
“Kak, kenapa mereka datang?” ucap Friska.
“Menurutmu mengapa mereka datang?” tanya Freya balik.
“Kak!” ucap Friska segera memeluk kakaknya itu.
“Kakak tahu perasaanmu tapi kita tetap menghargai tamu. Mereka sekeluarga sudah datang ke sini untuk menjengukmu. Kau bisa menyimpan kebencianmu itu dulu dengan rapat dan jangan tunjukkan kepada mereka. Cukup itu jadi masalahmu dengan Rezky.” Ucap Freya yang memang tahu apa yang terjadi semalam kepada adiknya ini dan Rezky. Tentu saja dia tahu dari putranya. Mereka memang tidak pernah menyembunyikan apapun dari bunda mereka itu. Selalu mengatakan apa yang mereka lakukan.
“Risya segera minta mereka masuk. Anak-anak kalian ikut mami Risya dulu yaa.” Ucap Freya kepada kelima anaknya yang langsung di angguki oleh kelimanya dan mereka segera ikut keluar mengikuti Frisya. Frisya hanya memberikan kode kepada kakak iparnya itu bahwa keluarga Rezky sudah bisa masuk.
Alvino pun segera mengajak mereka menjenguk Friska di kamarnya. Mami Jasmin dan Papi Harry melangkah mengikuti Alvino dan mami Sinta yang berjalan di depan. Sementara Rezky dia juga ikut dari belakang dengan langkah bimbang karena merasa bersalah dengan kejadian semalam. Dia tahu pasti kejadian semalam menambah sakit gadis itu. Dia menyesal telah mengambil tindakan gegabah itu. seandainya dia tidak melakukannya mungkin gadis itu gak sakit sekarang tapi jika dia juga tidak melakukannya maka gak akan tahu alasan dengan jelas kenapa gadis itu membencinya.
Mami Jasmin dan Papi Harry segera masuk ke dalam dan Mami Jasmin segera duduk di ranjang dekat Friska begitu melihat wajah gadis itu pucat terlihat dia memang sakit, “Mih!” ucap Friska menyalami mami Jasmin penuh hormat. Dia tidak menatap ke arah pria yang sedang berdiri dengan kakak iparnya di pintu.
“Kamu baik-baik saja kan nak? Bagaimana perasaanmu sekarang?” tanya mami Jasmin sambil menggenggam punggung tangan gadis yang sudah dia restui jadi menantunya itu tapi sayang sepertinya untuk membawa gadis itu menjadi menantunya masih panjang karena kesalahpahaman yang terjadi antar putranya dan gadis ini.
Friska tersenyum, “Saya baik-baik aja kok mih. Hanya kelelahan saja.” jawab Friska.
Mami Jasmin pun mengangguk lalu mengelus kepala yang di tutupi hijab itu dengan lembut. Sekitar sepuluh menit mereka di kamar Friska lalu segera keluar. Setelah itu mereka segera pamit pulang.
Freya dan Alvino pun segera pulang dari apartemen begitu siang. Tentunya dengan mengajak Friska ke rumah mereka karena pantang bagi Freya meninggalkan adiknya yang sedang sakit. Dia juga sudah menelpon orang tuanya bahwa sang adik sakit namun tidak perlu mengkhawatirkan apapun karena sang adik baik-baik saja hanya kelelahan. Sehingga mama Najwa dan papa Khabir pun tidak jadi datang. Selain itu juga Freya sudah mengatakan akan membawa dan merawat adiknya di rumahnya sehingga papa Khabir dan Mama Najwa tidak khawatir. Begitu tiba di rumah Friska segera di papah ke kamar yang memang biasa di tempati oleh adiknya itu jika menginap di rumah kakaknya itu.
__ADS_1
***
Sementara di kediaman Rezky kini dia bersama kedua orang tuanya sedang ada di ruang keluarga berdiskusi, “Bagaimana apa temanmu itu sudah bisa meretas CCTV-nya?” tanya mami Jasmin.
“Belum Mih. Semua itu butuh waktu tidak cepat seperti ini.” jawab Rezky.
“Mami tahu tapi kita juga tidak bisa menunda terlalu lama. Mami bisa melihat kebencian itu di matanya untukmu dan mami tidak suka melihat itu. Mami tidak bisa menunggu lama. Jika meretas CCTV butuh waktu lama. Kenapa kita tidak mencoba cara yang dilakukan oleh Alvino saat melamar Freya.” Ucap mami Jasmin.
“Maksud mami? Aku tidak setuju Mih. Aku ingin melamarnya setelah dia menerimaku. Akan terkesan memaksa jika aku melakukan itu. Kasusku dengan kak Vino berbeda Mih. Dalam hubungan kak Vino dan kak Freya tidak adalah kesalahpahaman yang terjadi antara keduanya. Kak Vino murni melamar gadis yang dia kagumi dan dia cintai kepada orang tuanya dengan cara kesatria. Sementara aku jika melakukan hal yang sama maka aku pengecut. Kisahku dan Friska berbeda dengan kisah kak Vino dan kak Freya. Walau aku sangat ingin melamarnya dan menjadikannya istriku tapi aku tidak akan melakukan itu Mih.” Ucap Rezky.
“Mami tahu apa maksudmu nak tapi kita juga tetap harus menyiapkan rencana cadangan. Kita bukan melamarnya hanya datang memberi tahu saja agar mendapat dukungan dari orang tuanya.” Ucap mami Jasmin.
“Perkataan mami benar nak. Papi setuju dengan ide mamimu. Kita datang bukan dengan tujuan melamar tapi hanya ingin mendapatkan dukungan saja.” ucap papi Harry.
Mami Jasmin dan Papi Harry pun diam, “Begini saja kami akan memberimu waktu lagi. Jika kau berubah pikiran dan siap melakukan rencana kami maka kau tinggal mengatakannya saja. Kami akan melakukannya untukmu.” Ucap papi Harry.
Rezky pun mengangguk lalu dia segera beranjak dari ruang keluarga dan menuju kamarnya menelpon Robi untuk melakukan sesuatu.
***
Sementara di rumah Zean dan Kiana kini pasangan suami istri itu sedang menikmati weekend mereka dengan menonton drama bersama sambil menikmati camilan. Kiana bersandar di lengan sang suami, “Sayang!” panggil Zean.
__ADS_1
“Emm,” jawab Kiana menatap suaminya.
“Apa kau tidak ingin melakukan resepsi pernikahan?” tanya Zean.
“Resepsi pernikahan? Aku ingin. Bagaimana denganmu suamiku?” tanya Kiana balik.
“Aku juga ingin. Aku ingin memperkenalkan istri cantikku ini ke semua orang.” Jawab Zean.
Kiana pun tersenyum, “Terus kita akan mengadakannya di mana?” tanya Kiana kemudian.
“Kau sukanya di mana? Aku ingin melakukannya di negaraku namun jika kau menginginkannya di sini maka kita akan melakukannya di sini. Sesuai keinginanmu saja.” ucap Zean.
Kiana tersenyum lagi lalu menyuapi suaminya itu dengan camilan, “Kita buat di Negara kakak saja. Akad pernikahan kan sudah di lakukan di sini. Walaupun di rumah sakit tapi kak Reya membuatnya seperti di hotel. Aku bangga memiliki kak Reya yang walaupun dadakan tapi dia tetap mewujudkan pernikahan yang indah untukku sehingga aku tidak merasa bahwa pernikahanku itu tidak terencana walau memamng kenyataannya begitu.” Ucap Kiana.
Zean tersenyum lalu memeluk istrinya itu erat, “Aku akan mewujudkan pernikahan impianmu. Kau bisa memilihnya sendiri sesuai keinginanmu. Kita akan melakukannya di Negaraku.” Ucap Zean.
Kiana pun mengangguk, “Kapan?” tanya Kiana.
“Secepatnya. Aku akan mengatakan kepada mommy dan daddy bahwa kita sudah siap untuk acara resepsi pernikahan kita. Karena sejujurnya mommy sama daddy sudah mempersiapkan resepsi untuk pernikahan kita sayang hanya saja aku baru mengatakannya kepadamu.” Ujar Zean.
Kiana yang mendengar itu kaget, “Sungguh?” tanya Kiana tidak percaya.
__ADS_1
Zean mengangguk lalu dia segera menelpon mommy-nya dan akhirnya Kiana bicara dengan ibu mertuanya itu yang memang saat ini sedang ada di butik untuk membicarakan terkait gaun pernikahan. Kiana hanya bisa menangis terharu melihat itu dan memeluk suaminya erat. Dia masih tidak menyangka memiliki keluarga baru yang menyayanginya.