Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.496 - Su Chi


__ADS_3

Li Yiren kembali ke tribun tempat kelompoknya berada setelah ia di kalahkan.


“Maafkan aku, Kakak Litian, aku tidak bisa memenangkan pertarungan.” Li Yiren menunduk karena merasa bersalah.


“Tidak apa-apa, kau sudah berusaha,” Yin Litian mengelus kepala istrinya, “sekarang lebih baik pulihkan luka-luka mu!”


“Benar Saudari Yiren, kalah merupakan hal yang biasa. Kau tidak perlu merasa kecewa!” Xiang Shin juga berusaha menenangkan Li Yiren.


Li Yiren mengangguk pelan kemudian duduk bersila setelah mengonsumsi pil. Tubuhnya yang awalnya penuh luka mulai beregenerasi dengan cepat.


Peserta putaran berikutnya pun di umumkan, ternyata yang akan bertarung adalah Qin Qiaoyu.


“Guru, aku akan berusaha untuk menang!” Qin Qiaoyu berkata dengan penuh semangat namun ekspresinya berubah saat melihat siapa yang akan menjadi lawannya di arena.


Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang, tubuhnya memancarkan hawa dingin yang kuat. Wanita itu mengenakan pakaian dengan jubah putih yang memiliki garis warna biru muda.


“Su Chi!” Qin Qiaoyu mengepalkan tangannya.


Xiang Shin menepuk bahu Qin Qiaoyu, “tenanglah Yu’er, kau harus tenang, jangan sampai terbawa emosi!”


Xiang Shin mengetahui siapa Su Chi itu. Dia adalah penyebab dari kehancuran Istana Dewi Salju. Su Chi yang membocorkan tentang Tubuh Primordial Yin milik Qin Qiaoyu yang membuat banyak kekuatan bersatu dan mengincarnya.


Karena wanita itulah Qin Qiaoyu harus kehilangan banyak temannya, kehilangan mentor yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, hingga ia harus menyembunyikan dirinya dari kejaran banyak musuh.


Qin Qiaoyu menyimpan dendam yang besar pada Su Chi hingga ia ingin sekali membunuhnya jika bertemu lagi. Sekarang ia sudah melihatnya.

__ADS_1


“Si pengkhianat itu, setelah membuat Istana Dewi Salju hancur, dia malah bergabung dengan Istana Dewa Es!” Emosi Qin Qiaoyu justru semakin besar.


“Aduh.” Qin Qiaoyu menyentuh keningnya yang di sentil oleh Xiang Shin.


“Sudah aku bilang, tenanglah!” Xiang Shin berkata sedikit keras. “Ingat sekarang ini kau menyembunyikan identitas mu, jangan sampai terbawa emosi dan membuat aura tubuh ilahi mu bocor! Kau lihat ada Penguasa Istana Dewa Es di sini, jika dia mengetahui identitas mu maka dia akan langsung membawa mu pergi!”


Qin Qiaoyu pun tersadar, ia mengatur nafasnya untuk meredam emosi.


“Bagus, sekarang majulah dan hajar dia!” Xiang Shin menepuk punggung muridnya itu setelah dia berhasil meredam emosi.


Qin Qiaoyu melompat ke arena, mendarat belasan meter di depan Su Chi.


“Qin Qiaoyu.”


“Su Chi.” Su Chi menangkupkan tangannya, “nama mu mengingatkan ku pada seseorang.”


“Benarkah? Memangnya siapa orang itu?” Qin Qiaoyu masih bersikap tenang.


“Yang jelas dia adalah orang yang ingin aku bunuh.” Su Chi mengeluarkan pedangnya.


“Mulai!” Tetua Gong Lang memulai pertarungan.


Dengan gerakan cepat, Su Chi melesat menarik pedang dari sarungnya, melancarkan satu tebasan yang langsung mengincar leher Qin Qiaoyu.


Tebasan Su Chi secara telak mengenai leher Qin Qiaoyu yang hanya diam tidak bergerak.

__ADS_1


“Apa?!”


Su Chi melebarkan matanya saat melihat Qin Qiaoyu yang sama sekali tidak mendapatkan goresan di lehernya yang terkena tebasan.


Memanfaatkan keterkejutan Su Chi, Qin Qiaoyu memegang bilah pedang wanita itu. Menggunakan kepalan tangan yang di lapisi energi, Qin Qiaoyu menghantamkan pukulan telak pada perut Su Chi.


Wanita itu terpental jauh sampai berguling-guling di tanah.


“Apa-apaan itu tadi?” Su Chi memegang perutnya yang terasa keram.


Jelas sekali tadi Qin Qiaoyu tidak mengeluarkan energi apapun untuk melapisi tubuhnya. Bagaimana bisa dia sama sekali tidak tergores oleh tebasan pedangnya?


Ia melihat Qin Qiaoyu masih berdiri di tempatnya semula, sama sekali tidak bergeser. Su Chi merapatkan giginya saat melihat senyum meremehkan gadis itu.


Su Chi mengarahkan tangannya ke depan. Tiba-tiba pedangnya yang berada di tangan Qin Qiaoyu mengeluarkan ledakan energi dingin hingga terlepas dari genggaman gadis itu.


Pedang Su Chi pun melayang kembali ke tangannya. Hanya membutuhkan beberapa saat, rasa sakit di tubuh Su Chi menghilang.


Tidak hanya Su Chi yang kebingungan melihat kejadian tadi melainkan Tang Liao dan yang lainnya juga.


“Jelas tadi gadis itu tidak menggunakan teknik apapun untuk melapisi tubuhnya tapi dia sama sekali tidak terluka.” Bing Huang mengelus janggutnya.


“Apa mungkin itu adalah ketahanan alami dari tubuhnya?” Yu Luan mengerutkan keningnya.


“Hm.. sangat sulit di percaya jika memang itu ketahanan alami tubuhnya, tapi tidak mungkin juga dia bisa mengelabui penglihatan kita.” Tang Liao tidak kehilangan ketenangannya. “yah, apa pun itu, mari kita lihat saja kelanjutan pertarungannya.”

__ADS_1


__ADS_2