Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.465- Ayah


__ADS_3

Xiang Shin membawa Yin Litian dan Li Yiren ke dalam cincin dimensi kecilnya. Mereka kini berada di sebuah ruangan yang seluruh lantai, dinding dan langit-langit ruangan di penuhi ukiran formasi.


“Ke mana kau memindahkan kami, Saudara Shin?” Yin Litian melihat sekitarnya.


“Kita berada di dalam sebuah dimensi kecil di dalam cincin dimensi ku.”


“Dimensi.. kecil?” Yin Litian terlihat bingung.


“Terlalu panjang jika di jelaskan, intinya aku memiliki sebuah cincin yang memiliki dimensi kecil di dalamnya, sekarang kita berada di sebuah ruang utama Menara Kultivasi. Aku bisa memanipulasi waktu cukup baik di sini. Meskipun kalian membutuhkan waktu 10 tahun untuk menerobos, hanya akan berlalu 1 bulan di dunia nyata.”


“Benarkah?!” Yin Litian dan Li Yiren berkata secara bersamaan.


“Ya kalian bisa yakin dengan hal itu. Jadi kalian bisa berkultivasi dengan tenang. Jika kalian sudah menerobos, aku akan langsung mengetahuinya dan akan membawa kalian keluar ke luar.”


“Terima kasih Saudara Shin, kau membantu kami sangat banyak,” Yin Litian menangkupkan tangannya.


“Saudara Shin, kami tidak akan melupakan kebaikan mu,” Li Yiren juga menangkupkan tangannya.


“Tidak perlu terlalu di pikirkan, sudah seharusnya aku membantu kalian. Jadi kalian bisa langsung berkultivasi, aku akan keluar agar tidak mengganggu kalian,” Xiang Shin menangkupkan tangannya kemudian menghilang dari tempatnya.


***


Setelah keluar dari cincin dimensi kecil, Xiang Shin meminta Xiang Shui, Xiang Lan dan Qin Qiaoyu untuk berkumpul melakukan diskusi rencana berikutnya.

__ADS_1


Mereka melakukan diskusi selama beberapa jam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mulai berburu token peserta lain.


Di larang melakukan pertarungan di dalam kota namun akan berbeda jika melakukan tantangan. Ada sebuah area pertarungan khusus di dalam kota yang mana di sana orang-orang dapat bertarung dan mempertaruhkan apa saja.


“Kita akan membagi menjadi dua tim, Shui’er akan bersama Lan’er untuk mengikuti Arena Tantangan Kota sementara aku akan pergi bersama Yu’er mencari peserta lain di luar kota.”


“Tidak, aku tidak setuju dengan pembentukan tim ini!” Xiang Lan langsung menolak usulan Xiang Shin.


“Kenapa Lan’er? Apa kau memiliki rencana lain?” tanya Xiang Shin.


“Menurut ku lebih baik aku bersama Saudari Qiaoyu dan kau bersama Kakak Shui.” Xiang Lan tidak ingin ada sesuatu yang terjadi nanti antara Xiang Shin dengan Qin Qiaoyu, jadi ia tidak akan memberikan ayahnya berduaan dengan Qin Qiaoyu.


“Lan’er, bukan tanpa alasan aku membentuk tim seperti itu. Kau seharusnya tau kondisi tubuh Yu’er, aku tidak ingin jika sesuatu terjadi nanti padanya dan membuat identitasnya terbongkar maka akan sangat buruk!..


Aku akui kau memang kuat Lan’er, tapi kau terkadang bertindak berdasarkan perasaan mu. Karena itulah aku ingin kau bersama Shui’er agar dia dapat menahan mu jika kau bertindak gegabah.” Xiang Shin menjelaskan dengan detail.


“Baiklah kalau begitu,” Xiang Shin menghela nafas, ia memilih untuk setuju karena malas berdebat dengan putrinya ini, “Shui’er, tolong jaga Yu’er. Jika aura Tubuh Ilahinya sampai bocor maka segera bawa dia pergi bagaimana pun caranya!”


“Aku paham,” Xiang Shui mengangguk pelan.


Dengan begitu Xiang Shin dan Xiang Lan akan pergi bersama ke luar kota untuk memburu peserta lain. Sementara Xiang Shui dan Qin Qiaoyu akan melakukan pertaruhan di Area Tantangan Kota.


Mereka berempat keluar dari penginapan kemudian bergerak menuju tujuan masing-masing. Xiang Shin dan Xiang Lan melesat keluar dari kota, mereka bergerak menuju sebuah hutan.

__ADS_1


Dari informasi yang dia dapatkan dari Tetua Wu Ming dan Tetua Hua Yin, hutan itu merupakan tempat di mana banyak peserta yang melakukan pertarungan untuk memperebutkan token peserta.


Xiang Shin dan Xiang Lan terbang dengan posisi sejajar. Xiang Shin melihat putrinya itu yang sepertinya tidak ingin berbicara dengannya.


“Apa kau benar-benar masih belum memaafkan ku, Lan’er?”


Xiang Shin sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun dari Xiang Lan. Ia pun tersenyum tipis.


“Aku akan melaporkan mu pada ibu mu kalau kau tidak bersikap baik pada ku.”


“Jangan berani melakukannya!” Xiang Lan langsung bereaksi.


Xiang Shin justru semakin lebar, “panggil aku ayah maka aku tidak akan melaporkannya.”


“Jangan harap!” Xiang Lan mendengus.


“Benarkah kau tidak mau?” Xiang Shin mengeluarkan token komunikasi, “aku bisa langsung menghubungi Lia sekarang.”


Xiang Lan terdiam menatap ayahnya. Xiang Shin mulai mengaktifkan token komunikasi itu.


“Baiklah! Tapi singkirkan dulu token komunikasi itu!”


Xiang Shin pun menyimpannya kembali, “kalau begitu aku ingin mendengarnya.”

__ADS_1


“A..ay..” wajah Xiang Lan memerah, “A-ayah.”


Dia akhirnya mengatakannya membuat Xiang Shin tersenyum puas.


__ADS_2