Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.227 - Naga Merah


__ADS_3

Guan Du bertarung melawan dua Tetua Sekte Darah Kematian sekaligus yang berada di tingkat yang sama dengan dirinya, yaitu Immortal Spirit tahap akhir.


Guan Du melesatkan ribuan benang baja, namun semuanya dapat di hindari oleh Tetua Kelima dan Tetua Keenam. Guan Du melakukan gerakan menarik tangan kanannya, membuat semua benang yang melewati dua Tetua berbalik dengan cepat.


Tetua Keenam menyadari hal itu dengan cepat hingga ia bergerak terbang ke atas, sementara Tetua Kelima berakhir terjerat oleh benang-benang baja.


Guan Du mengepalkan tangannya, membuat jeratan benang baja pada Tetua Kelima semakin mengerat.


Sementara Tetua Keenam, seolah tidak peduli dengan Tetua Kelima, ia melesat menyerang Guan Du.


Jeratan benang baja Guan Du seperti tidak berpengaruh pada Tetua Kelima, Tetua Kelima hanya terlihat sedikit menahan sakit sebelum bilah-bilah darah keluar dari tubuhnya, memotong semua benang-benang baja di tubuhnya.


Terlihat pakaian Tetua Kelima so ek di mana-mana, luka di tubuhnya juga sangat banyak. Semua bilah darah yang sebelumnya keluar, membentuk cairan darah kemudian masuk ke dalam tubuh Tetua Kelima melalui semua luka di tubuhnya. Tidak berselang lama, semua luka-luka itu pun tertutup, sembuh dalam sekejap mata.


Sebagai kultivator yang menguasai hukum darah, tentu Tetua Kelima memiliki regenerasi yang sangat cepat.


“Jika bukan karena Teknik Darah Besi, tubuh ku pasti sudah tercincang-cincang,” Tetua Kelima mendengus kemudian melesat membantu Tetua Keenam.


Tapi belum sempat ia bergerak, pancaran energi petir melesat ke arahnya. Tetua Kelima segera membuat perisai darah.

__ADS_1


*BOOMM!!


Tetua Kelima terpental puluhan meter, melihat ke arah sumber serangan membuatnya melebarkan mata melihat sosok Elang Petir raksasa yang menyerangnya.


Tetua Kelima terlalu fokus dalam pertarungan hingga ia tidak menyadari kalau ada banyak Spirit Beast yang kini membantu musuhnya.


“Dari mana datangnya gerombolan Spirit Beast ini?!” Tetua Kelima terdiam mematung di tempat.


“Melihat ke mana kau!”


Tetua Kelima melebarkan matanya saat melihat Elang Api sudah berada tepat di atasnya, mengibaskan sayap besarnya membuat badai petir dahsyat.


Tetua Kelima dengan sekuat tenaga menghindari dan menangkis semua badai petir tersebut.


Sementara Guan Du kesulitan melawan dua Tetua, Ular Naga Merah dapat membuat dua Tetua Sekte Darah Kematian yang melawannya harus kerepotan.


Kulit Ular Naga Merah yang sangat keras serta di lapisi energi magma panas membuat serangan mereka hanya bisa menggores kulitnya. Meskipun serangan mereka bisa menembus kulit, itu pun hanya bisa memberikan sedikit luka yang tidak berarti.


Jika saja bukan karena ukuran tubuh Ular Naga Merah yang besar, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga pasti tidak akan mudah melihat pergerakan Ular Naga Merah.

__ADS_1


“Kau terlihat menyedihkan, cacing merah.”


Saat Ular Naga Merah masih berada di tengah pertarungan, ia mendengar suara yang sangat ia tidak suka. Ular Naga Merah dan dua Tetua sama-sama bergerak mundur mengambil jarak.


Ular Naga Merah menoleh ke sumber suara, melihat sosok Spirit Beast berkaki 4, tubuh seperti kadal dengan kulit seperti baja kemerahan, kepalanya seperti naga dengan dua tanduk dan sepasang sayap di punggungnya.


Dia adalah salah satu Raja Spirit Beast di Planet Gurad yang juga memiliki garis keturunan naga di tubuhnya, meskipun sama-sama tipis seperti Ular Naga Merah.


“Kau masih saja jelek seperti biasa, kadal api!” Ular Naga Merah memberikan tatapan tajam.


Memang di Planet Gurad, Ular Naga Merah dan Naga Api sering melakukan pertarungan untuk menentukan siapa naga yang sesungguhnya. Meskipun pertarungan mereka selalu berakhir seri tanpa pemenang.


“Kenapa kau ada di sini? Kenapa yang lainnya juga datang? Apakah bocah manusia itu meminta bantuan kalian?”


“Begitulah, aku sebenarnya cukup malas berurusan dengan manusia tapi mau bagaimana lagi, apa yang di tawarkan manusia itu tidak mungkin di tolak. Kau seharusnya paham.”


Sementara dua Spirit Beast itu sedang berbicara, Tetua Kedua dan Tetua Ketiga diam dengan kewaspadaan penuh. Mereka tidak berani melancarkan serangan lebih awal.


Melawan Ular Naga Merah saja sudah sangat merepotkan apa lagi jika harus melawan dua Spirit Beast sekaligus.

__ADS_1


“Tidak perlu basa-basi lagi, aku ingin segera mengakhiri ini untuk mendapatkan imbalan dari bocah manusia itu. Kemudian aku akan menjadi Spirit Beast Immortal King dan mengalahkan mu!” Naga Api langsung menyemburkan nafas apinya, bersamaan dengan Ular Naga Merah yang melakukan hal sama.


Peperangan di luar angkasa Planet Yun semakin memanas dan kacau, korban terus berjatuhan di kedua pihak. Kedatangan para Spirit Beast Planet Gurad yang dipimpin oleh 5 Raja Spirit Beast benar-benar mengubah alur peperangan yang awalnya di dominasi oleh Sekte Darah Kematian kini sudah berbalik.


__ADS_2