
Bing Huang mengaktifkan formasi pertahanan Istana Dewa Es. Itu akan mengunci Xiang Shin hingga tidak bisa keluar. Selain itu, formasi ini akan menekan kekuatan musuh yang berada di dalam dan memperkuat kekuatan mereka.
Dengan demikian Xiang Shin tidak bisa melarikan diri kemudian mereka bisa membunuhnya. Setidaknya begitulah yang mereka pikirkan.
Xiang Shin sendiri masih tetap tenang seolah formasi pertahanan ini bukanlah masalah apa-apa baginya.
“Bocah, bahkan jika itu kultivator ranah Dewa Sejati tingkat 7 tidak akan bisa keluar dari formasi ini dengan mudah. Sementara kekuatan mu di tekan, kekuatan kami meningkat.” Bing Huang menyeringai. “Sebaiknya menyerah saja agar aku memberi kematian yang mudah untuk mu.”
“Susunan formasi ya. Kalian berniat mengurung ku.” Xiang Shin melayang sedikit ke atas hingga tangannya menyentuh lapisan formasi pertahanan. “Atau mungkin sebaliknya.”
Tangan Xiang Shin seperti memancarkan energi.
Bing Huang tiba-tiba saja tertegun, matanya melotot seolah tidak percaya.
“Tidak mungkin, bagaimana bisa...”
“Ada apa Yang Mulia?” tanya salah satu Tetua.
“Kendali ku terhadap suasana formasi pertahanan Istana telah terputus.”
“Apa? Itu tidak mungkin! Formasi itu terkait langsung dengan darah dan jiwa Yang Mulia, tidak mungkin itu bisa terputus!”
Para Tetua juga seolah tidak percaya dengan hal tersebut.
“Apa yang telah kau lakukan?!” Bing Huang berteriak.
__ADS_1
“Apa kalian pikir susunan formasi dengan formula seperti ini bisa mengekang ku? Ini hanya menjadi mainan untuk ku.” Xiang Shin yang ahli dalam formasi tidak mungkin bisa di kekang dengan susunan formasi. “Yah, tidak banyak yang aku lakukan, hanya memutuskan kendali mu pada formasi pertahanan dan membuat kalian tidak bisa keluar tapi orang dari luar bisa masuk.”
Xiang Shin membuat sedikit pengaturan ulang pada susunan formasi pertahanan Istana Dewa Es.
Sebelumnya ia sengaja memprovokasi Bing Huang agar dia memanggil aliansinya. Kemudian saat dia mengaktifkan formasi pertahanan, ia mengambil alih formasi itu dan membuat pengaturan ulang.
Aliansi Istana Dewa Es pasti akan datang kemudian mereka bisa langsung memasuki formasi pertahanan ini tapi mereka tidak akan bisa keluar. Dengan begitu Xiang Shin bisa menghabisi mereka sekaligus.
“Sekarang kalian bisa maju, akan aku bunuh kalian semua.” Ekspresi Xiang Shin berubah dingin.
Membuka Dao...
Xiang Shin membuka semua Dao yang ia miliki. Ia tidak akan memasukkan mereka ke dalam Dimensi Tanpa Batas karena di sana masih ada Huo Cai’er yang sedang berkultivasi.
Selain itu ia merasa tidak perlu sampai menggunakan Dimensi Tanpa Batas karena formasi Istana Dewa Es ini membuat musuhnya tidak bisa melarikan diri.
Para petinggi Istana Dewa Es yang berjumlah puluhan itu melancarkan serangan tombak es yang berjumlah ratusan ribu.
Xiang Shin dengan santai mengibaskan tangannya, menghancurkan semua tombak es tersebut.
Tiba-tiba saja dia menghilang dari tempatnya, muncul di samping salah satu Tetua Istana Dewa Es.
Tetua itu terkejut melihat keberadaan Xiang Shin di sampingnya. Ia berniat menjauh tapi tubuhnya seolah tertahan oleh sesuatu.
Pedang Dao Es!
__ADS_1
Xiang Shin menyatukan Dao Pedang dan Es, menciptakan sebuah pedang es di tangannya. Hanya membutuhkan satu tebasan ringan, Tetua itu terbelah menjadi dua bagian. Kedua bagian tubuhnya membeku lalu hancur berkeping-keping.
“BRENGSEK!”
Salah satu Tetua emosi melihat rekannya tewas. Dalam sekejap dia berada di belakang pemuda itu, mengayunkan tombaknya.
“MATI KAU!”
Sang Tetua mengincar leher Xiang Shin. Sayangnya sebelum itu terjadi, ruang mengeras dan ia tidak bisa bergerak.
Pedang Dao Api!
Pedang es di tangan Xiang Shin berubah menjadi pedang api. Ia mengayunkan pedangnya dengan ringan, membelah tubuh lawannya yang seketika terbakar habis tanpa sisa bahkan tidak ada abu dari pembakarannya. Semuanya menjadi butiran atom.
“Jangan mendekatinya! Gunakan serangan jarak jauh!”
Seorang Tetua berteriak sambil bergerak menjauh begitu juga dengan yang lainnya. Saat dia akan melancarkan serangan, ia diam mematung karena Xiang Shin berada tepat di depan wajahnya.
Wajah pria itu begitu dekat dengan mata melotot yang seolah membuat tubuhnya kaku.
Pedang Dao Angin!
Xiang Shin menusukkan pedangnya. Dao angin masuk ke dalam tubuh si Tetua, menyebar ke seluruh tubuh lalu hancur sampai hancur tak tersisa.
Bing Huang dan yang lainnya kini terdiam di tempat. Tidak ada dari mereka yang bergerak setelah melihat bagaimana Xiang Shin dengan begitu mudahnya membunuh 3 Tetua yang berada di ranah Dewa Sejati tingkat 5.
__ADS_1
Hanya melihat Xiang Shin beberapa kali melancarkan serangan membuat mereka berpikir tidak ada cara untuk mengalahkan pria itu.