Nyanyian Cinta

Nyanyian Cinta
107


__ADS_3

Di belakang juga pembahasan yang sama terjadi. Alvino dan Devano juga kepo dengan urusan ranjang Zean. Memang pasangan suami istri itu kompak ingin menggoda pasangan pengantin baru.


Zean pun menceritakan semuanya kepada para kakak iparnya itu yang juga relasi bisnisnya, “Hahahh, sungguh miris sekali dirimu.” Ucap Alvino tertawa setelah mendengarkan cerita Zean.


“Salah sendiri menundanya. Makanya jangan suka menunda.” Ujar Devano.


“Ya ya aku akui aku salah. Sudahlah memikirkan hal itu membuatku pusing saja kakak ipar. Jangan bicarakan lagi. Aku tidak ingin mendengar.” Ucap Zean. Alvino dan Devano hanya bisa menertawakan penderitaan Zean itu.


Kembali lagi kepada para istri, “Emm, tapi bagus juga sih. Nanti setelah kau suci dan habis haidnya maka masa suburmu mulai. Jadi kemungkinan memiliki keturunan bisa cepat. Siapa tahu aja kau bisa hamil secepatnya.” Ucap Salwa.


Kiana tersenyum, “Aamiin. Semoga saja begitu yaa kak.” Ucap Kiana.


Freya pun tersenyum sambil mengaminkan harapan adiknya itu. Lalu ketiga pasangan suami istri itu segera berbelanja kebutuhan mereka.


***


Kita tinggalkan para pasangan suami istri mari kita beralih pada pasangan yang sedang menuju halal, pasangan yang sedang melakukan pendekatan.


Friska, Frisya dan Irma berjalan di depan dengan ketiga laki-laki mengikuti mereka. Sementara Mark, Clemira dan Wina mereka juga satu grup di sebut dengan grup para remaja.


“Dek, bagus gak?” tanya Friska mengambil hiasan ponsel.


Frisya dan Irma mengangguk, “Bagus kak.” Ucap keduanya.


“Wah, kalian kompak.” Ucap Friska yang kemudian ketiga gadis itu tertawa.


Ketiga laki-laki di belakang mereka juga ikut melihat hiasan ponsel itu. Rezky tertarik pada hiasan ponsel pasangan lalu dia segera mengambil yang dia sukai, “Riska, ini bagus untuk kita.” Ucap Rezky segera mendekati calon istrinya itu.


Friska pun menerima yang di berikan oleh calon suaminya itu, “Emm, bagus. Riska juga menyukainya.” ucap Frisya tersenyum.


“Kalau begitu kita beli yang ini.” ucap Rezky lalu segera memasangkan ke ponselnya dan juga ponsel Friska yang dia pinjam.

__ADS_1


Frisya dan Irma yang melihat itu pun hanya tersenyum sambil menggeleng, “Dasar bucin.” Ucap Frisya lirih tapi masih bisa di dengan oleh Friska. Friska pun hanya tersenyum saja, dia membiarkan calon suaminya itu repot memasang hiasan ponsel itu di ponsel mereka.


Frisya juga melihat-lihat hiasan ponsel itu lalu dia tertarik pada hiasan ponsel pasangan juga. Frisya tersenyum dan hanya menyentuhnya saja. Hiasan ponsel alat music itu menarik hatinya seperti hiasan ponsel di salah satu drama korea kesukaannya, “Ambil saja dek.” ucap Friska yang melihat tatapan suka di wajah adiknya itu.


Frisya menggeleng, “Terus aku akan memakainya dengan siapa kak. Sudah kau ada calon kakak ipar yang bucin. Aku bagaimana?” ucap Frisya mengembalikan hiasan ponsel alat music itu.


Fazar yang mendengarnya begitu Frisya mengembalikannya langsung mengambilnya, “Kita akan memakainya.” Ucap Fazar lalu langsung mengambil ponsel Frisya dari tangan gadis itu.


“Kak, kembalikan ponselku.” Ucap Frisya langsung mengikuti Fazar yang berjalan lebih dulu. Friska tersenyum melihat itu.


“Bagaimana cantik gak?” tanya Rezky setelah selesai memasang aksesoris ponsel itu di ponselnya dan juga ponsel Friska.


Friska pun menerimanya lalu tersenyum, “Cantik.” Ucap Friska.


“Yah, memang cantik tapi kamu lebih cantik.” Ucap Rezky.


“Dasar gombal tidak tau tempat.” Balas Friska segera berjalan lebih dulu. Rezky pun segera menyusul calon istrinya itu.


Kini meninggalkan Irma dan Kenzo dalam suasana canggung. Irma pun mencoba berjalan tapi Kenzo menahannya, “Kau tidak ingin memilih satu?” tanya Kenzo lalu mulai melihat hiasan ponsel yang dia sukai.


Irma pun tersenyum lalu dia melihat hiasan ponsel itu. Jujur saja dia juga iri dan ingin merasakan apa yang di rasakan oleh Friska dan Frisya, “Bagus gak?” tanya Kenzo memperlihatkan pilihannya.


Irma pun mengangguk, “Bagus. Tapi Irma lebih suka yang ini.” Tunjuk Irma kepada pilihannya.


Kenzo pun mengambil pilihan Irma itu lalu mengangguk-ngangguk, “Emm,, ini juga bagus. Kalau begitu kita beli keduanya agar bisa di ganti nanti.” Ucap Kenzo.


Irma pun tersenyum lalu mengangguk saja, “Kemarikan ponselmu.” Pinta Kenzo.


Irma pun mengambil ponselnya dari tasnya dan memberikannya kepada Kenzo, “Pilihan siapa dulu nih yang di pakai?” tanya Kenzo.


“Emm, terserah kakak saja.” jawab Irma.

__ADS_1


Kenzo pun terkekeh, “Kau ternyata benar-benar anak perawan.” Ucap Kenzo.


Irma pun menatap Kenzo sambil mengangkat alis, “Yah karena jawabanmu terserah khas anak perawan banget.” Ujar Kenzo kemudian. Irma pun hanya bisa tersenyum malu.


Sementara di sisi Frisya dan Fazar, “Kak, kemarikan ponsel Risya?” pinta Frisya.


“Sebentar dek. Bentar lagi selesai.” Ucap Fazar menolak sambil memasangkan hiasan ponsel itu di ponsel Frisya.


“Gak mau kak. Kembalikan kak.” Ucap Frisya.


Fazar pun segera menyerahkan ponsel Frisya itu yang sudah terpasang hiasannya, “Apa kamu gak mau couple-an dengan seorang asisten.” Ucap Fazar.


Frisya yang mendengar itu segera diam dan mengembalikan ponselnya kepada Fazar. Lalu dia meninggalkan Fazar, dia berjalan cepat. Fazar tersenyum, “Jadi benar kau tidak suka aku merendahkan diriku?” tanya Fazar saat dia berhasil menahan lengan Frisya.


“Lepas kak. Jangan sembarangan menyentuhku. Ini tempat umum.” Ucap Frisya.


“Kakak tidak akan melepaskannya sebelum kau menjawab pertanyaan itu?” ucap Fazar.


Frisya pun segera menatap Fazar lalu meneteskan air matanya, “Iya. Apa sekarang kakak puas mendengarnya.” Ucap Frisya lalu menghempaskan tangan Fazar dan kembali meninggalkan Fazar.


Friska dan Rezky melihat itu, “Ada apa dengan mereka?” tanya Rezky hendak mendekat tapi di tahan oleh Friska.


“Biarkan saja mereka. Mereka sedang meluruskan masalah mereka. Jangan ikut campur. Mereka sudah dewasa tahu mana yang baik dan salah untuk hubungan mereka.” ucap Friska.


Rezky pun mengangguk saja lalu keduanya segera menuju tempat lain untuk membeli oleh-oleh mereka nanti.


Fazar pun segera mengejar kembali Frisya, “Maaf dek. Kakak janji tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi. Kakak janji tidak akan merendahkan diri lagi. Tapi kakak mohon maafkan kakak yaa.” Ucap Fazar setelah kembali berhasil menyusul Frisya.


“Kakak selalu meminta maaf tapi tetap mengulanginya.” Ucap Frisya.


“Janji itu terakhir kalinya. Jika nanti kakak mengatakan hal seperti itu lagi. Kamu bisa memberikan hukuman kepada kakak. Apapun hukumannya akan kakak terima. Tapi tolong maafkan kakak yaa”. Ucap Fazar memohon.

__ADS_1


Frisya pun yang melihat itu menjadi tak tega, bagaimana mungkin dia membiarkan pria yang dia cintai memohon seperti itu tapi dia tidak suka Fazar merendahkan dirinya lagi.


“Janji?”


__ADS_2