
Dimensi Beast.
Luo Xian Lin kini sudah mendapatkan kembali kekuatan masa lalunya yang merupakan leluhur para Phoenix Api yaitu Phoenix 5 Warna.
Luo Xian Lin memiliki 5 jenis api yaitu api merah yang panas, api putih kebiruan yang dingin, api biru cerah yang bisa membakar jiwa, api ungu yang mengandung racun ganas serta api hijau yang mengandung vitalitas murni.
Masing-masing dari kelima api itu mengandung keistimewaan. Semenjak bangkitnya garis darah Luo Xian Lin, para Phoenix Api bisa merasakannya hingga mereka segera menuju tempat Luo Xian Lin berada.
Beberapa puluh tahun mereka menunggu akhirnya Luo Xian Lin bangkit sepenuhnya dengan kultivasi ranah Dewa Sejati tingkat 1.
Para Phoenix Api bergembira dengan bangkitnya leluhur mereka. Akhirnya dia pun di angkat sebagai pemimpin para Phoenix Api dengan julukan Permaisuri Phoenix Api.
Saat ini kultivasi Luo Xian Lin berada di ranah Dewa Sejati tingkat 4.
Dari dulu Phoenix Api dan Phoenix Es selalu memiliki konflik, baik itu konflik kecil maupun besar. Hal ini belum pernah berakhir.
Namun setelah kepemimpinan Luo Xian Lin, wanita itu berencana untuk mulai melupakan konflik lama dan memulai hubungan baru dengan Phoenix Api. Terlebih sekarang para Iblis sudah mulai mengacau jadi tidak ada alasan untuk mereka terus melanjutkan konflik dari dalam sementara bahaya dari luar sedang mengintai.
Namun sebelum kedua ras benar-benar berdamai, tentu harus ada pertemuan untuk membicarakan hal ini terlebih dahulu.
Jadi Pemimpin Phoenix Es dan Pemimpin Phoenix Api harus bertemu untuk membahas hal ini.
Pertemuan akan berlangsung di sebuah Dimensi kecil yang berada di antara Galaksi Phoenix Es dan Galaksi Phoenix Api.
Kedua pihak sudah memasuki dimensi kecil tersebut dari sisi yang berlawanan. Mereka sudah membuat janji untuk bertemu di pusat dimensi kecil tersebut.
Luo Xian Lin sebagai pemimpin Phoenix Api membawa 5 Tetua Utama. Sama halnya dengan Qin Zhiyun yang membawa 5 Tetua Utama. Itu memang sesuai perjanjian, hanya boleh membawa 5 Tetua karena mereka tidak datang untuk berperang.
__ADS_1
Saat mereka merasakan hawa keberadaan masing-masing dari jauh, para Tetua Utama dari dua pihak mengeluarkan aura masing-masing hingga hawa panas dan dingin menyebar ke seluruh dimensi kecil.
“Sudah ku bilang kita di sini untuk membahas tentang perjanjian damai, jadi jangan membuat suasana menjadi tegang!” Qin Zhiyun menghentikan para Tetuanya.
“Maaf Yang Mulia.”
Para Tetua langsung menuruti perkataan pemimpin mereka.
“Jangan melakukan sesuatu yang bisa memancing konflik. Kita datang untuk berdamai bukan untuk berperang!” Luo Xian Lin di sisi lain juga melakukan hal yang sama.
“Baik Yang Mulia.”
Para Tetua menuruti Luo Xian Lin.
Kedua pihak terus melaju dengan kecepatan tetap. Hingga mereka akhirnya bisa melihat keberadaan satu sama lain.
Luo Xian Lin sedikit mengerutkan keningnya melihat sosok pemimpin ras Phoenix Es. Ia merasa pernah melihat wajahnya.
Saat mereka sudah mendarat di tengah pulau melayang, mereka bertatapan satu sama lain dan Luo Xian Lin akhirnya mengingat di mana dia pernah melihat wajah Qin Zhiyun.
“Salam Permaisuri Phoenix Es dan para Tetua.”
“Salam Permaisuri Phoenix Api dan para Tetua.”
Mereka memberi salam dengan menangkupkan tangan.
“Permaisuri Phoenix Es, ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Apa kau bernama Qin Zhiyun?”
__ADS_1
Pertanyaan Luo Xian Lin membuat Qin Zhiyun dan para Tetua terkejut. Selain para petinggi, tidak ada yang mengetahui nama Qin Zhiyun. Semua orang hanya mengenal Qin Zhiyun sebagai Permaisuri Phoenix Es.
“Dari mana kau...”
Qin Zhiyun mengangkat tangan kanannya, memberi kode untuk tidak berbicara pada salah satu Tetuanya.
“Tetua, bisa biarkan kami berdua melakukan pembicaraan sebentar. Ini tentang masalah pribadi.” Ucap Qin Zhiyun.
“Sepertinya memang benar,” Luo Xian Lin bergumam dalam hati kemudian memerintahkan hal yang sama pada para Tetuanya.
Semua Tetua dari kedua pihak pun pergi keluar dari pulau. Luo Xian Lin mengibaskan tangannya, membuat semacam penghalang agar pembicaraan mereka tidak bocor keluar.
“Permaisuri Phoenix Api, dari mana kau mengetahui nama ku?”
Luo Xian Lin tersenyum tipis, “dari guru mu, Xiang Shin.”
Qin Zhiyun melebarkan matanya, “kau mengetahui tentang guru ku? Di mana dia sekarang?”
“Entahlah, aku tidak tahu. Tapi aku yakin dia baik-baik saja.”
“Apa sebenarnya hubungan mu dengan guru ku?” Qin Zhiyun sangat ingin mengetahui itu.
Senyum Luo Xian Lin semakin lebar kemudian ia menjawab.
“Xiang Shin adalah suami ku.”
“Apa?!”
__ADS_1
\=\=\=