Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.508 - Hajar Sampai Setengah Mati!


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Tang Yong bertarung dengan sangat sengit dengan lawannya.


Yang Yin seolah menjadi lawan alami untuknya hingga ia kesulitan menggunakan teknik 7 Jalur Reinkarnasi.


Yang Yin terlebih dahulu menggunakan energi Yin-Yang untuk menyerang semua tasbih Tang Yong. Hal itu membuat semua bola tasbihnya di selimuti energi Yin-Yang hingga Tang Yong tidak bisa menggunakan 7 Jalur Reinkarnasi selama energi Yin-Yang masih menyelidiki bola tasbihnya.


Energi Yin-Yang menyebabkan energi di dalam tasbih menjadi kacau dan sulit di kendalikan.


Tang Yong memang memiliki banyak tasbih lainnya yang bisa ia gunakan namun tidak akan terlalu efektif mengingat kekuatan Yin-Yang yang di miliki lawannya.


Ketujuh tasbih itu merupakan senjata khusus yang memungkinkan dirinya menggunakan 7 Jalur Reinkarnasi lebih maksimal.


Jika saja Tang Yong berada di ranah Dewa Sejati maka ia tidak lagi memerlukan tasbih untuk menggunakan teknik 7 Jalur Reinkarnasi.


Kini Tang Yong yang biasanya hanya berada di belakang menonton pertarungan musuhnya melawan perwujudan jalur reinkarnasi, harus bertarung dalam jarak dekat melawan Yang Yin.


Tang Yong juga merupakan petarung yang handal hingga ia dapat menyaingi Yang Yin. Namun ia terus saja di paksa mundur oleh Yang Yin.


“Kau memiliki murid yang luar biasa Saudara Bing Huang.” Tang Liao menyanjung Bing Huang.


“Hahaha, tentu saja, murid ku akan mendapatkan peringkat pertama. Tidak seperti seseorang yang hanya mendapatkan peringkat kelima, itu pun dia hampir mati.” Bing Huang melirik Yu Luan.


Yu Luan tidak menanggapi perkataan Bing Huang meskipun ia kesal. Ia sudah cukup bangga dengan muridnya yang mendapat posisi kelima meskipun kecewa karena cucunya tidak mampu melebihi murid si brengsek Bing Huang.


Yang Yin terus menyerang Tang Yong tanpa henti.

__ADS_1


Saat melihat kesempatan, Tang Yong berhasil memisahkan diri dari Yang Yin. Ia pun mengeluarkan puluhan bola tasbih yang kemudian ia gunakan untuk menyerang Yang Yin.


Yang Yin diam melayang di tempat, puluhan bola tasbih itu pun menghantamnya, atau lebih tepatnya menghantam aura Yin-Yang yang melapisi tubuhnya.


Semua bola tasbih itu terhenti saat mengenai aura Yin-Yang, sama sekali tidak mampu menembus pertahanan aura Yin-Yang.


Kepala ular keluar melalui aura kemudian melahap semua tasbih tersebut. Semua bola tasbih itu retak kemudian hancur di dalam mulut ular.


Tang Yong diam di tempatnya, ia menoleh ke arah 7 bola tasbih khusus miliknya yang berada sangat jauh. Ia sama sekali tidak bisa mengendalikan 7 bola tasbih tersebut karena energi Yin-Yang yang menyelimutinya.


Tang Yong kembali memejamkan matanya, ia mengatur nafasnya sejenak kemudian mengatakan.


“Aku menyerah.”


Tang Yong sudah bisa melihat kekalahannya. Tanpa ketujuh bola tasbih khusus itu, ia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh. Untuk melawan Yang Yin tanpa ketujuh bola tasbihnya, itu tidak mungkin.


“Keputusan yang bagus,” Yang Yin tersenyum tipis kemudian menyimpan pedangnya.


“Ambil ini,” Tang Yong melempar cincin dimensi berisi semua token peserta yang dia miliki.


Yang Yin menangkapnya kemudian menoleh ke arah tempat Xiang Shin berada.


“Xiang Shin! Jangan sampai kau tidak lolos ke babak grand final!” Yang Yin pun kembali ke tempat duduknya.


“Saudara Huang, siapa sebenarnya Xiang Shin itu? Kelihatannya murid mu begitu tertarik dengannya.” Tang Liao bertanya.

__ADS_1


“Hm.. aku juga tidak tau, Yin’er tidak pernah bercerita tentangnya.” Bing Huang mengelus dagunya.


“Sepertinya murid mu itu menganggap pemuda bernama Xiang Shin sebagai rival atau semacamnya. Artinya kekuatan Xiang Shin sudah di akui setara dengannya.”


Bing Huang diam tidak menjawab. Selama ini ia menganggap Yang Yin adalah orang paling jenius, tidak ada yang bisa menandinginya di tingkat yang sama.


Siapa sangka ternyata Yang Yin sudah mengakui seseorang sebagai rivalnya.


“Xiang Shin, wajah sampai auranya sangat mirip dengan Xiang Shui mereka mungkin bersaudara dan dia juga murid Saudara Feng Lao.” Tang Liao menatap Xiang Shin sejenak sebelum kembali memejamkan matanya.


***


Di tempat duduk kelompok Xiang Shin.


“Ayah, jika kau ingin langsung melawan orang itu, aku bisa langsung menyerah.” Xiang Shui sudah mengetahui bagaimana dendam ayahnya pada Yang Yin.


“Tidak Shui’er, bukankah kau ingin bertarung melawan ayah mu ini.”


“Kau yakin ayah? Mungkin aku akan mengalahkan mu hingga kau tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan Yang Yin.” Xiang Shui tersenyum tipis.


“Kalau itu benar akan terjadi, sebelum aku kalah kau harus menyerah! Hahaha.”


Tawa Xiang Shin membawa yang lainnya tersenyum kecut. Apa-apaan itu? Seorang ayah yang menyuruh anaknya menyerah demi kepentingannya?


“Kakak, kalau bisa hajar dia sampai setengah mati.” Xiang Lan berbisik ke dekat telinga kakaknya.

__ADS_1


“Lan’er, aku bisa mendengarnya.”


“Hmph!” Xiang Lan memalingkan wajahnya.


__ADS_2