
Setelah keesokan harinya Ujian terakhir Perekrutan Murid diadakan. Ujian ketiga para murid merupakan ujian yang paling umum bagi seorang kultivator yaitu kompetisi.
kompetisi di bagi menjadi murid luar murid dalam dan murid inti setiap kompetisi memiliki juara dan juara pada kompetisi tersebut akan di promosikan murid luar yang menjadi juara di promosikan menjadi murid dalam dan seterusnya
Semuanya Berkumpul di tempat Kompetisi Sekte Naga Api Dan Itu sangat luas dan sangat megah bahkan bisa menampung puluhan ribu murid.
Tempat tersebut di bagi menjadi 3 tempat yaitu tempat murid luar yang bertempat di kiri lalu murid dalam di tengah dan terakhir murid inti di kanan.
Semua tempat memiliki lingkaran arena yang berbeda beda dan Memiliki Formasi tingkat 2 yang dapat melindungi arena tersebut.
"Semua yang menjadi murid luar tolong berdiri di sebelah kiri lalu murid dalam di depan dan terakhir murid inti di sebelah kanan ku " Liu Yan yang di atas panggung juri dengan mengatur barisan murid.
Murid luar terdiri Ribuan murid kemudian murid dalam Ratusan dan yang terakhir murid inti terdapat 6 murid.
Pertarungan nya di mulai dari yang terlemah hingga yang terkuat.Sebelum Kompetisi digelar semuanya memberi hormat kepada Liu Yan.
"Salam tuan muda..." Ucap semua orang yang ada didalam Kompetisi
Setelah beberapa jam berlalu terdapat 8 orang yang memasuki 8 besar dan semua bakatnya hanya umum dan tidak ada menonjol menurut Liu Yan dengan menggeleng kecewa
Namun setelah 2 besar ada yang membuat Liu Yan terkejut yaitu Liu Feng meskipun Liu Yan melihatnya dengan bakat umum tapi Liu Yan tertarik dengan nya karena memiliki marga yang sama.
"Kenapa dia memiliki Marga yang sama dengan ku.." Liu Yan yang terheran heran karena setahu dia. dia tidak memiliki keluarga pusat maupun kerabat jauh
Namun tidak hanya itu Liu Yan memperhatikan pertarungan yang dilakukan Liu Feng juga sama seperti gayanya.Dan itu membuat Liu Yan yang semakin bertanya tanya
"Siapa dia sebenarnya? apakah aku memiliki seorang kerabat yang tidak aku ketahui.."
Tiba tiba ada suara dalam otak dia
"Benar kalian berdua merupakan cucu dari cucuku..." Ucap sosok misterius tersebut yang tidak lain merupakan Leluhur keluarga Liu, Liu Shang
"Apakah aku mendengar seseorang?. hahaha sepertinya tidak.." Liu Yan yang berpura pura tidak mendengar suara itu dan melupakan nya
Pertandingan pun berlanjut dan dimenangkan oleh Liu Feng yang merupakan Seorang pendekar pedang dan memiliki basis Penempaan Tulang Tahap 7
Meskipun Liu Feng bisa di bilang memiliki bakat yang umum namun teknik pedangnya hampir sama dengan gaya Liu Yan bahkan bisa mengalahkan Ranah Penyempurnaan Qi tahap 1
Dan itu membuat Liu Yan semakin bingung dan Liu Yan pun melupakan hal itu karena menurut dia itu hanya sebuah kebetulan.
"Karena pertandingan murid luar sudah selesai di gelar mari kita lanjutkan untuk menggelar murid dalam .." sorak Liu Yan dengan penuh semangat karena dia berharap agar pertandingan selanjutnya tidak mengecewakannya
Pertarungan murid dalam pun di gelar.
Pertarungan pertama hingga ke sepuluh kali pun masih sangat membosankan. Namun tak lama dari itu Liu Yan takjub dengan peserta berikutnya
Qian Nan melawan Shi Li yi
Yang membuat Liu Yan tertarik merupakan Shi Li Yi yang merupakan saudara kembar Shi Rui.Karena Liu Yan menduga bahwa bakatnya tidak lebih buruk dari kakaknya jika masalah basis kultivasi.Namun Qian Nan juga bukan Lawan yang biasa Jadi ini semakin membuat Liu Yan tertarik
"Sepertinya pertarungan ini semakin seru..." Liu Yan yang tersenyum di bangku manisnya
Tak lama dari pertarungan di mulai Shi Li Yi mengeluarkan cambuknya sebagai senjata utamanya dan Qian Nan menggunakan Pedang Untuk mengimbangi nya.
"Cambuk Angin badai.." Shi Li Yi yang menghempaskan badai tersebut ke arah Qian Nan
"Hmmph.....
Boom!!.......
Qian Nan yang menangkis teknik cambuk tersebut hanya menggunakan pedangnya tanpa teknik.Namun Shi Li Yi tidak terkejut karena ia hanya menggunakan serangan terlemahnya untuk mengecoh nya dan langsung di susul oleh Serangan yang lebih kuat
"Cambukan Petir surgawi.....
__ADS_1
"Jederr.....jederr.....jederr..."
Serangan itu mengenai Qian Nan dengan telak. Sayang sekali yang terkena hanyalah bayangan Qian Nan saja dan sekarang giliran dirinya untuk menyerang
"Sayatan Lima Warna..."
"Slasshhh......"
Serangan tersebut membentuk 5 pola warna yang berbeda beda dan memiliki elemen dasar yang berbeda.Serangan mengarah ke Shi Li Yi dengan kuat dan sangat cepat
"Slash.....slash....slash..."
Tapi Shi Li Yi tidak hanya melihat nya .dia membentuk Pelindung untuk mencoba menahan serangan dari Qian nan
Tapi sayang sekali Serangan lima warna lebih kuat di banding pelindung nya dan langsung menghancurkan. Shi Li Yi terluka sangat parah namun tidak sampai membunuh nya.
"Pertandingan ini dimenangkan oleh Qian Nan....." Juri yang mengumumkan nya
Tapi setelah itu hanya pertandingan membosankan bagi Liu Yan karena Qian Nan tidak bertemu dengan lawan yang setara dengannya sampai Di perempat final. Qian Nan bertemu dengan Sung Rong
Seorang wanita yang memiliki kultivasi tinggi dengan usia yang sangat muda bahkan lebih muda dari Liu Yan namun tidak bisa di bandingkan dengan lima jenius lainnya
Qian Nan ketika berhadapan langsung dengan Sung rong pun langsung menjadi sangat serius. seperti bertemu dengan musuh alami nya
"Sepertinya kita bertemu lagi Nona Sung.." ucap Qian Nan .
"Hmmmph. Kamu kira kamu siapa!.."
Sebenarnya Qian Nan merupakan kekasih lama dari Sung rong namun karena Qian Nan selingkuh dia pun memutuskan hubungan dengannya dan mulai berkultivasi karena tidak ingin bergantung kepada laki laki.
Namun sayang sekali Qian Nan hanya di fitnah belaka oleh seseorang yang menyukai Sung rong.Dia merupakan Tuan muda Sekte Salju Putih. Meskipun Qian Nan menjelaskan berkali kali tapi Sui Li Yi tetap tidak mempercayainya.
"Nona Sung tolong dengar kan penjelasanku. aku tidak pernah berfikir akan berselingkuh di depannya apalagi mencari wanita lain selain dirimu.." Qian Nan menjelaskan dengan sangat menyakinkan
" Serangan Lotus es abadi
Energi Qi yang sangat kuat di tangan Sung rong hingga membentuk lotus es yang sangat dingin kemudian tanpa ragu Sung rong pun langsung melemparkan Lotus itu
"fiuuuh sepertinya mereka memiliki hubungan yang rumit.." Liu Yan yang menghela nafas
"Maafkan aku Tapi aku sekarang tidak lagi mencintaimu.. " ucap sung rong dengan dingin
Tapi Qian Nan hanya tersenyum dan pasrah terhadap dirinya sendiri . dan lebih baik menyerang balik tentu saja Qian Nan yang mendengar hal itu hatinya sangat sakit
"Aku Qian Nan bersumpah tidak akan pernah menyukaimu lagi..." Teriak Qian Nan dengan wajah yang sangat sedih karena bagaimanapun Qian Nan harus menjadi lebih kuat untuk membangun ulang keluarganya dengan memilih mengorbankan orang yang sangat dia cinta
Meskipun Ia bersumpah ia tetap tidak bisa melukai orang yang ia cintai dan memilih untuk menerima serangannya
"haaa sepertinya aku kalah degan perasaan ku..." Qian Nan yang pasrah dan menjatuhkan Pedangnya dan tersenyum ke arah Sung rong
Duarrrr.........Bzzzzzzz.....
Dan serangan itu pun menghantam Qian Nan dengan sangat dahsyat bahkan Arena menjadi retak
Namun Qian Nan tidak terluka parah karena di depannya tiba tiba Sung rong yang menghalangi.
"Maafkan aku Qian Nan mungkin kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya..." Sung rong yang terluka parah dengan kondisi yang sangat tidak dapat di jelaskan
"Tidakkkkk jangan meninggalkanku untuk keduakalinya.. Kumohon ...
Kumohon ...Kumohon...
Tapi sayang sekali semua tubuhnya mulai membeku dan hancur satu persatu sampai habis.k
"Apakah mereka begitu suka bermain drama?.." ucap Liu Yan dengan terheran heran bagaimana tidak di kompetisi tersebut sudah di beri formasi agar tidak ada yang terbunuh dalam arena
__ADS_1
Juri Yan mendengar perkataan Liu Yan pun tertawa karena apa yang di katakan Liu Yan sangat benar sekali.
"Hei bodoh kenapa kamu sedih sekali.." Sung rong yang berbicara dari belakangnya sambil tersenyum
"Kamu bukannya sudah..."
Sung rong pun langsung memeluk kekasih lamanya karena begitu merindukan nya
"Tidak apa apa ada aku disini..." Sung rong yang memeluk Qian Nan dengan lembut
"hiksss hiksss. Tolong jangan tinggalkan aku lagi Sung rong.."
Seketika suasana romansa tiba tiba menghilang.
"Sampai kapan kalian bermesraan di sana cepat turun..."
"Jika kalian begitu menyukai drama lakukanlah di rumah..."
Ribut murid yang menjadi 1 kompetisi tersebut. keduanya pun turun dari Arena
Pertandingan perempat lainnya juga tidak kalah menarik Han Lian melawan
Liang Tian.
Liang Tian diunggulkan oleh Secara kekuatan dan Han Lian diunggulkan oleh kekuatan fisik dan pertahanan yang kuat.
Pertandingan antara keduanya sangat sengit dan tidak ada diantaranya yang terluka parah.
"Hahaha Han Lian kamu tidak buruk juga..." ucap liang Tian yang tertawa renyah
"Hahahaha seperti yang di duga sahabat ku emang tidak mengecewakan ..." Jawab Han Lian
"Duarr....... Duarr......."
"Boom..... Boom....."
Kekuatan antara keduanya bertabrakan yang membuat Arena bergetar hebat bahkan pertarungan mereka lebih layak untuk di tonton dari pada yang sebelum
"Sahabat ku sepertinya sudah saatnya kita mengakhiri ini. Tapak Penghancur Langit. Liang Tian memusatkan semua energinya pada tangannya dan membentuk Telapak tangan yang besar
"Hahahaha sepertinya sudah cukup bermain mainnya. Kekuatan pembunuh dewa. Han Lian menguatkan fisiknya dan memusatkan semua energi nya pada tinjunya.Dsn ketika serangan mereka bertabrakan
"Duarrrrkh........."
Suara yang sangat menggelegar dan dahsyat bahkan formasi di arena hampir pecah . kondisi keduanya pun sangat sama dengan memiliki luka parah di tubuh mereka namun sayang kondisi yang berbeda .
Han Lian berhasil Sadar karena memiliki fisik yang sangat kuat sedangkan liang Tian tergeletak tanpa sadar. sehingga membuat Han Lian dinyatakan menang dan menuju final melawan Qian Nan
Sebenarnya Qian Nan tidak benar benar serius ketika melawan Sung rong dan dapat mudah sekali menghancurkan Lotus es abadi milik sung ron
Keduanya pun berhadapan Namun sayang sekali kondisi Han Lian tidak berada di puncaknya sedangkan Qian Nan Berada pada kondisi fitnya
Han Lian juga tau meskipun ia dalam kondisi puncaknya dia tetap tidak bisa mengalahkan Qian Nan dan lebih mengaku kelelahannya
Sepertinya Liu Yan sangat kecewa karena ia ingin melihat pertarungan mereka berdua.Namun keadaan berkata lain. Setelah Kompetisi murid dalam dan murid luar Soren pun tiba meskipun ia ingin sekali melihat pertarungan murid inti namun belum saatnya
"Semuanya karena hari mulai petang semuanya kembali ke tempat masing masing.." Patriak long yang memberitahukan kepada semuanya.
Semuanya kembali ketempat masing masing termasuk Liu Yan. Liu Yan pun ke kamar Lan xue Hua dan menanyakan kabarnya untuk mengikuti kompetisi besok dan setelah itu ia mengunjungi Hu Tao dan melihatnya . karena Hu Tao masih fokus belajar Liu Yan tidak ingin menganggunya.Setelah itu Liu Yan kembali ke kamarnya dan di sambut oleh Zong QianQian
"Selamat datang Liu Yan. Sepertinya kamu lelah.Kemarilah dan istirahat bersamaku..." QianQian yang menyuruh Liu Yan agar berisitirahat seperti suami dan istri
"Terimakasih Qin'er , sepertinya aku langsung istirahat saja..."Jawab Liu Yan yang langsung mencium dahi QianQian dan berisitirahat.
Bersambung...
__ADS_1