Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
90


__ADS_3

Sekitar 10 menit saja Irma sudah kembali dengan segelas kopi di nampan. Irma segera membuka pintu ruangan Kenzo itu setelah mengetuk dan di izinkan masuk oleh pemilik ruangan, “Kopi tuan.” Ucap Irma.


Kenzo mengangguk dan menatap gadis di hadapannya itu, “Kamu dari mana sehingga terlambat?” tanya Kenzo.


Irma yang hendak keluar mengurungkan niatnya lalu diam karena bingung mau menjawab dengan apa pertanyaan yang di ajukan oleh Kenzo, “I-itu saya” ucap Irma bingung.


Kenzo yang melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Irma pun tersenyum, “Sudahlah kau kembalilah ke tempatmu. Belajar dengan baik.” ucap Kenzo.


Irma pun segera mengangguk dan menuruti ucapan Kenzo karena dia memang tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan itu.


Irma pun segera duduk di kursi kerjanya sambil mengelus dada dan menghela nafas lega, “Ada apa dek?” tanya Grey.


Irma menggeleng, “Gak ada apa-apa kak.” Jawab Irma lalu dia mulai membuka dokumen yang di hadapannya yang harus dia pelajari.


Grey pun tidak ingin bertanya lebih lanjut dan memilih menyelesaikan pekerjaannya agar bisa mengajukan cuti lama jika nanti pernikahannya.


Sekitar 15 menit kemudian tiba-tiba ada yang datang dan segera menuju lantai empat itu. Grey dan Irma yang mendengar ada suara sepatu yang datang dari lift pun menatap ke arah lift dan mereka terkejut melihat siapa yang datang, “Nyonya Freya, selamat datang. Kenapa gak memberitahu lebih dahulu datang agar kami bisa datang menyambut.” Ucap Grey kaget akan kedatangan Freya.


Freya tersenyum melihat sekretaris Kenzo dan Irma yang tengah menunduk, “Sudah, jangan terlalu sungkan padaku. Saya datang ke sini bukan sebagai nyonya kalian ataupun status sebagai istri dari tuan Alvino. Saya datang ke sini sebagai kakak yang ingin menemui adiknya.” Ucap Freya menatap dalam ke arah Irma.


“Apa saya bisa masuk ke dalam?” tanya Freya menatap kedua gadis di hadapannya itu.

__ADS_1


“Ahh silakan nyonya.” Ucap Grey segera mengetuk pintu Kenzo dan begitu di izinkan masuk oleh Kenzo, Grey segera membukakan pintu untuk Freya.


Freya pun tersenyum lalu segera masuk, “A-ada aa--” ucap Kenzo menggantung begitu melihat siapa yang datang.


Kenzo tersenyum melihat kedatangan Freya, “Kakak! Kau datang? Kenapa gak bilang jika ingin berkunjung? Aku kan jadi bisa menyambutmu di bawah.” Ucap Kenzo segera mendekati Freya dan menyalami Freya.


“Apa itu sambutanmu untuk kedatangan kakakmu? Kakak tidak datang kesini sebagai istri dari pemilik perusahaan tapi datang sebagai kakakmu. Jadi kakak tidak butuh izin dan sambutan untuk datang kesini. Kakak kesini menemui adik kakak yang bahkan gak ikut nimbrung di grup keluarga. Entah masih hidup atau tidak. Ohiya kakak datang juga dalam rangka mengatakan bahwa malam ini akan ada lamaran di rumah mama.” Ucap Freya.


Kenzo yang mendengar ucapan terakhir kakaknya mengangkat alisnya, “Lamaran siapa kak?” tanya Kenzo.


“Lamaran Friska. Makanya kau itu lihatlah grup keluarga agar bisa mendapatkan info.” Jawab Freya segera duduk di sofa yang ada di ruangan adiknya itu.


Kenzo berdiri dan duduk di hadapan kakaknya di sofa kaget mendengar akan lamaran Friska karena dia memang tidak tahu menahu dengan lamaran Friska bahkan saudara sepupunya yang seumuran dengannya itu dekat dengan siapa dia pun tak tahu, “Dengan siapa kak? Siapa calonnya?” tanya Kenzo.


“Rezky? Maksud kakak, tuan Rezky pemilik Pratama Corp? Kok bisa? Sejak kapan mereka dekat dan saling kenal?” tanya Kenzo kaget tentu saja. Pasalnya dia tidak mendengar apapun terkait hubungan Friska dengan Rezky.


“Yah bisalah kan sudah jodohnya. Mereka sudah mengenal sejak Riska masih SMA sampai dia kuliah. Mereka adalah mantan guru dan siswa serta mantan dosen dan mahasiswanya.” Jawab Freya.


“Wah, sepertinya aku yang ketinggalan informasi sehingga sudah banyak informasi dalam keluarga yang tidak aku ketahui.” Ujar Kenzo.


Freya yang mendengar ucapan adiknya itu mengangguk, “Tentu saja kau gak tahu sama sekali dengan apa yang terjadi dalam keluarga. Membaca pesan grup keluarga saja gak. Ohiya sudah dipastikan setelah pesta pernikahan Kiana maka akan ada pesta pernikahan Friska dan tidak menutup kemungkinan Frisya juga menyusul tapi Frisya dan kau lebih tua dirimu. Maka kakak ingin sebelum pernikahan Frisya nanti kau yang lebih dulu menikah.” Ucap Freya.

__ADS_1


Kenzo tersenyum mendengar perkataan kakaknya itu, “Aku belum ingin menikah kak. Jika pun ingin menikah, akan menikah dengan siapa?” ucap Kenzo tertawa hambar.


“Tentu saja dengan gadis yang kau cintai dan sukai. Segera pastikan keraguanmu dan rasa penasaranmu itu. Kakak tahu kau sedang mengagumi seorang gadis. Jika memang kau sudah yakin dengan perasaanmu maka katakan kepada kakak. Kami akan melamarnya untukmu. Ingat kakak adalah kakakmu, jangan lupakan itu. kau bisa mengatakan apapun kepada kakak.” Ujar Freya menatap tajam adiknya itu,


Kenzo tersenyum mendengar ucapan Freya, “Kak, apa kau memataiku? Kau seperti tahu membaca hatiku saja. Kau bahkan tahu aku mengagumi seseorang saat ini dan aku juga sedang penasaran serta ragu. Kau itu cocoknya jurusan Psikologi kak dengan kemampuanmu itu dan bukan perawat.” Ucap Kenzo tertawa.


Freya pun tersenyum mendengar ucapan Kenzo itu, “Jadi benar kan tebakan kakak? Siapa gadis itu?” tanya Freya.


Kenzo menghentikan tawanya dan kembali menatap Freya, “Aku yakin kau sudah tahu kak. Kenapa masih bertanya padaku jika kau sudah tahu.” Ucap Kenzo.


“Kakak ingin mendengarnya darimu langsung. Walau kakak tahu tapi aku ingin mendengarnya langsung.” Ucap Freya.


Kenzo pun tersenyum, “Apa yang harus aku katakan padamu kak. Kau sudah tahu semuanya bahkan perasaanku pun kau tahu. Aku ragu padanya kak. Aku ingin tahu kenapa dia melakukan sesuatu yang aneh? Seperti sedang menyembunyikan identitas aslinya dari semua orang. Aku yakin dia bukan orang biasa hanya saja entah apa alasannya melakukan itu.” ucap Kenzo.


“Jika kau penasaran maka cari tahu.” Ucap Freya.


Kenzo lagi-lagi tersenyum, “Tidak bisakah kakak saja yang menjelaskannya padaku? Aku yakin kau sudah tahu siapa dia sebenarnya. Aku yakin keponakanku itu sudah mencari tahu semuanya.” Ucap Kenzo.


Freya tertawa mendengar ucapan Kenzo, “Mereka itu adalah otak kakak dek. Kakak bersyukur memiliki mereka yang sepertinya punya otak banyak. Sudahlah jangan bahas mereka. Kembali pada topikmu, kakak bukan tidak ingin membantumu hanya saja kakak tidak ingin kau di beri label pengecut hanya dengan mengandalkan info dari kakak tanpa kau sendiri yang mencarinya. Ingat cinta itu butuh perjuangan. Jika kau ingin meyakinkan hatimu maka lakukan apa yang ingin hatimu lakukan.” Ucap Freya.


“Aku ingin melakukan itu kak tapi tidakkah ini mengganggu privasinya?” tanya Kenzo.

__ADS_1


Freya menggeleng, “Mungkin mengganggu tapi jika kau melakukannya dengan niat yang baik maka yakinlah semuanya akan berakhir baik.” ucap Freya.


Kenzo yang mendengar itu pun tersenyum lalu dia mengangguk, “Aku akan melakukannya.”


__ADS_2