
Setelah bertahun-tahun Meng Duan akhirnya bisa melihat wajah Xue Ning lagi, mantan kekasihnya. Meng Duan berharap akan ada rasa tertentu yang muncul di hatinya, contohnya rasa benci karena wanita di depannya ini telah mengkhianatinya dulu.
Namun ia tidak merasakan apa-apa, hanya sedikit rasa nostalgia yang ia pun tidak peduli dengan itu.
Mungkin perasannya pada Xue Ning memang sudah hilang sepenuhnya.
“Kakak Duan.. aku..” Xue Ning menunduk dengan air mata yang menetes.
“Apa gunanya kau menangis? Tidak perlu merasa bersalah, lagi pula aku sudah melupakan semuanya,” Meng Duan membantu Xue Ning duduk kemudian mengeluarkan sebuah pil, “makan ini!”
“Aku...” Xue Ning ragu.
Setelah apa yang ia lakukan pada Meng Duan, menerima bantuan darinya justru menambah rasa bersalah di hatinya.
“Makanlah sebelum aku menendang mu!” Meng Duan berkata dengan sedikit keras.
Xue Ning tersentak, ia pun dengan cepat memakan pil itu kemudian bermeditasi memulihkan luka-lukanya.
“Kakak Duan.. aku minta maaf atas apa yang aku lakukan selama ini. Mungkin maaf saja tidak akan cukup, jadi kau bisa membunuh ku, aku akan menerimanya dengan sepenuh hati,” Xue Ning masih tidak berani menatap wajah Meng Duan.
“Sudah aku bilang tidak perlu merasa bersalah, aku sudah melupakan semua permasalahan di antara kita. Aku membantu mu kali ini bukan karena aku kasihan atau apa, tapi ini adalah tanda kalau kita adalah kenalan lama, tidak lebih.”
__ADS_1
Akhirnya Xue Ning menatap wajah Meng Duan, melihat wajah pria yang merupakan mantan kekasihnya itu yang memasang ekspresi biasa saja.
Setelah beberapa saat Xue Ning kembali menunduk.
“Xue Ning, setelah ini Keluarga Yang akan hancur sebagaimana Keluarga Luo. Aku akan membawa mu keluar sampai gerbang Kediaman Keluarga Yang agar kau bisa melarikan diri, selebihnya tergantung pada keberuntungan mu.”
“Kenapa.. kau membantu ku? Kenapa.. kau masih baik pada ku? Kenapa kau ingin menyelamatkan ku? Apa kau benar-benar sudah tidak dendam lagi pada ku?”
“Apa aku perlu mengulangi kata yang sama sampai tiga kali?” Meng Duan berdiri, “jika aku marah dan menghajar mu sekarang, itu artinya aku masih memiliki perasaan khusus pada mu karena tidak terima kau meninggalkan ku!..
Tapi aku benar-benar tidak memiliki rasa apa pun lagi. Bantuan dari ku hanya bukti kalau kita adalah kenalan lama. Jadi berdirilah sekarang, aku akan membawa mu keluar dari Kediaman Keluarga Yang ini!”
Pada akhirnya Xue Ning setuju dengan Meng Duan. Setelah Meng Duan membawa Xue Ning pergi, ia kembali ke medan perang untuk melanjutkan tugasnya.
***
Dengan sangat mudah mereka melumpuhkan kelima monster tua Keluarga Yang hingga mereka tidak bisa bergerak.
Mereka tidak membunuh para monster tua Keluarga Yang karena ini adalah permintaan Luo Xian Lin. Wanita itu kini menyeringai lalu mengeluarkan botol giok hitam yang di berikan Huo Cai’er sebelumnya.
Luo Xian Lin membuang masing-masing satu tewas pada luka kelima monster tua Keluarga Yang. Seketika kelima pria tua itu berteriak kesakitan. Teriakan mereka sangat memilukan hingga bisa membuat siapa saja merasa iba, namun tidak dengan Luo Xian Lin yang saat menyeringai penuh kepuasan.
__ADS_1
“Apakah mungkin saudari Xian Lin sudah tidak terselamatkan lagi?” Yun Yihua tersenyum kecut, “apakah aku perlu menghentikannya?”
“Saudari Yihua, saudari Cai’er, kalian lebih baik membantu para Raksasa, aku masih belum puas menyiksa mereka,” Luo Xian Lin mengikuti cara Huo Cai’er menyiksa orang, ia mengiris kecil daging para petinggi Keluarga Yang secara terus menerus.
“Baiklah saudari Xian Lin, kami tidak akan mengganggu mu,” Yun Yihua pun melesat pergi bersama Huo Cai’er.
Sementara Xuan sendiri sudah lebih dulu pergi membantu pasukan Raksasa setelah para monster tua Keluarga Yang habis terbunuh.
***
Dengan terbunuhnya semua kultivator tingkat Immortal Emperor Keluarga Yang, dominasi pasukan Xiang Shin semakin terlihat.
Meskipun jumlah anggota Keluarga Luo ada puluhan juta namun Xiang Shin bisa mengatasi kekurangan jumlah itu dengan Pedang Daonya.
Para anggota Keluarga Yang sudah melihat kekalahan mereka dengan jelas. Tidak ada kesempatan lagi, jadi mereka bergegas melarikan diri sebisa mungkin untuk menyelamatkan diri.
“Hua’er, di mana Lin’er? Aku tidak melihatnya datang tadi bersama kalian,” Xiang Shin menghampiri Yun Yihua setelah mengurangi cukup banyak jumlah anggota Keluarga Yang.
“Ah itu.. saudari Xian Lin sedang sibuk dengan pekerjaan lain di sana,” Yun Yihua menunjuk ke arah di mana Luo Xian Lin berada.
“Pekerjaan lain? Memangnya apa yang dia lakukan?”
__ADS_1
Yun Yihua menghela nafas, “sepertinya saudari Xian Lin memiliki dendam tersendiri pada Keluarga Yang, jadi dia sedikit menyiksa para monster tua Keluarga Yang.”
“Sedikit menyiksa kah...” Xiang Shin entah kenapa merasa kurang yakin.