Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.491 - Yu Ren


__ADS_3

Setelah babak keempat ini sudah resmi di mulai, Tetua Gong Lang yang berada di atas arena langsung melakukan pemilihan peserta secara acak seperti saat di babak ketiga sebelumnya.


“Nomor 90 dan nomor 3001!”


Dua peserta langsung naik ke atas arena. Setelah Tetua Gong Lang memulai pertarungan, kedua peserta langsung bergerak menyerang musuh.


Sementara itu, di tribun khusus untuk para peserta, mereka sedang menonton pertarungan, menganalisis kekuatan musuh yang mungkin menjadi lawan mereka nanti.


“Xiang Shui!”


Xiang Shin dan kelompoknya masih duduk berdiskusi hingga terdengar suara yang memanggil Xiang Shui.


Mereka menoleh ke sumber suara, melihat sosok gadis cantik yang mendekati mereka sambil tersenyum sederhana.


Dia adalah Yu Ren, gadis yang menjadi lawan pertama Xiang Shui di babak ketiga sebelumnya.


Xiang Shin dan yang lainnya langsung tersenyum penuh makna ke arah Xiang Shui.


“Apa-apaan senyuman kalian!” Xiang Shui tentu tau arti senyuman mereka.


Xiang Shin menepuk bahu putranya kemudian mengucapkan kata-kata bijak.


“Bagus nak, ibu mu menunggu mu membawakan seorang menantu untuknya.”


“Diam kau!” Xiang Shui berkata dengan suara di tekan.


“Kakak, apa dia calon kakak ipar ku?” Xiang Lan berbisik pada Xiang Shui.


Xiang Shui hanya menghela nafas, ia sungguh tidak suka situasi seperti ini. Namun dia tidak mungkin mengusir Yu Ren.

__ADS_1


“Saudari Yu Ren, kau juga datang menonton di babak keempat ini?” Xiang Shui juga tersenyum.


“Tentu saja, tidak mungkin aku melewatkan acara turnamen ini. Aku juga ingin melihat bagaimana kekuatan generasi muda lainnya.”


Xiang Lan yang duduk di samping Xiang Shui, bergeser ke samping, memberi cukup ruang.


“Saudari Yu Ren, mari duduk di sini!”


“Kalau begitu permisi,” Yu Ren pun duduk di tengah-tengah antara Xiang Lan dan Xiang Shui, meskipun lebih dekat ke Xiang Shui. “Aku Yu Ren, salam kenal semuanya.”


“Di babak sebelumnya, kau dan saudara kembar mu bertarung dengan sangat luar biasa. Saudara Shin, sebelumnya kau terlihat hanya bermain-main saja dengan lawan-lawan mu.” Yu Ren berpikir Xiang Shin adalah saudara kembar Xiang Shui.


“Ah Yu Ren, jika kau memanggil ku saudara, mungkin Shui’er akan memanggil mu bibi.” Xiang Shin tertawa kecil.


“Eh, apa maksud mu?”


Yu Ren mengikuti pandangan Xiang Shui.


“Halo, aku Xiang Lan, Xiang Shui adalah kakak ku.” Xiang Lan tersenyum.


“Jadi kau sadarinya Xiang Shui? Lalu Xiang Shin..?”


“Dia ayah kami.”


Jawaban Xiang Shui membuat Yu Ren terdiam. Ia melihat Xiang Shin usianya mungkin lebih muda dari Xiang Shui, bagaimana bisa dia menjadi ayahnya?


“Memang sulit di percaya, tapi begitulah kenyataannya. Karena beberapa keadaan khusus, dia lebih muda dari kami.”


Yu Ren tidak bertanya bagaimana itu terjadi karena tidak sopan menanyakan urusan pribadi keluarga orang lain. Jadi dia hanya bisa menebak-nebak saja.

__ADS_1


“Jadi Yu Ren, apa kau akan memanggil ku saudara?” Xiang Shin menggoda Yu Ren, “atau kau mungkin ingin memanggil ku ayah mertua?”


“Eh.. itu..” Yu Ren berusaha agar wajahnya tidak terlihat tersipu.


“Ayah, berhentilah menggoda saudari Yu Ren!”


Xiang Shin tertawa, ia pun kembali fokus ke arena untuk menonton pertarungan peserta lain.


Pertarungan pertama berlangsung selama sekitar satu jam hingga akhirnya pemenangnya sudah di tentukan. Kedua peserta mendapatkan luka yang cukup parah karena mereka yang bertarung sengit dengan setara.


“Nomor 73 dan nomor 1028!”


Dua peserta melompat ke arena, mereka berdua mendarat di posisi yang saling berhadapan dengan jarak belasan meter.


Xiang Shin menaikkan alisnya melihat salah satu dari kedua peserta tersebut.


“Dia adalah Tang Yong, murid berbakat dari Sekte Kuil Surga. Aku pernah melihatnya bertarung sekali, dia memang sangat kuat.” Ucap Yu Ren.


“Dia sebelum berada di grub yang sama dengan ku. Aku lihat dia bisa mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah.” Xiang Lan memiliki rasa segan pada Tang Yong itu.


“Oh, tumben sekali kau mengagumi seseorang, Lan’er. Apakah ini tanda-tanda kalau dia akan menjadi calon menantu ku?” Xiang Shin menggoda putrinya.


“Diam kau!” Xiang Lan membentak ayahnya.


“Eh? Dia membentak ayahnya sendiri?” Yu Ren hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya. Ia tidak tau ada masalah apa yang di miliki keluarga Xiang Shui.


Yu Ren melihat Xiang Lan bahkan tidak menunjukkan tatapan hormat pada Xiang Shin yang merupakan ayahnya.


“Hah.. yah, dunia memang memiliki banyak keanehan.” Yu Ren memilih mengabaikan pemikirannya dan fokus menonton pertandingan di arena.

__ADS_1


__ADS_2