
Xiao Zhou meminta agar istri-istrinya pergi saat dia di hadang oleh Numb, iblis ranah Dewa Sejati tingkat 8 yang merupakan salah satu petinggi pasukan Dimensi Iblis.
“Tapi sayang, dia sangat kuat, tidak mungkin kau bisa menghadapinya seorang diri. Kami akan membantu.” Xiao-Xiao menolak untuk meninggalkan suaminya.
“Benar, bagaimana mungkin kami meninggalkan mu seorang diri.” Zhang Ziyi Chi juga menolak.
“Tidak kalian harus pergi, menghadapi iblis ranah Dewa Sejati tingkat 8, kalian hanya akan menjadi beban. Percayalah pada ku!” Xiao Zhou berusaha meyakinkan istri-istrinya.
“Apa yang di katakan Kakak Zhou benar, kita hanya akan menjadi penghambat. Dari pada menyusahkannya, lebih baik kita pergi menjauh.” Zhang Ziyi paham akan situasi, dia adalah sang kakak jadi ia bisa bersikap lebih dewasa.
Pada akhirnya Xiao-Xiao dan yang lainnya mengangguk kemudian pergi meninggalkan Xiao Zhou dengan berat hati
***
Dari keempat pasukan yang di pimpin oleh masing-masing penguasa wilayah Dimensi Beast, pasukan wilayah Barat yang di pimpin oleh para Phoenix adalah pasukan dengan korban paling sedikit.
Saat ini pasukan Phoenix membantu pasukan para naga jadi mereka mempu mengimbangi para iblis meskipun kini mulai kehilangan banyak pasukan.
Sementara pasukan Harimau Putih dan pasukan Kura-kura Hijau, sudah hampir setengah dari mereka yang di bantai oleh para iblis.
Sebenarnya pemenang peperangan ini akan di tentukan tergantung dari pemimpin pasukan mana yang akan tewas.
Sekarang sudah terlihat pemimpin pasukan Dimensi Beast sama sekali tidak bisa memberi perlawanan pada Iblis Dosa Besar.
Jika ini terus berlanjut dan para Penguasa Dimensi Beast mengalami kekalahan maka meskipun pasukan Dimensi Iblis kalah, mereka akan tetap menang jika Iblis Dosa Besar menang.
__ADS_1
Xiang Zhu sendiri menyadari hal tersebut jadi dari awal ia melihat para Penguasa Dimensi Beast terlihat, ia menghubungi ibunya untuk datang membantu tapi sayangnya ibunya tidak bisa di hubungi.
Untuk pertama kalinya Xiang Zhu kesal dengan ibunya yang sama sekali tidak bisa di hubungi.
Xiang Zhu tidak mengetahui jika ibunya saat ini sedang di tahan oleh seseorang, seorang wanita dengan pakaian hitam serta jubah yang memiliki tedung kepala, menyembunyikan wajahnya.
Han Shizu sudah mendapatkan sinyal darurat dari putranya jadi tentu saja ia akan segera datang untuk menemuinya namun sebelum ia pergi, wanita misterius muncul di dalam kamarnya, membawanya secara paksa ke dalam sebuah dimensi.
“Siapa kau?” Han Shizu mengerutkan keningnya menatap wanita misterius dengan penuh kewaspadaan.
Wanita misterius bisa masuk ke dalam kamarnya tanpa terdeteksi bahkan sampai bisa secara paksa memasukkannya ke dalam dimensi ini. Jelas sekali dia bukan eksistensi sembarangan.
“Kau lemah.” Wanita misterius menunjuk Han Shizu dengan tangan kanannya.
Penglihatannya menjadi kebur kemudian akhirnya buta. Han Shizu tidak bisa melihat apa-apa lagi.
Han Shizu jatuh berlutut dengan tubuh gemetar. Ia sekarang sadar wanita di depannya memiliki kekuatan yang sama sekali berbeda. Ia adalah eksistensi terkuat yang pernah Han Shizu temui semasa hidupnya.
Bahkan para pengguna Cosmic Orb tidak ada apa-apanya.
“Siapa.. kau? Apa sebenarnya.. tujuan mu melakukan ini pada ku?” Han Shizu tidak bisa melihat apa-apa.
Han Shizu sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa pun.
“Apakah dia sudah pergi atau menyembunyikan keberadaan?” Han Shizu tidak bisa memastikannya.
__ADS_1
“Tidak peduli apa, aku harus keluar dari tempat ini dan pergi menyelamatkan Zhu’er.” Han Shizu berniat memulihkan matanya dengan membalik waktu.
Kekuatan terbesarnya dalam mengendalikan waktu terletak pada matanya. Jika matanya rusak maka kekuatannya akan menurun lebih dari setengah.
“A..pa?” Han Shizu tidak bisa memulihkan matanya.
Seberapa jauh pun ia membalik waktu, matanya tetap buta seolah ia memiliki mata yang buta sepanjang kehidupannya.
“Sialan.. siapa pun kau, aku tidak akan memaafkan mu!” Han Shizu berteriak kemudian menyebarkan Dao waktu yang kacau ke seluruh penjuru dimensi.
Alur waktu yang kacau bagaikan ikatan simpul benang yang tidak beraturan menyebabkan ruang terpengaruh. Hal itu membuat ruang retak.
*PYAR!
Han Shizu mendengar suara seperti kaca pecah, ia pun bisa merasakan area sekitar.
“Aku kembali ke kamar ku, aku berhasil keluar tapi..” Han Shizu masih tidak bisa melihat apa-apa. “Kau mengunci mata ku dari semua alur waktu untuk membuat mata ku buta permanen! Maka aku akan melakukan yang sebaliknya!”
Han Shizu memusatkan Dao Waktu pada matanya, ia memaksa Dao itu masuk meskipun rasanya sangat menyakitkan hingga matanya seolah akan meledak.
“Akk.. ugh..” Han Shizu menahan rasa sakit yang melebihi saat matanya buta.
Uap putih keluar dari matanya. Perlahan iris mata Han Shizu yang memutih kembali menjadi hitam hingga akhirnya pulih seperti sedia kala.
“Hah.. hah.. hah..” Han Shizu terengah-engah, ia mengatur nafas sejenak kemudian menghilang dari tempatnya.
__ADS_1