
“Kedua murid mu itu selain sangat cantik tapi juga kuat, dan yang menjadi kelebihan paling tinggi adalah tubuh ilahi mereka,” ucap Feng Lao.
Xiang Shin melebarkan matanya, ia tidak berpikir dua kali untuk langsung melancarkan serangan kuat pada Feng Lao.
Feng Lao menyadari datangnya serangan, namun ia sama sekali tidak bergerak.
*BOOOMMM!!
Serangan Xiang Shin secara telak menghantam Feng Lao, namun pria tua itu sama sekali tidak bergeser dari tempatnya, masih duduk santai memegang joran meskipun danau di depannya sudah hancur akibat ledakan.
Xiang Shin sama sekali tidak terkejut melihat Feng Lao baik-baik saja. Ia malah akan lebih terkejut jika pria tua terluka karena serangannya.
“Pal tua! Katakan dimana kedua murid ku! Jika kau berani berbuat macam-macam padanya, aku tidak akan segan-segan pada mu!” Xiang Shin bertanya dengan suara berat, aura membunuh menyelimuti tubuhnya, menunjukkan jika ia tidak main-main dengan perkataannya.
“Kau tenang saja, mereka baik-baik saja. Aku tidak melakukan hal yang buruk padanya,” Feng Lao menjawab santai.
“Katakan dimana mereka sekarang?!” Xiang Shin sama sekali tidak merasakan keberadaan Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu.
Dia sudah menanam segel di tubuh kedua muridnya agar ia bisa mendeteksi keberadaan mereka. Namun ia sama sekali tidak merasakan keberadaan kedua muridnya, koneksinya telah terputus.
“Junior Xiang Shin, dunia ini sangat luas, ada banyak orang kuat di dunia ini. Kedua murid mu itu memiliki tubuh ilahi yang akan mendatangkan masalah untuk mu. Jadi aku mengirim mereka ke dunia atas, kau bisa mencari mereka di Istana Phoenix Es dan Istana Dewi Salju jika kemampuan mu sudah cukup mumpuni,” Feng Lao masih tetap tenang.
“Apa maksud mu?!” Xiang Shin menyiapkan serangan yang lebih kuat, “jelaskan dengan jelas! Jika tidak kau akan tau akibatnya!”
“Aku sudah menjelaskannya kau tinggal memahami,” Feng Lao tidak berniat menjelaskan lebih jauh, “aku akan pergi dulu junior Xiang Shin. Pergilah ke alam yang lebih tinggi jika kau ingin mencari kedua murid mu!”
Xiang Shin tidak menahan diri lagi, ia langsung melancarkan serangan yang sudah ia himpun.
*BOOOOMMMM!!
__ADS_1
Xiang Shin mendaratkan serangannya di tanah karena Feng Lao sudah menghilang sesaat sebelum serangannya mengenai sasaran.
“SIALAN!” Xiang Shin berteriak marah, “FENG LAO! JIKA KAU BERANI BERBOHONG PADA KU! AKAN KU KEJAR KAU BAHKAN SAMPAI KE UJUNG DUNIA!”
Xiang Shin tidak percaya jika pria tua itu tidak melakukan hal buruk pada kedua muridnya.
“Aku akan mencari dimana Istana Phoenix Es dan Istana Dewi Salju yang kau katakan. Asal aku menemukan satu goresan di tubuh kedua murid ku! Jangan harap kau bisa selamat!” Xiang Shin benar-benar marah.
Tanpa sadar tanda pedang muncul di antara kedua alisnya. Ribuan energi pedang keluar dari tubuh Xiang Shin, menyebar ke segala raha menancap di tanah kemudian meledak keras menghancurkan radius beberapa kilometer untuk satu pedang saja.
Xiang Shin pun melesat terbang memasuki area Hutan Mosnter lebih dalam, melewati area hutan yang sudah hancur lebur akibat ledakan energi pedang.
***
Beberapa minggu berlalu, Xiang Shin terus melatih keahliannya dalam ilmu formasi. Ia sekarang sudah lumayan ahli dalam bertarung menggunakan susunan formasi.
Xiang Shin berada di dalam goa, bermeditasi memulihkan energi spiritual.
Xiang Shin membuka wadah kotak, melihat bunga teratai yang mengeluarkan kobaran api.
“Teratai Matahari, aku rasa sekarang saatnya menyerap Teratai Matahari ini.” Xiang Shin tidak berpikir lebih jauh untuk mulai menyerap Teratai Matahari.
Energi Teratai Matahari mulai mengalir ke dalam tubuh Xiang Shin. Ia dengan jelas bisa merasakan hawa panas memenuhi seluruh tubuhnya, mengalir melalui meredian dan aliran darah, memenuhi Dantian nya.
Xiang Shin menjalani proses penyerapan dengan sangat santai. Ia bahkan merasa tubuhnya sangat nyaman karena rasa hangat yang energi Teratai Matahari berikan.
Beberapa jam kemudian, Teratai Matahari pun berhasil diserap sepenuhnya. Aura merah menyala menyelimuti tubuh Xiang Shin.
Xiang Shin merasa tubuhnya semakin kuat dan bertenaga.
__ADS_1
“Aku bisa merasakan energi api kuat di dalam tubuh ku,” Xiang Shin mencoba menarik energi api itu keluar.
Seketika kobaran api menyelimuti tangan kanan Xiang Shin. Kobaran api tidak terlalu besar namun hawa panas yang diberikan begitu kuat sampai gua tempatnya bergetar.
“Luar biasa, inikah Inti Api? Aku tidak menyangka kekuatannya sekuat ini,” Xiang Shin bergumam kagum.
Sayangnya Xiang Shin tidak berhasil menerobos dengan menyerap Teratai Matahari. Namun ia tidak merasa kecewa karena meskipun tidak menerobos, kultivasinya mengalami peningkatan yang cukup memuaskan.
Xiang Shin berjalan keluar gua, ia menaikkan alisnya saat melihat belasan Spirit Beast sudah berada di luar. Energi kuat yang Xiang Shin keluarkan setelah mendapatkan Inti Api membuat para Spirit Beast tertarik untuk datang.
“Aku sangat tersanjung, kalian datang sendiri ingin menjadi samsak uji coba kekuatan Inti Api ku,” Xiang Shin tersenyum tipis lalu mengeluarkan belasan bola api seperti matahari kecil yang mengeluarkan hawa panas mengerikan, “akan aku tambahkan dengan niat pedang.”
Belasan bola api membentuk pedang yang mengeluarkan aura pedang.
Dengan kibasan tangan, belasan pedang api melesat bagaikan anak panah.
***
Waktu terus berlalu, Xiang Shin dengan sangat giat terus melakukan latihan di Hutan Monster. Tidak hanya melatih keahlian formasi namun Xiang Shin sudah mulai berlatih menyuling pil.
Namun Xiang Shin tidak suka menyuling pil karena memiliki cara yang lebih susah dibandingkan dengan meramu Eliksir.
Selain memerlukan pengendalian suhu api yang berbeda-beda untuk setiap herbal, tungku yang digunakan juga harus kuat untuk menahan suhu api.
Dari pada harus menghabiskan waktu mempelajari suatu hal yang menyusahkan itu, Xiang Shin berpikir lebih baik ia memperdalam kemampuan meramu Eliksir.
Dalam waktu-waktu yang ia habiskan di Hutan Monster, Xiang Shin lebih banyak menghabiskan waktu mempelajari ilmu formasi dan memperdalam kemampuan dan keahliannya dalam bidang-bidang yang ia kuasai. Bahkan ia sama sangat jarang melakukan kultivasi.
Xiang Shin berpikir untuk sekarang lebih baik memperdalam ilmu, masalah kultivasi ia masih memiliki banyak waktu nantinya.
__ADS_1
Xiang Shin sekarang sedang tidur di tepi tebing dengan dua kaki yang terjuntai ke bawah. Xiang Shin ingin bersantai-santai dulu untuk saat ini sambil melihat langit malam.
“2 bulan ini rasanya sangat sepi,” Xiang Shin bergumam, entah kenapa seorang gadis muncul di benaknya, “entah kenapa aku bisa mengingat Ling. Gadis yang banyak bicara itu pasti bisa membuat suasana jadi lebih ramai. Mungkin aku harus mengunjunginya nanti.”