Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
185


__ADS_3

Keesokkan paginya, di sisi Kenzo dan Irma mereka hari ini sedang bersiap-siap untuk berbulan madu ke Eropa. Mereka yang memang tinggal di kediaman mami Calista dan papi Baskara sedang bersiap dan berkemas untuk barang yang akan mereka bawa.


“Sudah siap semuanya sayang?” tanya Kenzo menatap istrinya.


Irma pun mengangguk, “Hum, semuanya sudah siap kak.” Jawab Irma.


Kenzo pun tersenyum, “Kalau seperti itu kita harus segera membawanya turun dan kita harus segera bersiap mandi. Pesawat akan berangkat pukul sepuluh nanti.” Ucap Kenzo. Irma pun mengangguk dan mereka segera bergantian untuk mandi.


Singkat cerita, kini Irma dan Kenzo sudah berada di bandara dengan Freya dan Kiana yang mengantar mereka, "Kenzo, jaga adik ipar kami ini dengan baik di sana." Ucap Kiana dan Freya bersamaan kepada Kenzo.


“Tentu kak. Kalian tenang saja. Aku pasti akan menjaga istriku walaupun tanpa kalian minta sekali pun karena itu sudah kewajibanku.” Jawab Kenzo sambil merangkul istrinya itu.


Irma yang mendengar ucapan suaminya itu pun hanya tersenyum, “Baiklah jika memang begitu. Kakak percayakan dia padamu. Selamat bersenang-senang di sana.” Ucap Freya.


Kenzo dan Irma pun mengangguk dan segera berpamitan kepada kedua kakaknya itu. Tidak lama pesawat pribadi Alvino pun lepas landas membawa sepasang pengantin itu berbulan madu ke Negara yang menjadi impian Irma sejak kecil yakni Paris. Memang Kenzo dan Irma itu mendapat hadiah dari Kiana dan Zean untuk bulan madu mereka dan Freya dan Alvino hanya memfasilitasi saja.


***


Tiga hari kemudian, Frisya dan Disa saat ini sedang di kampus mereka untuk yudisium. Mereka kini sudah resmi menyandang dua gelar sekaligus S.Farm dan gelar Apoteker.


“Selamat untukmu Disa.” Ucap Frisya kepada temannya itu saat mereka saling memasangkan selempang mereka.


“Ucapan yang sama juga untukmu sahabatku.” Balas Disa.


Setelah itu mereka segera mengambil foto bersama. Untuk wisuda mereka akan di laksanakan seminggu lagi.


Tidak lama setelah itu El datang bersamaan dengan Fazar. Kedua pria itu membawa buket bunga besar di tangan mereka mendekati dua wanita mereka dan segera memberikannya kepada Disa dan Frisya, “Terima kasih!” ucap Frisya dan Disa bersamaan.

__ADS_1


El segera merangkul Disa, “Hum, kalian mau pamer yaa. Mentang-mentang sudah halal sudah saling merangkul satu sama lain dan mau pemar kepada kami yang masih sedang menuju halal ini.” cibir Frisya pada sahabatnya dan El itu.


Disa dan El pun hanya tersenyum, “Kapan pernikahan kalian?” tanya El.


“Tiga minggu lagi.” Jawab Fazar.


“Abang El dan kamu Disa harus hadir di pernikahanku. Kemarin aku memaafkan kalian saat lamaran gak datang karena aku maklum kalian masih pengantin baru. Tapi untuk pernikahan, awas saja jika tidak datang.” ucap Frisya.


“Baik putri kami akan datang.” jawab Disa.


“Ee’ehh setelah ini kalian sudah tidak punya acara lain lagi kan?” tanya Fazar memastikan.


Frisya dan Disa pun menggeleng, “Gak ada kak. Emang apa lagi. Kita mungkin hanya foto-foto saja lalu pulang.” Jawab Frisya di angguki oleh Disa.


“Kita makan-makan dulu di resto kak Reya. Aku sudah mengundang Jery dan Dino.” Ucap Fazar.


Frisya pun mengangguk begitu juga Disa dan El, “Okay, mari kita lakukan itu.”


***


Singkat cerita, kini mereka sudah berada di Freya Resto. Begitu mereka masuk sudah ada Jery dan Dino yang menunggu di sana, “Ck, kalian ini mentang-mentang sudah punya pasangan kalian melupakan kami. Apalagi kamu Risya sudah jarang datang ke sini weekend.” Ucap Jery.


Frisya pun tersenyum, “Maaf boy. Aku lagi sibuk dengan laporanku dan kau juga tahu aku ini sibuk dengan berbagai pesta di kediamanku.” Jawab Frisya tersenyum. Dino dan Jery pun hanya mengerucutkan bibir mereka.


“Sudah, jangan bertengkar. Ayo pesan saja. Aku yang akan mentraktir kalian sebagai perayaan kelulusan calon istriku ini.” ucap Fazar.


“Wah, Jer sepertinya abang Fazar sudah tidak jadi kulkas lagi. Dia sudah sangat ramah dan sepertinya sudah terjangkit virus ceria calon istrinya itu.” ucap Dino.

__ADS_1


Mereka yang mendengar ucapan Dino itu pun hanya tersenyum. Setelah itu acara makan bersama itu berjalan dengan penuh canda tawa satu sama lain.


***


Tidak terasa waktu dengan cepat berlalu kini sudah acara wisuda Frisya. Keluarga hadir dalam wisuda kali ini. Fazar juga sudah pasti datang dan memberikan hadiah untuk calon istrinya itu. Dia bahkan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Alvino saat kelulusan Freya. Dia melamar Frisya di hadapan teman-temannya dan di saksikan oleh dosen-dosen kampus Frisya itu.


“By, dia sangat totalitas mengikutimu.” Ucap Freya sambil melihat apa yang terjadi di sana.


Alvino yang mendengar ucapan istrinya itu pun tersenyum, “Bahkan ucapan yang di katakan pun mirip dengan kosa katamu. Jangan katakan bahwa kau yang memberinya ide ini by.” Ucap Freya melirik suaminya itu.


“Hey, aku tidak melakukan itu sayang. Dia saja yang suka mengikutiku.” Ucap Alvino.


Freya pun hanya menarik nafasnya panjang mendengar ucapan suaminya itu lalu dia segera mendekati Frisya dan melihat cincin kedua yang terpasang di jarinya setelah cincin lamaran waktu itu, “Hum, cantik. Dia sangat tahu selera adikku ini.” goda Freya.


Frisya pun tersenyum malu, “Kaakk, jangan menggodaku. Lihatlah wajahku itu masih memerah karena lamaran ini. Aku malu. Entah dari mana kak Fazar mendapat ide melamarku di hadapan teman-temanku itu.” ucap Frisya menyembunyikan wajahnya di bahu kakaknya.


Freya pun tersenyum lalu menepuk punggung adiknya itu, “Kau ingat bukan. Kakak iparmu itu juga melakukan ini saat kelulusan kakak waktu itu. Sepertinya ini ide mereka. Tapi sudahlah jangan di permasalahkan. Bukankah kamu senang dan terharu dengan apa yang di lakukannya. Kakak juga senang melihatmu bahagia dek. Ini pantas kamu dapatkan. Dia sangat mencintaimu.” Ucap Freya. Frisya pun tersenyum membenarkan ucapan kakaknya itu.


Setelah itu sesi foto bersama pun di lakukan. Kegiatan yang terjadi seperti sesi foto pada umumnya yang di lakukan oleh semua orang ketika lulus.


“Aku tidak menyangka bahwa adikku ini akan di lamar oleh calon suaminya seperti apa yang di lakukan oleh kakak ipar pada kak Reya.” goda Friska kepada adiknya itu.


“Kak Ris, jangan menggodaku. Aku ini sedang malu dan berusaha menyembunyikannya. Kau justru membuatku merasa sangat malu sekarang.” Ucap Frisya. Friska yang mendengar ucapan adiknya itu pun seketika tertawa.


“Ohiya, kapan kalian akan mengambil foto pra wedding kalian dek?” tanya Friska.


“Hum, sepertinya mulai lusa atau besok.” Jawab Frisya.

__ADS_1


Friska pun mengangguk, “Kakak doakan semoga semua lancar sampai hari H nanti. Adikku ini akan memiliki suami yang kau cintai dan juga mencintaimu.” Ucap Friska.


“Aamiin.”


__ADS_2