
Qin Qiaoyu tau situasi di mana saat kakaknya masuk ke ruangan dan melihat dirinya bersama gurunya adalah saat yang canggung.
Jika itu dirinya saat sebelum mendapat ingatan kehidupan sebelumnya, ia pasti akan mematung tidak tau harus melakukan apa. Namun sekarang ia dengan cepat membaca situasi dan bertingkah seperti adik yang sudah lama merindukan kakaknya.
Qin Qiaoyu langsung melompat ke pelukan Qin Zhiyun, memeluknya dengan erat. Meskipun itu memang cara agar menghilangkan situasi canggung tapi Qin Qiaoyu sebenarnya memang merindukan kakaknya itu.
Qin Zhiyun pun langsung melupakan tujuannya untuk menciduk adik dan gurunya. Ia merasakan kehangatan pelukan adiknya yang sudah lama ia khawatirkan.
Qin Zhiyun pun membalas pelukan Qin Qiaoyu.
“Kau dasar membuat ku khawatir saja, tapi aku sekarang lega kau baik-baik saja.” Qin Zhiyun melepaskan pelukannya, menatap wajah adiknya dengan senyum lembut, tapi beberapa saat kemudian senyumannya memudar.
“Dan ada banyak hal yang perlu di tanyakan.” Qin Zhiyun menoleh ke arah gurunya yang duduk di tepi ranjang. “Benar kan guru?”
“Aku senang bisa bertemu dengan mu kembali Yun’er, maaf baru bisa datang sekarang.” Xiang Shin berjalan menghampiri kedua muridnya.
“Hentikan basa-basi tidak berguna itu, aku tidak peduli. Yang ingin aku tau adalah apa yang kalian lakukan di ruangan yang sama dengan aura Yin dan Yang meluap sampai keluar.” Qin Zhiyun menyipitkan matanya.
Sementara Xiang Shin merasa canggung, Qin Qiaoyu justru tersenyum lebar tanpa beban.
__ADS_1
“Hehe kakak, aku mendahului mu, kau sepertinya kurang beruntung.”
Qin Zhiyun mendengus kesal lalu kembali menatap tajam gurunya.
“Ahaha Yun’er, mari kita berbicara dulu, kita sudah lama tidak bertemu jadi aku juga ingin membicarakan banyak hal dengan mu.”
Mereka pun pergi ke halaman depan kediaman. Terdapat sebuah pohon di sana dengan meja dan kursi di bawahnya.
“Guru, tidak adil jika kau hanya mengambil Adik Yu saja.”
“Ya aku paham.” Xiang Shin menghela nafas pelan. “Hanya saja.. ya sebaiknya dengarkan cerita ku dulu.”
Xiang Shin pun mulai bercerita tentang bagaimana yang terjadi setelah mereka di kirim ke Alam Surgawi oleh Feng Lao hingga ia naik ke Alam Surgawi, berpetualang di Galaksi Tou sampai ia kini berada di Dimensi Beast. Xiang Shin menceritakannya dengan lengkap bahkan tentang Dewi Waktu dan Xiang Zhu.
Yang paling membuatnya terkejut adalah tentang Dewi Waktu. Ia pernah bertemu dengan Dewi Waktu sebelumnya, siapa sangka dia ternyata pernah ‘menganiaya’ gurunya selama 10 tahun.
Setelah selesai mendengar cerita Xiang Shin, dengan wajah cemberut Qin Zhiyun menempelkan pipinya di meja dengan kedua lengan lurus.
“Huh, aku ternyata menjadi yang ke-8.” Qin Zhiyun mendengus kesal. “Selain itu bahkan tidak bisa menjadi istri sah guru. Saudari Xian Lin juga pasti tidak tau kau sudah memiliki 3 anak.”
__ADS_1
“Xian Lin, siapa maksud mu Yun’er?” Xiang Shin bereaksi mendengar nama Xian Lin.
“Luo Xian Lin, aku bertemu dengannya belasan tahun lalu. Dia sekarang menjadi pemimpin Phoenix Api.”
“Yun’er, bisakah kau membawa ku untuk bertemu dengannya?” Xiang Shin sudah puluhan tahun tidak melihat istrinya itu semenjak ia terpisah dengannya karena wanita misterius.
Ternyata dia terlempar ke Dimensi Beast dan mendapat keberuntungan untuk menjadi pemimpin Phoenix Api.
“Tidak!” Qin Zhiyun berdiri dengan tangan menggebrak pelan meja. “Aku lebih lama tidak bertemu dengan guru, selain itu sudah banyak wanita yang mendahului ku! Jadi guru harus memberi ku sedikit waktu!”
“Hah.. baiklah,” Xiang Shin pun duduk kembali. “Tapi kau harus membawa ku menemui Xian Lin nanti.”
“Ya tapi sebelum itu.” Qin Zhiyun memegang lengan Xiang Shin. “Ayo ikuti aku!”
Qin Zhiyun langsung menarik Xiang Shin. “Adik Yu, tunggu aku di luar, sekarang giliran ku jadi jangan ganggu aku.”
Mulut Qin Qiaoyu terbuka namun tidak ada suara yang keluar. Ia hanya melihat bagaimana Xiang Shin di tarik menuju sebuah kamar oleh kakaknya.
“Kakak jadi sangat agresif sekarang ya.” Qin Qiaoyu berkata pelan. “Ya tapi wajar saja, Kakak sudah lama tidak bertemu guru jadi dia pasti menginginkan kasih sayang yang lebih banyak.”
__ADS_1
Tidak berselang lama, Qin Qiaoyu bisa mendengar suara-suara pergulatan dari ruangan yang di masuki Xiang Shin dan Qin Zhiyun.
“Aku tau kau sangat bersemangat kakak, tapi di ruangan itu ada formasi kedap suara, setidaknya aktifkan itu sebelum bergulat.”