Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
96


__ADS_3

Kenzo tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Irma, “Kenapa? Apa yang kamu rahasiakan dari identitasmu itu?” tanya Kenzo balik.


Irma yang mendengar pertanyaan balik Kenzo terdiam karena tidak menyangka akan mendapat pertanyaan balik seperti itu, “Ada apa? Apa memang kau menyembunyikan sesuatu?” ulang Kenzo tersenyum.


Irma menatap Kenzo lalu menggeleng, “Emang apa yang harus saya sembunyikan dari bapak. Saya tidak memiliki rahasia apapun yang harus di sembunyikan.” Ucap Irma gugup.


Kenzo tertawa mendengar jawaban yang di berikan Irma dengan nada gugup itu, “Hahahahh, Ya mungkin kau tidak memiliki rahasia apapun untuk di sembunyikan. Namun sepertinya turun 100 meter dari tempat tujuan yang di tuju juga itu bukan suatu rahasia.” Sindir Kenzo.


Irma yang mendengar ucapan Kenzo seketika terbelalak, “Anda pernah melihat saya?” tanya Irma.


“Hahahahh, kau lucu Irma. Kenapa kau sangat takut seperti apa saja. Saya memang pernah melihatmu turun sebelum tiba di kantor dan itu bukan hal yang besar untuk saya karena selain itu juga saya pernah melihatmu di suatu tempat. Saya gak tahu apa itu juga menjadi rahasiamu atau tidak. Tapi seperti perkataanmu tadi bahwa kau tidak memiliki rahasia apapun yang harus di sembunyikan dari semua orang saya rasa itu juga bukan hal penting yang harus menjadi sebuah rahasia. Tapi asal kau tahu saja Irma saya sudah tahu semua seluk beluk tentang dirimu. Kau mungkin mengatakan bahwa kau tidak memiliki rahasia apapun tapi tidak mungkin seseorang sampai menyembunyikan identitasnya sendiri jika tidak ada yang ingin dia sembunyikan dan rahasiakan dari orang lain.” Ujar Kenzo tanpa menatap Irma dan tetap menatap jalanan di depan.


Irma yang mendengar penjelasan Kenzo hanya bisa menelan ludahnya kasar. Sepertinya laki-laki di sampingnya itu tidak bisa di anggap remeh karena laki-laki itu saja bisa dengan mudah mendapatkan identitas orang tuanya bahkan sampai nomor telepon padahal hal itu sudah dia sembunyikan sebaik rupa. Namun semuanya hancur berantakan karena direkturnya itu sudah tahu bahwa dia berasal dari keluarga yang berada, “Ahh aku tidak menyukai ini. Jangan sampai karena identitasku semua orang akan membenciku dan semua rencanaku gagal total.” Batin Irma sambil melirik Kenzo.

__ADS_1


Kenzo tersenyum menyadari lirikan dari Irma itu, “Tenang saja saya tidak akan membocorkan identitas yang sudah kau sembunyikan dari semua orang selama ini. Saya bukan orang yang suka membongkar rahasia orang lain.” Ujar Kenzo seolah tahu apa yang di khawatirkan oleh gadis di sampingnya itu yang entah sejak kapan sudah masuk ke hatinya. Harus dia akui bahwa gadis di sampingnya itu memiliki tempat yang special di hatinya. Tapi sepertinya dia harus berusaha sekuat mungkin agar bisa sepadan dengan gadis itu jika memang ingin memilikinya karena ternyata gadis itu bukanlah gadis biasa namun ternyata berasal dari keluarga yang berada. Mungkin dia bisa saja di restui dan di terima karena dia adalah adik sepupu Freya istrinya Alvino. Namun dia ingin di akui dan di terima karena dirinya sendiri bukan karena orang lain.


“Saya harap anda bisa menepatinya. Saya sudah susah payah menyembunyikan identitas itu bahkan harus dengan pengorbanan yang lumayan berat.” Ucap Irma lirih.


Kenzo yang mendengar ucapan lirih Irma diam saja tanpa menanggapi sama sekali karena dia tidak ingin mengetahui lebih jelas masalah yang sudah di alami gadis itu sebelumnya sampai gadis itu sendiri yang nantinya akan menceritakannya sendiri alasan sebenarnya dia harus menyembunyikan identitasnya.


***


Di kediaman mama Najwa dan papa Khabir, keluarga mempelai pria baru saja tiba. Friska yang di kamarnya sudah selesai dengan semua riasannya yang sudah di beritahu oleh Frisya bahwa Rezky sudah tiba seketika menjadi gugup, “Kak, tanganmu dingin.” Ucap Frisya yang memang menggenggam tangan kakak keduanya itu.


Friska mengangguk, “Kakak paham bagaimana perasaanmu. Apa amalan yang sudah kakak katakan tidak bisa menghilangkan kegugupanmu?” tanya Freya.


“Aku gugup karena aku tidak menyangka bahwa secepat ini aku di lamar kak. Aku baru saja kemarin menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi antara kami selama dua tahun dan malam ini aku di lamar. Kakak bahkan tidak mengatakan apapun kepadaku semalam jadi hal itu semakin menambah gugupku.” Ujar Friska manja.

__ADS_1


Freya tersenyum mendengar ucapan adiknya itu, “Maaf dek. Kakak punya alasan sendiri kenapa tidak mengatakan lamaran ini padamu sejak semalam karena kakak tahu kau itu orang yang seperti apa yang akan memikirkan suatu kejadian sampai kejadian itu selesai di laksanakan. Bayangkan jika kau sudah tahu dari semalam mungkin kau semalaman akan memikirkannya dan tidak akan tidur nanti. Jadi kakak melakukan itu untuk menghindari kau yang akan begadang memikirkan lamaran ini.” ucap Freya.


“Kakak juga sama kan? Kakak juga sama seperti aku yang akan memikirkan masalah itu sampai masalah itu selesai.” Timpal Friska.


Freya tersenyum, “Yah, kita sama. Kita sama-sama memiliki perasaan seperti itu. Makanya kakak tahu betul hal seperti itu akan menganggumu nanti.” Ucap Freya mengakui. Yah, dia dan Friska sama memiliki perasaan gugup yang berlebihan ketimbang Frisya sang adik.


“Sudahlah kak. Sekarang kau kendalikan saja kegugupanmu itu. Aku akan memberikan sedikit tips mengendalikan gugup ala diriku.” Ujar Frisya tersenyum.


“Gak deh. Aku tahu apa tips yang akan kau berikan. Lebih baik kakak berzikir saja dari pada mendengarkan tips darimu yang kemungkinan besar tidak akan mempan padaku.” Ucap Friska lalu menutup matanya memfokuskan diri berzikir untuk menghilangkan kegugupannya.


Frisya yang mendapat penolakan dari Friska bahkan sebelum dia mengatakan apa tips itu pun hanya bisa cemberut. Freya tersenyum melihat kedua adiknya itu lalu dia segera meninggalkan kedua adiknya karena dia masih memiliki urusan yang harus dia lakukan.


Freya segera menemui sang mama yang sibuk di pelaminan karena acara lamaran itu sudah di mulai, “Nak, di mana Kenzo?” tanya mama Najwa sambil berbisik karena memang tidak melihat keponakannya itu. Kiana sudah di hubungi dan kini dia sedang menyaksikan lamaran itu melalui panggilan video bersama Clemira dan Mark.

__ADS_1


Freya pun baru menyadari bahwa adiknya satunya itu belum tiba. Dia melihat sekeliling lalu tersenyum begitu melihat Kenzo yang datang bersama Irma segera duduk bergabung dengan anak-anaknya yang sudah duduk rapi di sana, “Mereka sudah tiba Mah.” tunjuk Freya ke arah tempat duduk Kenzo dan Irma yang saat itu Kenzo sibuk bicara dengan anak-anaknya dan say hallo dengan sang kakak yang ada di Negara S.


Mama Najwa pun melihat yang di tunjuk oleh putrinya itu lalu dia segera menatap Freya kembali setelah melihat seorang gadis yang duduk di samping keponakannya itu, “Siapa gadis itu?”


__ADS_2