
Peserta grub 1 di bawa menuju sebuah Koloseum oleh Tetua Gong Lang. Di sana para peserta berada di tribun penonton sementara Tetua Gong Lang berada di tengah arena. Ia akan menjadi wasit dalam babak ini.
“Apakah ini pertarungan satu lawan satu atau akan ada sesuatu yang lain?” Xiang Shin bergumam dalam hati.
“Karena kita sekarang berada di Koloseum jadi seharusnya kalian bisa menduga babak ketiga ini!..
Benar! Babak ketiga adalah pertarungan satu lawan satu. Peserta akan di pilih secara acak dan akan bertarung di arena. Hanya akan ada 20 peserta yang tersisa di babak ini. Jadi persiapkan diri kalian!” Tetua Gong Lang mengeluarkan sebuah benda seperti tungku setinggi 2 meter kemudian melakukan segel tangan.
“Sekarang lihat token peserta kalian!”
Semua peserta termasuk Xiang Shin dan Xiang Shui melihat token peserta mereka. Di sana terdapat angka yang berbeda di masing-masing token peserta.
Tetua Gong Lang melayang setinggi 5 meter di atas tungku. Ia mengeluarkan gelombang energi yang menghantam tungku tersebut.
Tungku itu pun mengeluarkan suara yang nyaring. 2 buah plat kecil terpental keluar dari tungku dan Tetua Gong Lang menangkapnya.
“Nomor 356 dan nomor 256 naik ke atas arena!” Tetua Gong Lang memanggil peserta berdasarkan nomor yang dia dapatkan.
Dua peserta pun melompat ke arena. Mereka adalah dua pria yang sama-sama berotot, hanya saja salah satunya memiliki kulit putih dan satunya lagi berkulit hitam.
“Siapapun yang kalah akan menyerahkan token peserta mereka.” Ucap Tetua Gong Lang.
Keduanya telah bersiap untuk melakukan pertarungan setelah memperkenalkan diri masing-masing.
“Mulai!”
Tanpa basa-basi, keduanya langsung menyerang satu sama lain, melakukan pertarungan dahsyat di atas arena Koloseum.
__ADS_1
Para peserta lainnya melihat pertarungan dengan saksama karena mungkin saja di antara kedua orang itu nanti akan menjadi lawan mereka jadi mereka bisa lebih waspada jika mengetahui kekuatannya.
Pertarungan berlangsung selama berjam-jam sebelum akhirnya sang pria berkulit hitam keluar sebagai pemenangnya meskipun dengan luka yang cukup banyak.
Menggunakan beberapa metode formasi, Tetua Gong Lang mengeluarkan token peserta dari cincin dimensi pria berkulit putih lalu memberikannya pada pria berkulit hitam.
Beberapa orang yang merupakan anggota Sekte Kuil Surga datang membawa pria berkulit putih yang pingsan ke ruang perawatan sementara pria berkulit hitam itu kembali menuju tribun penonton untuk melakukan pemulihan.
Tetua Gong melihat arena sudah hancur lebur akibat pertarungan tadi. Ia melakukan segel tangan, mengaktifkan susunan formasi yang membuat arena kembali seperti semula dalam sekejap.
“Sepertinya Tetua Gong ini adalah ahli formasi. Mungkin saja dia ahli formasi terkuat di Sekte Kuil Surga.” Xiang Shui melirik ayahnya seolah menyinggungnya.
“Jika kau ingin membandingkan ku dengannya, dari segi kemampuan dan teknik, jelas dia berada di atas ku. Tapi dari segi pemahaman aku yakin berada di atasnya.”
Meskipun kultivasi Xiang Shin jauh berada di bawah Tetua Gong Lang, namun ia sudah mendapatkan banyak pemahaman dari warisan Istana Xiang Shin.
Mengingat tentang Istana Xiang Shin, Xiang Shin jadi teringat dengan putri angkatnya, Xiang Fei. Entah di mana putrinya itu berada sekarang, semoga dia baik-baik sana dan ia bisa bertemu dengannya nanti.
“Nomor 35 dan nomor 132!”
Xiang Shui tersenyum saat mendengar nomor yang di sebut Tetua Gong Lang. Itu adalah nomor pesertanya.
“Ayah, sepertinya aku yang harus maju lebih dulu.” Xiang Shui berdiri.
“Jika kau bisa mengalahkan lawan mu, ayah akan memberi mu hadiah.”
“Hadiah apa?” Xiang Shui menaikkan alisnya.
__ADS_1
“Lihat dulu siapa lawan mu!”
Xiang Shui menoleh ke arena yang mana lawannya sudah berdiri di sana. Terlihat dia adalah seorang wanita cantik dengan pakaian hitam yang tertutup.
“Lalu?” Xiang Shui menoleh ke arah ayahnya.
“Aku akan memberi mu teknik merayu gadis-gadis cantik,” Xiang Shin mengacungkan jempolnya dengan senyum aneh.
Xiang Shui menatap ayahnya dengan malas kemudian melompat ke arena, tidak lagi memedulikan Xiang Shin.
Xiang Shui mendarat tidak jauh di depan gadis tersebut.
“Xiang Shui.”
“Yu Ren.”
Keduanya berkenalan secara singkat. Gadis itu terlihat dingin, menatap Xiang Shui dengan tajam.
“Mulai!”
Saat Tetua Gong memulai pertarungan, Yu Ren mengeluarkan pedangnya namun tidak langsung menyerang.
“Kau tidak menggunakan senjata mu?”
“Aku tidak ingin melukai gadis cantik seperti mu.”
Xiang Shui mematung saat suara itu keluar dari mulutnya tanpa ia duga. Ia menoleh ke arah ayahnya yang masih duduk di tribun sambil mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
“Sial! Sejak kapan dia menanamkan formasi sihir pada ku!” Xiang Shui berteriak kesal dalam hati.
Sudah di pastikan ia berbicara seperti itu karena Xiang Shin memasang susunan formasi sihir tertentu di tubuhnya tanpa ia sadari.