Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.675 - Terus Berjuang


__ADS_3

“Kenapa para Malaikat Agung itu masih hidup? Seharusnya aku sudah membunuh mereka sebelumnya.” Satan mengerutkan keningnya melihat para Malaikat Agung yang bertarung menghadapi para petinggi pasukannya.


“Mungkin mereka memiliki beberapa trik untuk bisa hidup kembali. Para malaikat memang seperti serangga, lemah tapi sulit untuk di basmi.” Leviathan mendengus sinis.


“Kita lihat saja jika Dimensi Beast sudah kita kuasai, ke mana mereka akan melarikan diri berikutnya.”


Para Iblis Dosa Besar masih diam di tempat menonton jalannya peperangan.


Pasukan yang mereka bawa lebih banyak, lebih kuat dan unggul dalam lebih banyak aspek di bandingkan pasukan musuh mereka.


Pasukan Aliansi 4 Dimensi memang tidak berdaya, jumlah mereka berkurang dengan cepat karena kesulitan menghadapi para iblis yang sudah menjadi Makhluk Primordial.


Meskipun para iblis juga tidak bisa menahan jatuhnya korban, tapi korban di pihak mereka jauh lebih sedikit di bandingkan pasukan Aliansi 4 Dimensi Utama.


Huo Cai’er , Luo Xian Lin dan Qin Qiaoyu mengambil peran utama dalam membunuh para iblis. Terutama Huo Cai’er dengan racunnya.


Hal itu membuat salah satu dari petinggi iblis ranah Dewa Sejati tingkat 9 maju menghadapi Huo Cai’er.

__ADS_1


Sementara para Penguasa Dimensi Beast dan Malaikat Agung bertarung sengit dengan lawan mereka masing-masing. Di antara mereka, hanya Xuan Wu dan Bai Hu saja yang menghadapi satu lawan sementara yang lainnya menghadapi dua sekaligus karena pasukan iblis memiliki lebih banyak ranah Dewa Sejati tingkat 9.


Perang terus berlanjut, pasukan Aliansi sudah berkurang lebih dari setengah, Huo Cai’er, Luo Xian Lin dan Qin Qiaoyu yang awalnya mendominasi kini terlihat mulai terdesak, mendapatkan banyak luka parah. Hal yang sama terjadi pada para Penguasa.


Jika bukan karena para Iblis Dosa Besar sesekali membantu dari jauh, keadaan mereka mungkin tidak akan seburuk sekarang ini.


Pada akhirnya mereka semua pun terbunuh, baik para penguasa maupun semua pasukannya termasuk Huo Cai’er, Luo Xian Lin dan Qin Qiaoyu.


“Heh, hanya sekelompok sampah.” Belphegor mendengus pelan. “Ayo kita cepat selesaikan agar aku bisa lekas pulang dan tidur.”


“Hm.. apa kalian tidak merasa ada yang aneh?” Asmodeus mengelus dagunya.


“Dari awal mereka langsung menyerang dengan seluruh pasukan. Mereka terus bertarung sampai tewas, sama sekali tidak ada di antara mereka yang mundur. Aku yakin mereka tidak akan bodoh dengan langsung membiarkan semua pasukan mereka tewas seolah tidak peduli dengan kedepannya.” Asmodeus menjelaskan kejanggalan yang ia sadari.


“Aku juga berpikir begitu. Lalu apa? Rencana apa pun yang mereka gunakan tidak akan bisa mengalahkan kita.” Satan sama sekali tidak peduli dengan rencana yang akan di buat musuhnya karena keyakinan atas kekuatannya yang bisa mendominasi alam semesta.


“Meskipun aku akui memang mereka lemah, tapi aku tidak suka meremehkan lawan.” Asmodeus selalu memperhitungkan banyak hal jika melakukan tindakan. “Seperti yang kau katakan, mereka benar-benar seperti serangga yang sulit di basmi.”

__ADS_1


Asmodeus melirik ke Dimensi Beast, terlihat lagi ada banyak titik-titik seperti pasir di pesisir pantai.


“Mereka..” Satan mengerutkan keningnya.


“Sangat jelas, mereka adalah para serangga yang baru saja di basmi. Entah bagaimana mereka hidup lagi dan kembali menyerang dengan jumlah pasukan yang sama.” Asmodeus terlihat santai meski sebenarnya ia memikirkan banyak hal.


“Haha, tapi bukankah ini menjadi lebih menarik untuk melihat bagaimana perjuangan mereka yang sia-sia? Kita akan lihat sejauh mana mereka akan bisa bertahan. Menghidupkan begitu banyak pasukan pasti menghabiskan banyak sumber daya, lambat-laun mereka akan sadar usaha mereka tidak ada gunanya.” Beelzebub tersenyum sinis.


Para pasukan iblis kebingungan kenapa musuh yang sudah mereka bunuh hidup kembali. Apakah sebelumnya adalah ilusi? Tidak mungkin, mereka jelas secara nyata sudah membunuh pasukan musuh.


Melihat para Iblis Dosa Besar masih tidak membuat pergerakan, akhirnya para petinggi pasukan menyerang pasukan musuh.


Perang kembali terjadi antara pasukan iblis melawan pasukan Aliansi 4 Dimensi Utama.


Huo Cai’er, Luo Xian Lin dan Qin Qiaoyu mengincar para iblis yang belum sempat mereka bunuh sebelumnya, membalas atas kematian mereka sebelumnya.


Perang berlangsung sama seperti sebelumnya. Pasukan Aliansi 4 Dimensi Utama kesulitan menghadapi para iblis. Bahkan meskipun para iblis itu terluka, regenerasi tubuh mereka yang cepat membuat mereka pulih tanpa cedera saat perang di mulai.

__ADS_1


Pasukan Aliansi 4 Dimensi Utama sama sekali tidak mengincar kemenangan, mereka hanya ingin mengurangi jumlah iblis sebanyak mungkin yang mereka bisa.


Mereka bisa di bangkitkan lagi meskipun sudah tewas jadi mereka tidak khawatir akan terbunuh.


__ADS_2