmm, anak kita yang lain mana sayang?” tanya Alvino saat tidak mendapati ketiga anaknya yang lain.


“Mereka ikut Kia dan Friska.” Jawab Freya lalu segera masuk ke mobil.


Alvino pun mengangguk lalu segera masuk ke mobil dan segera menyusul mobil yang sudah lebih dulu berangkat. Freya dan Alvino adalah mobil paling akhir yang berangkat.


Jika di mobil pasangan Friska Rezky dan Kiana Zean, anak-anak Freya dan Alvino yang ikut mereka lain halnya dengan mobil Frisya dan Fazar yang justru di tempati oleh Mark, Clemira dan Wina.


“Kak Risya seperti apa itu calonnya kak Kenzo?” tanya Clemira.


“Hmm, emang kamu belum ketemu dengan Irma?” tanya Frisya balik.


“Cantik kok. Baik juga. Jika kau ingin kenalan dengannya kita akan kenalan nanti. Dia itu akan menjadi kakak ipar kita. Yah walaupun aku yang lebih tua dari Irma tapi aku akan tetap memanggilnya kakak ipar nanti karena dia akan menjadi istri dari kak Kenzo.” ucap Frisya.


“Yah dia memang cantik. Tapi kan aku dengar dia itu anak tunggal kak juga berasal dari keluarga kaya. Apa dia tidak sombong. Apa dia tidak akan merendahkan kak Kenzo?” tanya Clemira.


Frisya tersenyum mendengar hal itu, “Kakak tahu apa yang kau khawatirkan Clemira. Dia memang putri tunggal dan berasal dari keluarga kaya tapi dia tidak sombong. Percayalah jika kau mengenalnya nanti maka dia orang yang berbeda.” Ucap Frisya.


“Gak semua anak tunggal kaya raya itu sombong Cle. Lihat saja kakak ipar Vino. Dia tidak sombong sama sekali kan. Jangan samakan dengan tokoh novel yang kau baca Cle.” Ucap Mark.


“Ish aku kan hanya mengkhawatirkan kak Kenzo.” timpal Clemira tidak mau di salahkan.


“Sudah jangan bertengkar.” Lerai Frisya.

__ADS_1


Fazar yang hanya diam saja mendengarkan itu tersenyum lalu menatap Frisya dari cermin yang ada di mobil karena Friska memang duduk di bangku kedua.


***


Sementara di kediaman Irma, kini Irma di kamarnya sudah selesai di rias tangannya dingin karena gugup. Mami Calista masuk ke kamar putrinya itu untuk memeriksa apa putrinya sudah siap atau belum. Mami Calista tersenyum melihat putrinya yang sangat cantik denga kebayanya. Kebaya pilihan Freya itu sangat cocok dan pas di tubuh putrinya seperti khusus memang di buah untuk Irma.


Mami Calista menatap putrinya itu dengan terharu, “Kau sangat cantik nak!” ucap mami Calista.


“Mami!” ucap Irma mengusap pipi maminya. Dia tahu bahwa maminya itu terharu.


“Mami gak menyangka sayang bahwa putri kecil mami akan di pinang hari ini.” ujar mami Calista menggengam tangan putrinya yang dingin. Dia mengerti pasti putrinya itu sangat gugup.


“Jangan gugup nak. Mami yakin semuanya akan berjalan lancar. Katakan saja apa yang kau rasakan. Gak usah terlalu menghafal teks. Bukankah kau akan menerima lamaran dari pria yang kau cintai. Jadi jangan gugup.” Ucap mami Calista.


Irma mengangguk, “Tapi aku justru semakin gugup mih.” Ujar Irma.


“Itu normal untuk setiap gadis yang akan di lamar dan akan menikah. Tapi kita harus bisa mengendalikannya. Bisa gugup tapi jangan sampai hal itu mengganggu acara kita. Jangan sampai kegugupan kita mengganggu momen.” Ucap mami Calista.


“Irma akan mengusahakannya mih. Tolong beri tips untuk Irma cara mengendalikan gugup.” Ujar Irma.


Mami Calista tersenyum mendengar ucapan putrinya itu, “Hmm, beristiqfar dan bersholawat saja sayang. Mami yakin gugupmu akan hilang.” Ucap mami Calista.


Irma pun mengangguk dan mulai mempraktekannya, “Ya sudah jika begitu mami tinggal dulu yaa. Mami mau siap-siap dulu menyambut mereka.” ujar mami Calista.


Irma menghentikan sholawatnya dan menatap mami Calista, “Apa mereka akan sampai mih?” tanya Irma hati-hati.


“Yah mungkin sepuluh menit lagi mereka tiba sayang. Nyonya Najwa sudah menghubungi mami sekitar lima belas menit lalu bahwa mereka sudah berangkat.” Jawab mami Calista.


Irma yang mendengar itu tegang, “Jangan tegang dan jangan gugup sayang. semuanya akan berjalan lancar.” Ucap mami Calista.

__ADS_1


Irma mengangguk dan kembali memfokuskan diri untuk mengendalikan kegugupannya karena dia juga tidak ingin acara rusak karena kegugupannya ini.


__ADS_2