Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.524 - Pemadatan Ruang


__ADS_3

Fu An dengan 4 kapal angkasa serta pasukannya bergerak mendekati Tata Surya.


Fu An yang berdiri di dek kapal mengerutkan keningnya semakin ia dekat dengan Tata Surya tersebut. Ia melihat suatu keanehan yang membuatnya bingung.


Bencana hukum kesengsaraan yang terjadi di kedelapan planet terlihat bergerak sangat cepat hingga ia bahkan kesulitan mengetahui bencana apa itu.


Tapi biasanya seorang kultivator jenius memang kadang mengalami bencana hukum kesengsaraan yang aneh. Jadi ia tidak terlalu heran. Mungkin itu adalah salah satu bencana aneh itu.


Fu An kini berada tepat di depan lapisan formasi pelindung. Ia melayang kemudian menyentuh lapisan formasi tersebut.


“Formasi ini cukup kuat, tapi aku masih bisa mengatasinya!” Fu An ahli dalam Dao Formasi jadi ia memiliki keyakinan yang besar untuk mengatasi sesuatu yang berkaitan dengan formasi.


Fu An mengeluarkan banyak Kristal Dewa kemudian memerintahkan para bawahannya menyebarkan kristal tersebut di titik-titik tertentu. Setelah semua terpasang, Fu An mulai melakukan segel tangan untuk menghancurkan susunan formasi.


1 hari berlalu begitu cepat. Fu An terlihat tersenyum tipis karena ia telah berhasil.


“Tidak terlalu sulit,” Fu An melakukan sekali segel tangan dan akhirnya lapisan formasi retak.


Retakan itu terus menjalar ke semua sisi lapisan formasi hingga akhirnya susunan formasi pelindung itu hancur.


“Bos memang hebat, susunan formasi seperti apapun bisa di atasi dengan mudah.”


“Luar biasa bos, tidak salah kami bergabung dengan Perompak Banteng Merah.”


Para bawahan Fu An mulai memberikan pujian yang membuatnya membusungkan dada dengan bangga.

__ADS_1


Fu An naik kembali ke dek kapal kemudian memerintahkan pasukannya untuk maju. Fu An menaikkan alisnya saat mencapai jarak tertentu, ia melihat bencana hukum kesengsaraan yang begitu cepat itu kembali normal.


“Siapkan meriam!”


Semua kapal angkasa mengeluarkan meriam, di arahkan pada satu planet. Energi mulai terkumpul, hingga beberapa saat, meriam menembakkan sinar energi yang sangat kuat.


Sebelum sinar energi itu benar-benar menghantam planet, sinar energi itu memantul ke arah lain kemudian meledak.


“Apakah di setiap planet juga mengandung sebuah formasi pelindung?” Fu An mengerutkan keningnya. “Tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan formasi apapun.”


Fu An melihat ke arah bencana hukum kesengsaraan di planet tersebut yang mulai mereda, tidak terlihat lagi ada bencana, awan hitam mulai menipis.


“Ini baru 10 hari sejak perang di mulai, tidak mungkin mereka sudah menerobos dalam waktu yang begitu cepat. Selain itu...”


Fu An terdiam karena melihat seorang pria tiba-tiba saja sudah berada di hadapannya. Ia bahkan tidak bisa merasakan kehadirannya hingga pria itu muncul di hadapannya.


Pengerasan Ruang!


Fu An ingin melompat mengambil jarak tapi ia tiba-tiba tidak bisa bergerak. Tidak hanya dirinya tapi semua bawahan serta kapal angkasa yang mereka gunakan terhenti.


Fu An hanya bisa menatap pria di depannya dengan mata melebar.


“Perompak Banteng Merah, kalian melancarkan aksi cukup banyak belakangan ini, dan sekarang kau bahkan berani menyinggung Sekte Hewan Suci. Sungguh keberanian yang patut di puji.”


Xiang Shui berkata dengan nada monoton. Kultivasinya sudah meningkat pesat, tidak hanya menerobos ke ranah Dewa Sejati tingkat 1 tapi langsung ke tingkat 2.

__ADS_1


Ini karena tubuhnya yang menyerap semua bencana hukum kesengsaraan. Selain itu, hukum kesengsaraan menjadi lebih kuat karena di picu oleh energi Cosmic Yin-Yang hingga ia menyerap energi lebih banyak.


“Sekarang aku bisa memaksimalkan kekuatan ku dengan pemahaman Dao tingkat 9, kalian akan menjadi percobaan pertama.”


Pemahaman Dao Xiang Shui sangat tinggi karena di dapatkan dari warisan Istana Xiang Shin. Ia tidak bisa memaksimalkan potensi Dao nya karena kultivasinya masih di tingkat Demi-God.


Sekarang ia sudah berada di ranah Dewa Sejati.


Pemadatan Ruang!


Tekanan ruang menjadi sangat kuat hingga itu mulai menghancurkan apapun dalam jangkauan. Tubuh Fu An mulai hancur, begitu juga dengan para bawahnya, bahkan kapal angkasanya.


Pada akhirnya keempat kapal angkasa hancur bersama Fu An dan para bawahannya. Ini merupakan akhir dari Perompak Banteng Merah.


Xiang Shui menoleh ke arah lain, ia bisa merasakan pertarungan di sana.


“Masih ada pengacau yang datang, tapi ayah seharusnya bisa mengatasinya.”


***


Tetua Wu Ming bersama pasukannya masih berhadapan dengan pasukan lawan. Tidak terlihat pertarungan akan mencapai puncaknya, justru itu terlihat semakin memanas.


Tetua Wu Ming berusaha keluar dari kepungan Zhen Qing dan Fu Tao untuk pergi menahan orang-orang yang berniat mengganggu proses kultivasi Xiang Shin.


Tiba-tiba saja semua orang berhenti bergerak, atau lebih tepatnya tidak ada yang bisa bergerak karena tubuh mereka semua seolah tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat.

__ADS_1


__ADS_2