Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.608 - Dominasi Huo Cai'er


__ADS_3

“Perang sudah di mulai ya..”


Seorang wanita sedang duduk bersila di dalam sebuah ruangan yang berada di dalam kapal angkasa. Meskipun wanita itu adalah iblis dengan tanduk, sepasang sayap dan ekor, tapi kulitnya putih mulus dengan wajah yang sangat cantik. Terlebih dengan mata merah darah dan pupil tajam membuat kecantikannya memiliki daya tarik tersendiri.


Dia adalah salah satu istri Xiang Shin, Huo Cai’er.


Huo Cai’er awalnya menjadi musuh para iblis karena apa yang dia lakukan telah membuat kerusakan di banyak area Dimensi Iblis karena menyerap energi dari begitu banyak galaksi.


Tidak ada dari para iblis yang bisa menangkapnya. Akhirnya 7 Iblis Dosa Besar bertindak dengan mengirim Asmodeus untuk menemuinya.


Melalui beberapa trik, Asmodeus berhasil menemukan lokasi Huo Cai’er lalu mendatanginya.


Huo Cai’er sama sekali tidak takut dengan Asmodeus karena dia adalah Primordial Demon yang asli, sementara Asmodeus adalah iblis biasa, meskipun memiliki kekuatan Primordial Demon tapi tetap saja itu adalah kekuatan pinjaman.


Asmodeus memang tidak berniat bertarung dengan Huo Cai’er melainkan mengajaknya bekerja sama.


Tapi Asmodeus dengan teknik pesona berniat menjadikan Huo Cai’er sebagai budak. Sayangnya teknik sang Dosa Nafsu itu tidak berguna pada Huo Cai’er.


Hal itu menyebabkan pertarungan di antara keduanya. Asmodeus begitu terkejut karena meskipun Huo Cai’er adalah iblis ranah Dewa Sejati tingkat 6 tapi ia tidak bisa melukainya.


Merasa kalau lawannya berbahaya, Asmodeus memutuskan untuk menghentikan pertarungan.


Asmodeus menawarkan beberapa hal pada Huo Cai’er dan akhirnya dia setuju untuk bekerja sama dengan beberapa syarat tambahan yang disetujui oleh Asmodeus.


Salah satu syarat Huo Cai’er adalah dirinya bisa mendapatkan Primordial Demon. Ia pun sudah mendapatkan Primordial Demon dari Orb Of Demon.

__ADS_1


Sebagai Primordial Demon, Huo Cai’er tidak perlu menyatu dengannya. Namun ia bisa menyerap Primordial Demon tersebut hingga kultivasinya kini menerobos ke ranah Dewa Sejati tingkat 7.


Dia merupakan yang paling cepat kultivasinya di antara istri Xiang Shin karena metode kultivasinya yang menyerap energi dari berbagai galaksi serta Primordial Demon.


“Pandora Box, bahkan di kehidupan ku sebelumnya benda itu tidak pernah muncul bahkan dalam catatan paling kuno belum pernah ada yang menyinggung benda misterius itu.”


Huo Cai’er sendiri yang sudah hidup sejak zaman yang sangat jauh tidak mengetahui tentang Pandora Box itu.


“Tidak ada gunanya memikirkan itu sekarang, lebih baik aku menunjukkan kontribusi ku dengan menghadapi para Beast itu.” Huo Cai’er pun keluar dari kapal angkasa tempatnya berada.


Ia melihat pertarungan yang begitu rusuh di luar sana.


“Phoenix, tidak hanya Phoenix Es tapi juga Phoenix Api.” Huo Cai’er mengingat beberapa hal. “Istana Phoenix Es, Kakak Shin pernah mengatakan jika muridnya berada di sana jadi seharusnya para Phoenix Es itu mengenal Qin Zhiyun. Lalu Phoenix Api, setelah kami di pisahkan oleh wanita misterius itu, mungkin saja Saudari Xian Lin terlempar ke Dimensi Beast dan para Phoenix Api mengenalnya.”


Huo Cai’er melesat ke arah pertarungan.


Qin Zhao sudah berkali-kali tubuhnya terpotong sampai hancur tapi sebagai Phoenix, tubuhnya dengan cepat kembali seperti semula.


Qin Zhao menghadapi iblis bernama Moro.


“Hahaha! Mati kau Phoenix lemah!” Moro menembakkan energi kegelapan yang sangat kuat.


Tiba-tiba sebuah serangan kegelapan dari arah lain menghantam serangannya sampai hancur.


“Siapa yang berani menahan serangan ku?!” Moro berteriak marah, menoleh ke arah datangnya serangan.

__ADS_1


Moro langsung terdiam dengan keringat dingin melihat sosok Huo Cai’er.


“Kau..”


“Kau apa?” Huo Cai’er berkata dingin.


“Kenapa kau menghentikan serangan ku?” Meskipun Moro berusaha menekannya, ia tidak bisa menyembunyikan rasa tidak senang dari nada suaranya.


“Pergi kalian dari sini, biarkan aku yang mengurus mereka!” Huo Cai’er tidak menjawab pertanyaan justru memberi perintah.


“Kenapa juga aku harus mengikuti perintah mu? Meskipun kau di perlakukan spesial oleh 7 Dewa Iblis tapi bukan berarti kau bisa memerintah kami sesuka hati!” Moro tidak terima di perintah oleh iblis yang kultivasinya lebih rendah darinya.


“Jangan membuat ku mengulangi perkataan ku dua kali!” Huo Cai’er meledakkan aura Primordial Demon hingga semua Primordial Demon para iblis langsung menghilang.


Semua iblis merasakan tekanan yang seolah memaksa mereka untuk tunduk di hadapan wanita itu.


Moro yang merupakan iblis ranah Dewa Sejati tingkat 8 pun sampai gemetar dengan keringat yang mengalir deras.


Aura dari Primordial Demon sejati bukanlah sesuatu yang bisa di tahan oleh iblis biasa seperti mereka.


“B-baik.. kami akan pergi.” Moro langsung melesat pergi bersama para iblis lainnya.


Kini suasana menjadi sunyi bahkan setelah Huo Cai’er menarik semua auranya.


Huo Cai’er menatap para Phoenix dengan datar seperti tatapan biasanya.

__ADS_1


“Sekarang waktunya mengurus kalian semua.”


__ADS_2