
Sementara di depan apartemen ada yang membunyikan bel. Friska yang masih pusing dengan pakaiannya pun bertanya-tanya siapa yang membunyikan bel, “Siapa yaa? Apa kak Rezky? Tapi gak mungkin dia kan mau menunggu di restoran. Apa Risya? Ahh gak mungkin juga. Jika itu Risya pasti dia langsung masuk. Kenapa masih membunyikan bel.” Ucap Frisya sambil berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang membunyikan bel itu.
Friska pun segera membuka pintu apartemen yang ternyata adalah kurir, “Apa benar dengan nona Friska Nur Sakila?” tanya kurir itu.
Friska pun mengangguk, “Iya benar.” jawab Friska.
“Ini ada barang untuk anda dari nyonya Freya Nur Nabila.” Ucap kurir itu.
Friska pun segera menerimanya dan menandatangani tanda penerimaan itu lalu setelah itu kurir pun segera pamit pergi. Friska pun segera masuk dan menutup pintu apartemennya, “Kok tumben kakak mengirim begini lewat kurir. Emang barang apa sih ini.“ ucap Friska lalu membuka paper back itu dan seketika dia tersenyum apa isinya.
To : Adik keduaku
“Pakai ini untuk menemui calon mertuamu. Kakak tahu kau pasti bingung memilih pakaian nanti. Jadi kakak membelikan ini untukmu. Maaf kakak menggunakan jasa kurir untuk mengantarnya karena memang tidak sempat jika harus mengantarnya secara langsung.”
From : Your Sister
Friska pun tersenyum, “Ahh kakak kau sangat sweet. Kau tahu saja aku sedang pusing. Terima kasih.” Ucap Friska lalu segera berlari menuju kamarnya dan segera mengirim pesan kepada kakaknya untuk ucapan terima kasih.
Friska pun segera menuju kamar mandi untuk mandi. Friska hanya menghabiskan 15 menit saja mandi yang biasanya hampir sejam dia mandi tapi hal itu tak mungkin dia lakukan karena dia kasihan Rezky sudah menunggu di bawah. Friska segera bersiap dan langsung memakai pakaian pemberian kakaknya itu yang sangat pas di tubuhnya dan sesuai seleranya.
“Kakak benar-benar the best.” Ucap Friska begitu melihat penampilannya di cermin yang sangat cantik. Friska benar-benar puas dengan penampilannya ini. Friska pun segera mengambil foto dan mengirimkannya kepada Freya.
__ADS_1
Setelah itu Friska segera mengambil tas yang cocok. Lalu dia segera keluar setelah memastikan penampilannya sudah sempurna.
Friska pun segera turun dan begitu tiba di bawah dia pun tersenyum melihat Rezky yang sudah menunggu di bawah di dalam mobil. Rezky pun tersenyum melihat penampilan Friska yang sangat cantik, “Cantik!“ ucap Rezky mendekati calon istrinya itu.
Friska pun tersenyum mendapat pujian itu, “Ahh kakak bisa aja. Sudahlah ayo kita segera pergi. Riska tidak ingin membuat kesan yang buruk saat menemui mertua Riska. Ayo pergi.” ucap Friska lalu segera masuk ke mobil yang sudah di bukakan oleh Rezky.
Setelah memastikan Friska masuk ke dalam mobil. Dia pun segera masuk ke mobil sambil terus menatap Friska yang menurutnya sangat cantik, “Kak, jaga pandanganmu. Kita belum halal.” Ucap Friska malu.
Rezky pun tersenyum, “Baiklah. Jika begitu mari kita segera menikah agar kita bisa saling memandang satu sama lain. Kita percepat pernikahan kita saja. Aku tidak sanggup memalingkan wajahku darimu.” Ucap Rezky.
Friska pun tersenyum, “Jika memang kakak ingin kita cepat menikah maka minta saja itu kepada mami dan papi. Riska akan ikut semua keputusan orang tua kita.” Ucap Friska.
***
Sementara di sisi lain juga, Kenzo sedang ada di rumah Freya. Kenzo ikut sarapan dengan Freya dan Alvino. Freya pun menatap adiknya itu. Sedikit tidaknya dia tahu apa sebenarnya maksud kedatangan adiknya itu.
“Ada apa?” tanya Freya dengan di dampingi sang suami di sampingnya setelah tadi ikut latihan dengan kedua putrinya sebentar. Alvino juga bisa menebak pasti ada sesuatu yang ingin di bicarakan oleh adik sepupu istrinya itu.
Kenzo pun menatap Freya dan Alvino, “Kak, aku ingin kalian me--” ucap Kenzo gugup melanjutkan perkataannya.
Freya pun tersenyum, “Apa kau yakin ingin kami melamarnya untukmu? Apa kau sudah siap membina rumah tangga?” tanya Freya yang memang sudah bisa menebak apa yang di maksud oleh adiknya itu.
__ADS_1
Kenzo mengangguk, “Aku sudah meyakinkan hatiku kak. Aku sudah jatuh cinta padanya. Aku juga sudah melakukan sholat istikharah beberapa hari ini meminta petunjuk dan aku semakin yakin untuk melamarnya. Aku sudah memilihnya kak. Mungkin perasaan yang tumbuh di hatiku ini tumbuh dengan cepat atau mungkin memang sudah ada sejak lama tapi baru ku sadari. Aku tidak ingin kehilangan lagi kak. Aku yakin dengan keputusan ini. Walaupun mungkin aku tidak pantas bersanding dengannya yang seorang putri tunggal keluarga terkenal. Tapi aku sudah mensyukuri semuanya dan aku akan mencoba memastikan semuanya. Aku bersyukur kakak ipar sudah mempercayakan diriku sebagai direktur perusahaan cabangnya. Aku berterima kasih untuk itu.” ucap Kenzo.
Freya pun tersenyum, “Baiklah. Jika itu keputusanmu. Kami akan melamarnya untukmu. Kakak menyukai gadis itu begitu juga dengan mama dan papa. Kau juga jangan terlalu merendahkan dirimu. Kakak yakin mereka pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka. Tapi kakak tanya sekali lagi apa kau yakin menjadikannya istrimu sementara kau sendiri tahu dia mengidap--”
“Aku sudah memikirkannya dengan baik kak. Aku yakin dia bisa sembuh. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuknya. Hanya dia gadis yang ingin ku nikahi kak.” Potong Kenzo.
Freya pun berdiri, “Baiklah jika memang begitu. Kakak merestuimu. Kita akan segera melakukan lamaran ke rumahnya. Pernikahanmu akan di gelar setelah Friska dan Rezky menikah. Selamat untukmu.” Ucap Friska.
“Terima kasih kak.” Ucap Kenzo tersenyum.
“Kenzo, aku akan mengalihkan perusahaan yang saat ini kau pegang atas namamu. Aku memang mendirikan perusahaan cabang itu untukmu. Itu milikmu sejak awal. Jadi jangan merasa dirimu rendah.” Ucap Alvino.
Kenzo pun tersenyum, “Terima kasih kakak ipar. Tapi aku tidak ingin menjadi pemiliknya. Aku ingin menjadi direktur utamanya saja. Aku tetap ingin bekerja di bawah kepemimpinanmu kakak ipar. Jadi aku tetap hanya sebagai direkturnya saja.” ucap Kenzo.
Alvino pun mengangguk saja, “Baiklah jika memang begitu. Tapi kau harus ingat bahwa kau dan Irma sama. Jangan merasa rendah. Aku yakin tuan Baskara dan nyonya Calista akan menerimamu dengan tangan terbuka karena sebenarnya sejak awal kau memang sudah di pilih oleh mereka untuk menjadi calon suami putri mereka.” ujar Alvino.
Kenzo dan Freya pun menatap Alvino bersamaan, “Sungguh kak?” tanya Kenzo tidak percaya.
Alvino tertawa, “Apa kau pikir tuan Baskara akan membiarkan saja putrinya bekerja di luar tanpa perlindungan. Mereka merasa aman begitu tahu bahwa putri mereka bekerja di perusahaan yang kau pimpin. Mereka mempercayaimu. Apa kau pikir jika mereka tidak percaya padamu akan membiarkan saja kau membawa putri mereka semudah itu mengingat Irma adalah putri yang mereka jaga dengan sangat baik dari kecil.” Ujar Alvino
“Aku masih tidak percaya kakak ipar.” Ucap Kenzo.
__ADS_1