
Hari ke 2 Ujian Perekrutan Murid Sekte
Semuanya Berkumpul Di Paviliun Jiwa. Paviliun Jiwa memiliki 999 lantai Yang sangat tinggi hingga menjulang ke atas langit. lantai 1 - 499 berada di Sekte Naga Api sedangkan 500 -998 berada di Sekte Naga Langit Dan lantai 999 beradu di Sekte Dewa Naga.
"Tuan muda semua nya sudah berkumpul dia sini.." Kata Patriak long yang menginformasikan
Tempat Ujian yang tadinya sepi menjadi ramai kembali akan murid murid dan ada beberapa yang di jaga oleh kultivator
"Semuanya mari kita mulai!!..." Liu Yan berteriak untuk lebih meramaikan suasana
Murid yang lolos nya pun Mulai menaiki Paviliun Jiwa Satu persatu . Di gelombang pertama terdapat seribu murid dan yang bisa mencapai lantai 5 hanya lima puluh orang sedangkan ada satu pemuda menggunakan topeng yang masih bertahan di lantai 55 langkah demi langkah ia lewati dengan sangat mudah seakan akan hanya Melawati tangga biasa
"Murid yang cukup jenius...."Liu Yan berkata dan memerhatikan nya lagi
Pemuda tersebut pun mulai mengalami hambatan Di lantai 99 dan hanya satu langkah lagi dia bisa menjadi murid inti.Namin pemuda itu tidak menyerah dan bertekad. Liu Yan yang memperhatikan mulai tertarik kepadanya
"Aku Tidak akan menyerah!!!.." teriak pemuda itu dan sebenarnya bukanya ia bisa Melawati dengan mudah setiap tangga tapi karena kegigihannya lah yang membuat tangga tangga sebelumnya begitu mudah untuk di lewati
Namun berbeda dengan tangga ke seratus ujian di lantai itu adalah menghadapi masa lalu.
"Sepertinya Anak itu memiliki masa lalu yang kelam.." gumam Liu Yan
" Sayang sekali seperti nya ia tidak bisa menggapai tangga tersebut sebelum ia benar benar bisa menghadapi masa lalunya" Patriak long yang memperhatikan pemuda itu.
"Tuan muda apa yang harus kita lakukan? anak itu memiliki potensi yang sangat tinggi namun tidak bisa melewati lantai ke 100..."
"Biarkanlah Patriak long cepat atau lambat ia harus bisa menghadapinya jika kita ikut campur itu tidak akan membuat nya menjadi lebih kuat..." Liu Yan menghela nafas beratnya
Pemuda itu tiba tiba duduk di antara lantai 99 dan 100.Dan setalah beberapa saat ia pun terbangun dan melanjutkan nya.Semuanya tersentak kaget karena pemuda itu sesaat sebelumnya mengalami kesulitan yang mendalam
Langkah demi langkah ia lewati dan lantai 105 adalah batas nya
"Sayang sekali meskipun tekadnya kuat namun tidak dengan jiwa nya yang terkoyak karena penuh dengan kebimbangan.." ucap Liu Yan dengan menggeleng gelengankan kepalanya
Setalah gelombang pertama selesai disusul dengan gelombang kedua yang mulai menaiki anak tangga. Hampir seribu orang yang melewati lantai 5 dan ratusan sampai di lantai 30 dan hanya lima yang sampai lantai 50 Tidak kalah dengan gelombang pertama ada satu remaja juga yang menaiki tangga itu dengan mudah Tidak lain merupakan
Dong Za yang arogan.
Meskipun Arogan Dong Za benar benar memiliki kemampuan bahkan di lantai 100 ia melawan nya dengan sangat muda.Langkah demi langkah ia lewati dan hampir ke lantai 150 Tiba tiba ia mengalami hambatan Ujian di lantai 150 merupakan Ujian melawan Ego diri sendiri.
Dong Za Sangat kesulitan ketika melawan egonya sendiri karena sifatnya yang egois dan Arogan.
"Kenapa aku harus melawan diri ku sendiri.." Dong Za yang mengeratkan giginya karena ujian yang begitu menjengkelkan
"Dong Za bukankah kamu itu spesial?.Dong za Bukankah kamu yang paling jenius ?..." ucap bayangan Dong Za yang senyum bengis dan membuat dong Za marah
"Tidakkkkk..... kenapa harus kamu?... aku tidak ingin berbicara lagi dengan mu. Tolong pergilah dari kehidupanku!!.." Dong Za yang menjadi gila seperti orang bodoh
"Dong Za lihatlah dirimu yang arogan itu bisakah kamu mengalahkan ku.." Bayangan Dong yang terus berbicara setajam silet
__ADS_1
Semua orang yang melihat dong Za berbicara sendiri menjadi terheran heran
"Apakah dia sudah gila?!..."
"Sepertinya Otaknya tidak berjalan .."
Semuanya yang melihat tingkah dong Za tertawa dengan keras
"Semuanya Harap tenang!.." Patriak long yang mengeraskan suaranya.
"Tuan muda harus kah saya menolong nya?.."
"Tidak perlu kamu tidak perlu membantunya karena ini juga merupakan hambatan untuk tidurnya jika ia tidak bisa melawannya maka untuk kedepannya dia akan terus di hantui bayang bayang tersebut.." Liu Yan yang menjelaskan kepada Patriak long dengan bijaksana
Di tempat Tangga Jiwa Dong Za masih
Dalam keadaan yang benar benar mengerikan Mentalnya sudah tak tertolong bahkan tertawa tawa sendiri seperti orang gila pada umumnya.
"Patriak long bantu dia, Dia tidak bisa melalui.... " Liu Yan yang memerintah Patriak long dengan penuh kekecewaan
"Dimengerti Tuan muda..."
"Bawa dia paviliun Pill dan berikan Pill ini kepadanya ...." ucap Liu Yan dan memberikan 1 butir Pill.
Gelombang terakhir yaitu gelombang ketiga
Berbeda dengan gelombang sebelumnya bahkan semua murid bisa naik ke lantai 5 dengan mudah dan yang paling lemah hanya berhenti dilantai 30 . Dan Ratusan orang orang yang mencapai lantai 50.
Namun sayang sekali Lan Xue Hua tidak mengikuti ujian tersebut karena jiwa dalam keadaan Terkoyak yang memaksakan diri untuk menahan Aura intimidasi dari Liu Yan hanya dengan Panah penyempurnaan Qi tahap awal
Langkah demi langkah mereka lalui bersama kemudian Lin Zhi gugur pertama di lantai 123 dan di susul Shi Rui di lantai 124. Namun berbeda dengan Hu Tao dan Qin Wuqing yang masih dapat Melawati tangga tersebut dengan mudah.
Beberapa saat kemudian Qin Wuqing Mengalami Hambatan yaitu di lantai 150 yaitu melawan Ego sendiri berbeda dengan Hu Tao yang sudah melewati lantai tersebut
Qin Wuqing meskipun jenius dia juga tidak berbeda dengan Dong Za yang memiliki sifat sombong dan egois namun berbeda dengan Dong Za yang hanya memiliki mental anak SD. Sedangkan Qin Wuqing memiliki mental yang kuat dan tekad yang dalam untuk menjadi terkuat.
Keringat membahasi wajah Cantik Qin Wuqing dan lekukan tubuh yang terlihat karena basah.dan masih belum juga melewati hambatan tersebut Qin Wuqing mulai mengeratkan tangannya dengan sekuat tenaga karena menahan amarahnya karena ucapan bayangan tersebut
"Tidak mungkin!!.Kamu tidak mungkin baik baik saja sesudah mendengar semua omongan ku..." ucap bayangan Qin Wuqing
"Sayang sekali aku berbeda dengan Dong Za meskipun bakat ku lebih buruk dari nya tapi tidak dengan tekad ku..." Qin Wuqing berkata dengan wajah sinis dan mulai menghancurkan egonya
"Tidakkkkk....
Meskipun Qin Wuqing bisa melewati lantai 150.namun sayang sekali keberuntungan tidak ada untuk kedua kalinya dan dia berhenti di lantai 151 dan menyisakan Hu Tao sendirian
Hu Tao masih bisa melewati tangga tangga tersebut hingga satu langkah sebelum sampai di lantai 200 berbeda dengan lantai 100. yang memiliki ujian menghadapi masa lalu. Ujian di lantai 200 adalah Menghilangkan rasa penyesalan
Hu Tao di gambarkan seperti anak laki pada umumnya tidak ganteng dan juga tidak jelek namun kepribadiannya seperti Liu Yan yang suka berbuat baik pada semua orang. Namun itu hanya dulu
Hu Tao dulunya memiliki Kekasih yang sangat cantik dan bodohnya Hu Tao mempercayai bahwa ia benar benar mencintai dirinya. Sampai suatu ketika ia melihat bermesraan dengan senior Hu Tao
__ADS_1
"Liu ran bukan kah kamu mencintai Hu Tao?.."Ucap senior yang sambil membelai tubuh Liu ran yaitu kekasih Hu Tao
"Tidak mungkin aku mencintai nya aku hanya memanfaatkannya karena dia cukup berbakat mana mungkin aku mau dengan orang yang jelek seperti nya..." Jawab Liu ran yang melepas pakaian Senior Hu Tao
Hu Tao yang mendengarkan langsung pembicaraan mereka pun langsung marah dan dirinya sangat menyesal karena mempercayai seseorang sepertinya
"Liu ran bukankah Hu Tao yang bodoh itu" senior yang mengejek
"Kamu pikir orang jelek dan bodoh sepertimu pantas untuk ku.." ucap Liu ran yang masih bermesraan dengan senior Hu Tao meskipun dilihat oleh kekasihnya sendiri
"Hahahaha sungguh takdir yang sangat lucu sekali. selama ini aku menganggap kalian berdua adalah teman yang sangat berharga. Namun sangat ironis sekali..." Hu Tao yang tertawa dengan nada yang sedih dan mulai menyesali hal tersebut
Hu Tao yang tidak terima karena bukan hanya di khianati oleh kekasihnya namun juga dengan kakak senior nya pun mulai menyerang Senior nya
"Tebasan Pemecah ombak..." Hu Tao yang menyerang Senior dengan membabi buta dan tidak fokus terhadap teknik pedangnya dengan perasaan sedih Hu Tao masih menyerang seniornya meskipun mustahil untuk mengalahkan nya
Senior menghindar semua serangan Hu Tao dan masih menertawakan dirinya
"Dewa kenapa kamu membuat ku menjadi seperti ini. Bukankah aku selama ini baik terhadap siapapun.." Hu tai yang masih menggantungkan pedangnya dengan perasaan sedih
Senior yang kesal karena mendengarkan perkataannya pun langsung memukul nya dengan sangat keras hingga terbentur dengan tembok bangunan Sekte
"Berisik sekali anak ini..." ucap Liu ran dan seniornya dengan tatapan penuh kejijikan
"hahaha kamu pikir aku akan putus asa hanya dengan ini?. lucu sekali suatu hari nanti aku akan menjadi kuat dan kamu akan menyesalinya .." ucap Hu Tao dengan penuh keyakinan dan bertekad
"Kau pikir aku percaya dengan omong kosong mu itu. senior bukankan dia terlalu bodoh sekarang.." ejek Liu ran "benar sekali mungkin dia sudah gila"
Hu Tao tanpa mendengarkan perkataan mereka pun langsung Pergi begitu saja
Dan untuk kedua kalinya dirinya mengalami hal itu yaitu satu di kehidupan nyata dan satunya lagi di Paviliun nyata. Sungguh kenyataan yang sangat pahit
Dan tanpa semua orang duga Hu Tao melewati lantai 200 meskipun kesulitan terlihat di wajahnya Dan tidak berhenti di situ Hu Tao masih mengambil langkah demi langkah dan di pun akhirnya di ambang batas yaitu lantai 249 dan tidak berhasil ke lantai 250.
Suara yang menyambut Hu Tao dengan sangat meriah. Hu Tao yang mendengar perkataan seseorang pun kembali tersenyum
" Jenius sejati....."
"Lumayan setidaknya ini cukup untuk menjadi murid ke dua ku.." Liu Yan yang berkata dan melompat ke arah Hu Tao
"Hu Tao kamu aku angkat kamu menjadi murid kedua karena memiliki tekad kuat dan pantang menyerah.." ucap Liu Yan dengan lembut
"Murid menghadap Guru!.." Jawab Hu Tao dengan wajah bahagia selain Diakui orang lain dirinya pun menjadi murid tetua dalam meskipun umurnya lebih mudah darinya
Di Dunia kultivasi umur tidak membedakan apapun.hanya kekuatan yang menjadi kesenjangan diantara keduanya
"Semuanya untuk ujian berikutnya Adalah Kompetisi .." Patriak long yang memberitahukan.
"Semuanya kembali ke tempat masing².."
Setelah Semuanya kembali . Liu Yan pun mengajak Hu Tao ke perpustakaan dan tanpa Liu Yan sadari Lan Xue Hua mengikuti nya selama ini dan ketika Liu Yan ke kamarnya ia pasti berpura pura sakit
__ADS_1
Bersambung.