
“Sekumpulan sampah! Kepung mereka!”
Para anggota Sekte Darah Kematian langsung mematuhi perintah Yang Yin. Mereka segera mengepung anggota Sekte Pedang Dunia.
Anggota Sekte Pedang Dunia membentuk formasi melingkar saling memunggungi, menjaga Meng Duan yang berada di tengah-tengah.
Xiang Shin bangkit berdiri, ia sedikit maju menghadap Yang Yin dengan ekspresi dingin.
“Jadi seperti ini wajah asli mu, Yang Yin. Aku benar-benar tertipu, aku kira kau adalah orang bodoh yang sudah gila.”
“Kau.. beraninya kau menghina saudara Yang Yin!” Xue Ning tidak terima kekasihnya disebut gila.
“Kau lebih baik diam!” Xiang Shin menatap tajam Xue Ning, membuat gadis itu bungkam tidak berani berbicara.
“Tenanglah Xue’er, aku akan melindungi mu,” Yang Yin menenangkan Xue Ning, “Xiang Shin, kau harusnya sadar dengan kejahatan yang telah kau lakukan. Kau membunuh saudara Xue Ji Yan dan merebut Pedang Darah Kematian. Hari ini aku akan membunuh mu dan merebut Pedang itu kembali.”
“Coba saja kalau kau bisa!” Xiang Shin mengeluarkan Pedang Darah Kematian.
Xiang Shin tidak berusaha membantah perkataan Yang Yin karena ia tau itu semua percuma. Apa pun yang dia katakan tidak akan membuat kondisi menjadi lebih baik.
“Xiang Shin, aku akan membantu mu,” Luo Xian Lin berdiri di samping Xiang Shin.
Yang Yin tentu saja kesal melihat Luo Xian Lin yang sepertinya sudah semakin dekat dengan Xiang Shin. Namun ia tidak boleh menunjukkan kecemburuannya karena ada Xue Ning di sini.
__ADS_1
“Serang mereka! Bunuh semuanya!” Xue Ning berteriak.
Semua anggota Sekte Darah Kematian langsung bergerak menyerang, begitu juga sebaliknya. Meskipun masih belum pulih akibat pertarungan sebelumnya, mereka tidak akan menyerah begitu saja.
Teknik Pedang Indra! Dewa Halilintar Timur!
Tubuh Xiang Shin di selimuti aliran petir, seketika ia bergerak cepat bagaikan kilat dalam garis lurus.
Yang Yin melebarkan matanya melihat kecepatan Xiang Shin yang seketika berada tepat di depan wajahnya.
Yang Yin bereaksi cepat menahan tebasan pedang Xiang Shin menggunakan pedangnya hingga ia terpaksa mundur belasan meter.
Xue Ning yang awalnya berada di samping Yang Yin, langsung melompat menjauh. Secara bersamaan, Luo Xian Lin melesat menyerang Xue Ning.
Xue Ning dapat menangkis serangan Luo Xian Lin menggunakan tombaknya. Pertarungan pun terjadi di antara kedua gadis itu, keduanya terlihat imbang dalam bertarung.
Di sisi lain, Xiang Shin sedang bertarung melawan Yang Yin.
“Apa hanya ini kemampuan mu, Xiang Shin? Jika hanya seperti ini maka kau memang tidak pantas untuk saudari Xian Lin!” Yang Yin melapisi pedangnya dengan energi Yin-Yang kemudian melakukan tebasan kuat.
Xiang Shin memang mampu menahan serangan tersebut, tapi ia harus terpental sampai menabrak pohon sampai tumbang.
“Matilah!” Yang Yin membuat belasan pedang energi kemudian melesatkan ke arah Xiang Shin.
__ADS_1
Sesaat sebelum serangan itu mengenai sasaran, Xiang Shin mengeluarkan Pedang Dao dalam jumlah sama, menahan semua serangan Yang Yin.
“Oh, kau masih memiliki cukup banyak energi pedang ternyata,” Yang Yin berjalan pelan dengan ujung pedangnya yang di seret, membuat garis memanjang.
Xiang Shin berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya.
Saat mencapai jarak tertentu, Yang Yin mengarahkan dua ular hitam dan putih ke arah Xiang Shin. Secara bersamaan, Xiang Shin juga melesatkan belasan Pedang Dao.
Kedua serangan mereka hanya saling melewati, tidak beradu karena target mereka sama-sama tubuh lawan.
“Dia sepertinya sudah kehabisan harapan. Serangan lambat seperti ini tidak akan bisa mengenai ku,” Yang Yin bergumam dalam hati sambil membuat pertahanan.
Yang Yin sedikit melebarkan matanya saat melihat Xiang Shin tiba-tiba menghilang, seketika ia muncul tepat di sampingnya, berganti posisi dengan salah satu Pedang Dao.
Aliran petir merah menyelimuti pedang Xiang Shin, mengincar leher pria itu.
Refleks Yang Yin melapisi lengannya dengan energi Yin-Yang kemudian menahan tebasan pedang Xiang Shin.
Pedang Xiang Shin menebas lengan Yang Yin, merobek daging hingga mencapai tulang. Namun sayangnya tidak mampu memotong lengannya.
Secara bersamaan, Yang Yin juga menghindari semua Pedang Dao. Tapi ia terkena beberapa goresan tajam yang membuatnya berdarah di bagian pipu dan paha.
Xiang Shin ingin melakukan serangan lagi, namun dua ular hitam dan putih sudah kembali lagi, ia harus bergerak menjauh mengambil jarak.
__ADS_1
Darah mengalir dari luka Yang Yin, tapi ia bisa menghentikan pendarahan dengan mudah, namun itu sama sekali tidak bisa menghilangkan rasa sakit pada lukanya.
“Sepertinya aku terlalu meremehkan mu, Xiang Shin,” ekspresi Yang Yin terlihat datar namun penuh dengan amarah, “aku akan membunuh mu!”