Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
17


__ADS_3

Malam harinya, Frisya dan Friska datang mengunjungi paman mereka itu bergantian dengan Freya dan Alvino. Papa Vian cepat sadar sebelum Freya dan Alvino pulang dia sudah sadar dan kini sedang di suapi oleh Kiana dengan makanan yang memang di rekomendasikan oleh dokter.


“Paman, bagaimana keadaanmu?” tanya Friska.


“Paman baik-baik saja nak, terima kasih kalian sudah menjenguk paman padahal paman tahu kalian sangat sibuk dan lelah tapi masih menyempatkan datang kesini.” Ucap papa Vian.


“Paman seperti sama siapa aja. Paman itu juga sama seperti papa bagi kami.” Timpal Frisya.


“Ahh kau bisa aja nak. Papa kalian itu sangat hebat memiliki putri seperti kalian.” Ucap papa Vian.


“Paman juga sama karena memiliki putri seperti kak Kia dan Kenzo.” Ujar Friska.


“Intinya papa dan paman itu adalah ayah terhebat bagi kami. Jadi paman harus sembuh. Kak Kia belum menikah, paman harus melihatnya menikah.” Ucap Frisya menatap kakak sepupunya itu.


“Paman gak bisa janji nak, paman memang ingin melihat Kiana menikah tapi sepertinya waktu yang paman punya sudah gak banyak.” Balas papa Vian.


“Pa, jangan ngomong kaya gitu. Papa bukan hanya bisa melihat kak Kia menikah tapi papa juga bisa melihatku menikah dan bermain dengan cucu papa nanti.” Ucap Kenzo yang tidak suka mendengar kalimat papanya itu yang terkesan sedang berpamitan pergi.

__ADS_1


“Itu juga keinginan papa nak hanya saja papa tahu bahwa waktu papa sudah gak banyak. Papa akan melihat kalian dari atas sana menemukan cinta sejati kalian dan anak-anak kalian seperti Freya dan suaminya. Mungkin ini juga sudah waktunya papa menebus kesalahan yang sudah papa buat kepada mendiang mama kalian.” Ujar papa Vian.


“Jangan bicara yang aneh pa. Kia gak mau mendengarnya. Papa pasti bisa sembuh.” Ucap Kiana sudah meneteskan air matanya.


Friska dan Frisya hanya saling memandang karena mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi antara papa Vian itu dengan mendiang bibi Bella adik mama Najwa. Papa Vian berselingkuh dengan seseorang hingga membuat bibi Bella stress dan depresi di tambah dia juga baru melahirkan Kenzo saat itu hingga membuatnya jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Bibi Bella pergi saat Kiana dan Kenzo masih kecil bahkan Frisya belum ada saat itu tapi dia mendengar cerita ini dari mamanya.


“Pa, itu sudah lama terjadi. Kenzo yakin mama Bella sudah memaafkan papa. Jadi jangan pikirkan apapun dan fokus saja dengan penyembuhan papa.” Ucap Kenzo. Dia dan Kiana bukan tidak marah pada papanya begitu mengetahui masalah itu tapi dia hanya mencoba berdamai dengan keadaan karena tinggal papanya yang mereka miliki, istri kedua papanya sudah pergi begitu juga dengan nenek, ibu papa mereka tinggal nenek Ayesha yang masih hidup ibu dari mama Bella yang saat ini tinggal dengan mama Najwa.


“Iya paman benar yang dikatakan Kenzo. Bibi Bella pasti sudah memaafkan paman.” Ucap Friska.


“Terima kasih atas perhatian kalian tapi paman tahu semua kesalahan yang paman lakukan sulit di maafkan.” Ucap papa Vian.


“Bagaimana keadaanmu Vian?” tanya Papa Khabir.


“Seperti yang kau lihat. Aku mungkin sudah tidak punya begitu banyak waktu di sini.” Balas papa Vian.


“Anak-anak lebih baik kalian pulang dulu.” Pinta mama Najwa.

__ADS_1


Friska dan Frisya mengangguk, mereka yakin pasti ada sesuatu yang penting yang akan di bahas oleh orang tua mereka itu. Friska dan Frisya segera berpamitan pergi, mereka segera pulang ke apartemen dengan menggunakan mobil milik Friska.


Sementara Kiana dan Kenzo mereka baru mau pulang setelah di usir dengan paksa oleh mama Najwa. Mereka baru mau pulang setelah mama Najwa berjanji akan menjaga papa mereka dan segera menghubungi mereka jika ada sesuatu yang terjadi dengan papa mereka.


Kini tinggalah tiga orang dewasa itu dalam ruangan, “Apa yang ingin katakan Vian?” tanya mama Najwa. Yah, mereka datang karena Papa Vian menghubungi mereka secara pribadi tadi. Mereka memang sudah tahu papa Vian masuk rumah sakit dan berencana untuk menjenguk tapi tidak tahunya papa Vian juga ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka, lebih tepatnya meminta sesuatu.


“Aku tahu Naj waktu yang aku punya sudah gak banyak lagi. Jadi aku minta tolong jaga kedua anakku, aku titip mereka. Mereka sudah tidak punya siapapun lagi, mereka sudah banyak menderita karena perbuatanku. Aku tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk mereka. Jadi aku minta tolong jaga mereka dan berikan kasih sayang lengkap untuk kedua anakku itu. Aku tahu aku tidak pantas meminta ini padamu Naj karena aku memiliki banyak kesalahan pada Bella tapi aku hanya takut jika aku pergi anak-anakku akan menderita. Aku tidak mau melihat mereka bersedih lagi.” Ujar papa Vian meneteskan air matanya.


“Jangan pernah mengatakan itu Vian. Kiana dan Kenzo masih memiliki keluarga. Mereka masih punya kami, mereka masih memiliki nenek, mama Ayesha masih hidup. Walau mereka gak memakai nama Malhotra tapi darah Bella mengalir dalam tubuh mereka. Jadi tanpa kau minta aku pasti akan menjaga keponakanku itu dengan baik. Yang harus kau pikirkan sekarang kau harus sembuh, Kiana masih butuh kau untuk menjadi wali pernikahannya.” Ucap Mama Najwa menangis karena mengingat adiknya. Yah, Arrabella Debby Malhotra adiknya yang harus pergi di usianya yang masih sangat muda, awalnya keluarganya membenci Vian tapi seiring waktu mereka sadar bahwa ini sudah takdir dan mereka akhirnya bisa memaafkan Vian walau sisa-sisa kebencian itu masih tetap ada.


Papa Khabir yang melihat sang istri menangis segera membawa istrinya ke pelukannya, “Jangan menangis sayang.” ucapnya.


“Vian, kau harus sembuh. Aku menganggap anakmu seperti ketiga putriku tapi aku tidak ingin menjadi wali nikah untuk Kiana. Jadi kau harus sembuh demi Kiana.” Ucap papa Khabir.


“Apa kau pikir aku juga tidak menginginkan hal itu. Aku sangat ingin menjadi wali nikah putriku tapi aku tahu aku sudah memiliki waktu untuk itu apalagi Kiana juga tidak memiliki kekasih. Itu semua karena aku yang sakit dan dia harus merawatku hingga membuatnya tidak memiliki waktu untuk mencari kekasih.” Ucap papa Vian bersedih.


“Apa kau pikir seseorang boleh menikah hanya karena memiliki kekasih. Freya saja tidak memiliki kekasih tapi dia sudah menikah dan memiliki suami yang sangat mencintainya dan sekarang dia sudah memiliki anak. Aku yakin Kiana akan menemukan jodohnya sendiri. Kau hanya perlu memastikan kesembuhanmu saja.” ucap papa Khabir.

__ADS_1


“Aku tidak bisa menjanjikan hal itu tapi aku akan berdoa semoga jodoh putriku itu segera datang sebelum waktu yang ku punya habis.” Ucapnya lirih.


__ADS_2