Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
134


__ADS_3

Setelah sarapan, Friska dan Frisya pun hendak berangkat dan berpamitan kepada Freya. Frisya dan Friska pun menyalami kakak sulung mereka itu, “Riska, tolong kalian hendel dulu klinik. Ohiya juga jangan lupa setelah kalian selesai dengan urusan masing-masing. Pergilah ke butik untuk mencoba pakaian untuk lamaran Kenzo besok.” Ucap Freya tanpa merasa bersalah.


Friska dan Frisya yang mendengar itu kaget setengah mati, “Lamaran siapa kak? Kau bisa mengulanginya? Kami tidak salah dengar kan?” tanya Friska dengan raut wajah kaget.


“Lamaran Kenzo. Kalian tidak salah dengar. Sudah sana pergilah agar kalian tidak terlambat nanti.” Ucap Freya.


“Gak bisa gitu dong kak. Kenapa kami gak tahu sama sekali tentang ini? Kenapa dadakan? Masa iya lamarannya besok?” ucap Friska.


“Semua sudah di setujui dek dan semua sudah di rencanakan tidak ada yang salah sama sekali. Ini memang dadakan namun semua sudah selesai dan semua akan siap.” Jawab Freya.


“Dengan siapa kak Kenzo akan menikah? Apa dengan Irma?” tanya Frisya.


Freya mengangguk, “Dengan siapa lagi memangnya?” ujar Freya tersenyum.


“Wah, aku tidak menyangka ini terjadi sangat cepat. Mereka baru saling mengenal dan begitu cepatnya yakin untuk melangkah menikah.” Ucap Friska.


“Kenzo dan Irma sudah kenal lumayan dek. Mereka saling mengagumi satu sama lain jadi tidak ada yang salah sama sekali. Untuk apa-apa berlama-lama jika sudah saling memahami karakter masing-masing yang nantinya hanya aka nada fitnah dan menambah dosa.” Ucap Freya.


“Lalu kenapa gak ada sama sekali masalah ini di bahas di grup kak? Biasanya jika ada acara pasti grup langsung heboh.” Ujar Friska.


Freya tersenyum mendengar ucapan adiknya itu, “Itu memang sengaja tidak ada yang membahas di group agar Kiana tidak tahu terkait hal ini. Kami memberikan kesempatan kepada Kenzo sendiri yang memberitahu kakaknya itu.” jelas Freya.

__ADS_1


“Lalu apa kak Kia akan datang bersama kakak ipar Zean?” tanya Frisya.


Freya mengangkat bahunya, “Kakak gak tahu karena memang tidak tahu apa Kenzo sudah menghubungi kakaknya itu atau tidak. Tapi satu hal yang pasti Kiana harus hadir di lamaran adiknya. Aku yakin Zean bukan laki-laki yang akan melarang istrinya menghadiri lamaran adiknya. Jadi kita lihat saja nanti apa Kiana akan datang bersama Zean atau tanpa Zean.” Ucap Freya.


Friska dan Frisya pun kini mengangguk mengerti, “Kalian sudah mengerti dan paham kan. Maka dari itu segeralah pergi dan jangan lupa mengambil pakaian kalian.” ucap Freya lalu dia segera meninggalkan kedua adiknya itu ke lantai atas karena memang masih ada yang harus dia kerjakan.


Friska dan Frisya pun saling memandang satu sama lain, “Kakak memang sat set sat sat banget. Keluarga kita juga sepertinya sudah ikut sat set nya kakak sehingga semua bisa di lakukan serba dadakan begini. Kita saja sampai gak tahu.” Ujar Frisya.


“Sepertinya bukan kita yang gak tahu hanya saja kita kemarin juga memiliki kegiatan kita sendiri sehingga melupakan apa ada yang terjadi di keluarga.” ucap Friska.


“Kau benar kak. Hmm, kak Ris menurutmu apa kak Kia akan datang sendiri atau kakak ipar Zean ikut juga?” tanya Frisya.


“Hmm,, Jika di lihat-lihat dari gelagat kakak ipar Zean yang sepertinya seperti kakak ipar Vino yang super bucin pasti dia akan ikut kak Kia. Kita lihat saja nanti.” Ucap Friska.


Kedua kakak beradik itu pun akhirnya tertawa sambil berjalan keluar menuju kenderaan masing-masing, “Hmm, dek sepertinya ini memang sudah takdir.” Ujar Friska.


Frisya pun menatap kakak keduanya itu dengan bingung, ”Maksudnya?” tanya Frisya.


“Semalam kita baru membahas terkait apa kau akan segera menyusul menikah atau tidak dan kau menjawab akan menikah nanti setelah lulus dengan mempertimbangan kelulusanmu yang memang tinggal dua bulan lagi dan juga Kenzo yang belum menikah. Tapi lihatlah apa yang terjadi hari ini, kita mendapatkan berita bahwa Kenzo akan melakukan lamaran. Sepertinya setelah pernikahan Kenzo di laksanakan kau pun akan menyusul dek. Cie,, apa kita sudah melakukan perjanjian untuk menikah berdekatan. Wah aku tidak bisa menyangka hal ini.” ujar Friska sambil menggelengkan kepalanya tidak menyangka dengan apa yang terjadi.


Frisya pun yang mendengar hal itu hanya tersenyum sambil dalam hatinya senang karena sepertinya perjalanannya menemukan jodoh berjalan lancar, “Sudah ahh ayo kita berangkat. Jika tidak berangkat aku yakin kakak akan turun dan memarahi kita yang datang terlambat.“ ujar Frisya.

__ADS_1


“Hmm, bilang aja kalau kamu malu membahas hal yang beginian.” Ujar Friska menggoda adiknya itu.


“Sudah ahh kak Risa. Daa aku duluan.” Ujar Frisya segera menghidupkan sepeda motornya dan melajukannya keluar halaman rumah Freya.


Friska yang melihat itu pun hanya tersenyum, “Aku tidak menyangka aku dan Frisya yang berjarak dua tahun dalam segi umur akan menikah hanya berjarak bulan.” Gumam Friska lalu segera menghidupkan mobilnya dan melajukannya juga keluar halaman rumah Freya segera melaju menuju klinik.


***


Sementara, di sisi Kenzo kini dia bersama Irma berada di butik tempat Freya memesan pakaian untuk acara lamaran mereka itu. Kenzo dan Irma segera melakukan fitting begitu tiba di butik itu setelah tadi dari percetakkan undangan express dan langsung di bagikan kepada penerima undangan yang di undang untuk acara lamaran mereka besok.


“Kak, bagaimana?” tanya Irma setelah mencoba kebaya yang di pilihkan Freya.


“Cantik. Sangat cantik. Cocok dengan dirimu.” Ucap Kenzo.


Irma pun tersenyum, “Emm, aku juga suka yang ini. Kak Reya benar-benar paham apa yang aku inginkan.” Ucap Irma tersenyum.


Setelah pakaian lamaran mereka sudah cocok dan fiks pun keduanya segera meninggalkan butik untuk membeli cincin lamaran di tempat Freya biasa membeli perhiasan.


Begitu tiba pegawai toko perhiasan itu yang langsung mengenali bahwa Kenzo adalah adik Freya pun langsung menyambutnya dengan ramah dan membawakan beberapa koleksi cincin perhiasan yang sebelumnya sudah di minta Freya untuk di perlihatkan kepada Kenzo dan Irma ketika mereka datang dan membiarkan Kenzo dan Irma yang memilihnya sendiri untuk lamaran mereka itu.


Sebenarnya Freya bisa langsung membeli dan memilihnya sendiri. Namun dia ingin Kenzo memiliki pengalaman sendiri membeli cincin dengan gadis yang dia cintai.

__ADS_1


Kenzo dan Irma pun langsung memilih cincin lamaran yang di bawakan oleh pegawai toko itu dan ternyata pilihan mereka sama dengan pilihan yang Freya ingin beli sebelumnya. Definisi cincin tahu kemana dia harus menemukan jodohnya. Setelah selesai memilih cincin Kenzo dan Irma pun melanjutkan untuk persiapan lainnya.


__ADS_2