Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
110


__ADS_3

Singkat cerita, kini pesawat milik Alvino dan milik Salwa sudah lepas landas meninggalkan Negara S menuju Negara N.


“Sayang, apa benar kak Vino dan Kak Freya sudah melakukan operasi bersih? Apa mereka gak bisa punya anak lagi begitu?” tanya Zean saat kini dia dan istrinya itu sedang dalam perjalanan pulang.


Kiana menatap suaminya itu lalu mengangguk, “Itu benar makanya tadi Kia menatap tajam kakak. Pembicaraan seperti itu adalah pembicaraan sensitif untuk kak Reya.” Ucap Kiana.


“Tapi kenapa mereka melakukan itu? Apa karena tidak ingin punya anak lagi atau mereka punya penyakit.” Ucap Zean.


“Ceritanya panjang kak.” Ucap Kiana.


“Aku ingin mendengarnya dek. Aku penasaran dengan hal itu.” ucap Zean.

__ADS_1


Kiana pun menghela nafasnya, “Baiklah. Akan Kia ceritakan. Sebenarnya kak Reya setiap melahirkan putrinya selalu saja akan terjadi sesuatu. Saat dia melahirkan Anind kak Reya sempat mengalami pendarahan dan sempat koma namun dia cepat sadar. Sejak saat itu kakak ipar Vino mewanti-wanti untuk tidak punya anak lagi. Namun kandungan kak Reya sangat subur hingga dia pun mengandung si kembar tapi sekali lagi saat dia melahirkan si kembar semua baik-baik saja. Semua lancar seperti dia melahirkan Anand, tidak ada drama pendarahan seperti apa yang di khawatirkan kakak ipar. Maka sekali lagi mereka memutuskan untuk tidak melahirkan lagi. Namun Anind dia ingin punya adik perempuan dan ternyata saat itu kakak pun sudah mengandung Azwa. Kekhawatiran pun timbul bahkan kakak ipar Vino sempat tidak menerima kehamilan kak Reya dan meminta untuk di gugurkan saja karena saking sayangnya kepada kak Reya. Dia tidak ingin kehilangan kak Reya namun pada akhirnya kak Vino pun kalah dan menerima kehamilan kak Reya. Dia sangat menjaga kak Reya agar apa yang dia khawatirkan tidak terjadi apalagi setelah mengetahui kak Reya hamil perempuan. Perlu di ketahui kak Reya dan kak Vino nanti Azwa itu mereka meminta untuk mengetahui jenis kelaminnya saat masih dalam kandungan karena Azwa itu sebagai permintaan Anind yang ingin adik perempuan.”


“Singkat cerita, kehamilan kak Reya berjalan lancar tanpa kendala sedikit pun dan tiba lah waktu bersalin. Kak Reya selalu melahirkan normal tidak pernah melakukan operasi. Dia pun melahirkan Azwa secara normal dan semuanya lancar sampai Azwa terlahir ke dunia. Namun setelah Azwa lahir kak Reya menutup matanya dan semuanya kembali terulang. Kak Reya mengalami pendarahan seperti melahirkan Anind namun itu lebih parah sehingga dokter pun mengambil tindakan untuk melakukan operasi untuk mengangkat rahim kak Reya. Kak Vino yang tidak ingin kehilangan kak Reya pun segera menyetujui prosedur operasi itu tanpa berpikir lagi yang ada dalam otaknya hanya bagaimana kak Reya selamat. Operasi pun di lakukan dan operasi itu pun berjalan lancar. Pendarahan kak Reya berhenti. Semua normal namun kak Reya koma. Hal itu membuat pukulan berat untuk semua keluarga. Anind yang senang menyambut adik barunya menjadi takut ketika bertemu Azwa. Dia menjadi pendiam dan menyalahkan dirinya yang meminta adik hingga membuat bundanya sakit. Anand dan Anind adalah anak-anak cerdas sehingga mereka mudah mengerti dengan apa yang terjadi. Seminggu kak Reya koma namun belum menunjukkan tanda-tanda mau sadar. Kakak ipar Vino setia menunggu kak Reya sadar dan pada akhirnya dia pun memutuskan untuk operasi vasektomi agar sama dengan kak Reya yang sudah tidak memiliki rahim. Baginya cukup punya lima orang anak dan dia hanya ingin memiliki anak itu dari kak Reya. Dia memutuskan itu pun agar kak Reya tidak akan merasa sedih nanti ketika sadar. Sebab kak Reya gak pernah mau untuk mengoperasi rahimnya apalagi sampai rahimnya di angkat. Kak Vino sudah menduga bahwa hal itu akan menjadi pukulan berat untuk kak Reya sehingga dia pun memutuskan untuk operasi agar mereka sama-sama gak bisa memiliki anak.” Ucap Kiana mengakhiri ceritanya.


“Lalu kapan kakak ipar Reya bangun dari komanya?” tanya Zean.


Kiana pun tersenyum, “Sepertinya kakak sangat penasaran yaa dengan kisah kak Reya dan kakak ipar. Baiklah akan Kia lanjutkan, setelah kak Vino melakukan operasinya dia pun tetap menunggu kak Reya sadar namun sudah 6 minggu kak Reya terbaring di rumah sakit tidak ada tanda-tanda dia sadar dari komanya bahkan dokter sudah mulai mengatakan bahwa tidak ada harapan lagi. Namun kakak ipar tidak putus asa, dia memutuskan untuk membawa kak Reya ke Negara ini namun tepat di waktu yang telah di tentukan untuk di bawah ke sini kak Reya menggerakkan tangannya dan membuka mata. Dia sadar! Semua keluarga berbahagia dengan hal itu. Seminggu kak Reya pemulihan dan akhirnya dia di nyatakan sehat.” Ucap Kiana.


Kiana pun tertawa karena masih tidak menyangka bahwa suaminya itu justru sangat penasaran, “Kak Reya sedih mendengar hal itu. Apalagi saat dia tahu bahwa kakak ipar pun ikut melakukan operasi. Mereka saling mencintai satu sama lain dan karena kasih sayang itu mereka tidak ingin jika salah satu dari mereka tidak bahagia. Kak Reya menyalahkan dirinya hingga membuat kak Vino ikut melakukan operasi namun kak Vino menjelaskan semuanya bahwa itu demi kebaikan. Perlahan-lahan kak Reya menerimanya namun itu tetaplah hal sensitif yang tidak bisa di bahas. Kami selalu berhati-hati jika membahas hal seperti itu di hadapan kak Reya.” Ucap Kiana.


“Wah, aku tidak menyangka bahwa kakak ipar Reya dan kakak ipar Vino memiliki kisah seperti itu. Tapi jika itu pun terjadi padaku, aku pasti akan melakukan hal yang sama. Buat apa aku memiliki anak lagi jika tidak dari istri yang aku cintai. Jadi lebih baik ikut saja bersama sang istri apalagi jika kita sudah memiliki banyak anak dari istri kita. Jadi semuanya sudah cukup. Aku akan mengidolakan mereka. Kini aku paham dengan cerita yang beredar bahwa kakak ipar Vino adalah pengusaha terbaik karena dia bukan berhasil menjadi pengusaha tapi berhasil menjadi kepala keluarga yang baik untuk keluarganya. Aku akan menirunya.” Ucap Zean.

__ADS_1


Kiana pun tersenyum, “Kita akan mengukir kisah indah kita bersama sayang.” ucap Zean.


Kiana mengangguk saja, “Tapi bagaimana jika aku tidak bisa hamil kak?” tanya Kiana.


“Kita belum mencobanya sayang. Jadi jangan katakan sesuatu seperti itu. Kita akan berusaha melakukan yang terbaik.” Ucap Zean.


Kiana pun tersenyum, “Semoga saja yaa kak. Sama seperti kak Reya yang sudah memiliki anak di satu tahun pernikahannya. Semoga kita juga begitu. Aku juga ingin memiliki anak secantik Azwa.” Ucap Kiana.


“Keinginan kita sama yaa sayang. Tapi kakak ipar Vino melarangnya. Kini aku mengerti kenapa Azwa lebih cantik dari Anind karena perjuangan kakak ipar Reya sangat besar untuk melahirkan Azwa.” Ucap Zean.


“Kami juga memikirkan hal yang sama. Namun yang baiknya itu Anind gak pernah iri pada adiknya karena memang Azwa adalah adik yang dia minta sehingga Azwa adalah adik kesayangan untuknya.” Ujar Kiana.

__ADS_1


“Kita akan meniru cara mendidik mereka.”


__ADS_2