
Xiang Shin membuka matanya, ia terlihat bingung menyadari dirinya berada di luar angkasa.
“Bagaimana aku bisa berada di sini?” Xiang Shin menggaruk kepalanya, berusaha mengingat hal apa yang terjadi pada dirinya terakhir kali.
“Bajingan Tua itu! Di mana dia berada?!” Xiang Shin refleks mengeluarkan pedang, memasang kuda-kuda, melihat ke segala arah namun tidak menemukan keberadaan Tetua Gu.
“Apa yang terjadi? Di mana bajingan tua itu?” Xiang Shin mengerutkan keningnya, “dia seharusnya sudah membunuh ku, bagaimana aku bisa masih hidup? Apakah ada seseorang yang menyelamatkan ku?”
Xiang Shin berpikir keras namun ia tidak menemukan siapa pun yang berpotensi menjadi orang yang menyelamatkannya.
“Yah, yang penting aku masih hidup. Aku harus memulihkan kekuatan ku dulu lalu kembali ke Planet Yun.” Xiang Shin terbang menuju sebuah asteroid yang mengambang di luar angkasa.
Ia langsung bermeditasi di sana, memulihkan luka dan energinya.
Dalam beberapa hari, Xiang Shin bisa memulihkan kondisinya ke puncak. Ia langsung menciptakan susunan formasi sihir, berteleportasi kembali ke Planet Yun.
Dalam sekejap Xiang Shin bisa tiba di Planet Yun. Ia segera terbang menuju kediaman Keluarga Yun.
Setibanya di sana, para kultivator yang menjadi penjaga gerbang langsung menghampirinya.
“Tuan Shin, akhirnya anda kembali. Apa anda baik-baik saja?”
“Kami semua sangat mengkhawatirkan mu, terutama Nona Muda, dia sangat mengkhawatirkan Tuan Shin.”
“Aku baik-baik saja. Di mana Yihua sekarang?”
__ADS_1
“Dia mungkin berada di kediamannya, Tuan Shin.”
“Oh ya, Tuan Shin, saya ingin melaporkan kalau Planet Xue telah hancur.”
“Apa? Bagaimana Planet Xue bisa hancur?” Xiang Shin mengerutkan keningnya, ia menyuruh para Spirit Beast itu untuk menghancurkan Sekte Darah Kematian saja, kenapa malah Planet Xue juga hancur.
“Aku mendengar ada segerombolan Spirit Beast tingkat tinggi yang menyerang Sekte Darah Kematian. Tapi sekte-sekte lain malah menyerang para Spirit Beast itu dan akhirnya Planet Xue hancur.”
***
“Ah.. mereka terlalu berlebihan,” Xiang Shin sedikit menghela nafas, “tapi tidak masalah, lagi pula siapapun yang ada di Planet Xue tidak ada hubungannya dengan ku.”
“Tuan Shin, apakah yang menghancurkan Planet Xue itu adalah para Raja Spirit Beast Planet Gurad yang membantu kita sebel?”
“Ya begitulah,” Xiang Shin mengangguk “Kalau begitu kembalilah bertugas!”
Para penjaga menangkupkan tangannya kemudian Xiang Shin pergi mencari Yun Yihua.
“Xiang Shin!”
Saat masih terbang, Yun Yihua terlihat datang dari kejauhan, melesat cepat ke dalam pelukan Xiang Shin.
“Kau tidak apa-apa kan? Apa kau terluka? Apakah ada yang kurang?”
“Oh, jika kau ingin memeriksa apakah ada yang kurang dari ku atau tidak..” Xiang Shin mendekatkan bibirnya di telinga Yun Yihua, “kita harus pergi ke kamar terlebih dahulu.”
__ADS_1
“Kau masih saja bisa bercanda di saat seperti ini! Aku sangat mengkhawatirkan mu!” Yun Yihua memukul pelan perut Xiang Shin. Ia kesal namun senang di saat yang bersamaan.
“Kau cepat sekali kembali? Apakah ada masalah? Bagaimana dengan tunangan saudari Xian Lin?”
Ekspresi Xiang Shin berubah serius, ia kemudian menceritakan semua yang terjadi padanya.
“Keluarga Luo.. beraninya mereka melukai suami ku! Akan aku hancurkan mereka semua!” Yun Yihua berteriak marah dalam hatinya dengan tangan mengepal erat.
“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Jika mereka mengetahui kalau kau masih hidup maka mereka pasti akan mengirim seseorang untuk membunuh mu.”
“Aku memiliki beberapa rencana.”
***
“Selamat datang kembali di Keluarga Luo, putri ku,” Luo Qi Hai tersenyum lebar saat kapal angkasa mendarat di area tertentu Kediaman Keluarga Luo.
Luo Xian Lin hanya diam dengan ekspresi kosong, matanya terlihat seperti orang yang sudah mati.
Sebelumnya setelah selesai membicarakan beberapa hal dengan ayahnya. Luo Xian Lin bergegas keluar dari ruangan kapal untuk mencari Xiang Shin, takut terjadi sesuatu pada pemuda itu.
Sayangnya ia sama sekali tidak menemukan keberadaannya. Ia bertanya pada Tetua Tsu dan Tetua Tsu menjawab kalau Xiang Shin sudah pergi karena urusan mendesak di Planet Yun.
Mendengar hal itu, wajah Luo Xian Lin berubah pucat. Tentu saja ia tidak percaya dengan perkataan Tetua Tsu. Mengingat Tetua Gu juga tidak terlihat di kapal, Yun Yihua menduga kalau Xiang Shin telah di bunuh oleh Tetua Gu.
Luo Xian Lin saat itu hanya bisa terdiam dengan ekspresi syok, air matanya menetes namun tidak ada suara sedikit pun yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Mulai dari saat itu, Luo Xian Lin merasa dirinya sudah hancur. Di otaknya sekarang seolah ada perintah, patuhi ayah agar tidak ada lagi sesuatu yang buruk terjadi.
Tanpa memerlukan susunan formasi atau semacamnya, Luo Xian Lin pun kini menjadi seorang putri boneka yang bisa Luo Qi Hai kendalikan dengan mudah.