Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.483 - Pertarungan Qin Qiaoyu


__ADS_3

Xiang Shui sebenarnya memasang formasi sihir tidak terlihat di jalur Yu Ren melesat hingga ia bisa membuat rantai formasi yang mengikat seluruh tubuh Yu Ren.


Dengan puluhan pedang Dao yang sekarang berada di sekeliling Yu Ren dan pedang Xiang Shui yang hampir menyentuh leher gadis itu, tidak ada kesempatan untuk Yu Ren bisa menang


“Menyerahlah!”


“Sial!” Yu Ren mencoba meloloskan diri namun semua Pedang Dao yang mengelilinginya sedikit menusuk tubuhnya hingga meneteskan darah.


“Kau bisa mati jika terus melawan, menyerahlah!”


“Kenapa kau tidak bunuh saja aku?!” Yu Ren menatap tajam Xiang Shui.


“Apa kau memang ingin mati? Jika kau ingin mati maka aku bisa membunuh mu.” Xiang Shui berkata dengan datar, ia sama sekali tidak bercanda dengan perkataannya. “Aku hanya memberi mu kesempatan, kita bukanlah musuh yang memiliki dendam, jadi tidak ada alasan untuk membunuh mu dalam situasi ini. Kecuali jika kau menginginkan kematian.”


Yu Ren terdiam, ia menarik nafas kemudian membuangnya.


“Baiklah, aku menyerah.” Yu Ren akhirnya mengakui kekalahannya dan Xiang Shui melepaskan gadis itu dari belenggu formasi sihir.


“Pemenangnya, Xiang Shui!” Tetua Gong Lang mengumumkan kemenangan Xiang Shui.


“Xiang Shui kan? Aku tadi hanya ceroboh hingga masuk ke dalam jebakan mu.”


“Apa kau tidak terima dengan kekalahan mu?”

__ADS_1


“Tidak, sama sekali bukan itu maksud ku.” Yu Ren menggeleng pelan, “aku sama sekali belum mengeluarkan kekuatan penuh ku. Sangat jarang ada orang yang bisa menandingi ku di tingkat kultivasi yang sama jadi aku harap lain kali kita bisa bertarung lagi.”


“Baiklah, aku menantikan pertarungan kita yang berikutnya.” Xiang Shui tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


Yu Ren pun tersenyum, berniat menyambut tangan Xiang Shui untuk salaman namun tangannya justru di tepian oleh pria itu membuatnya tertegun.


“Siapa yang ingin bersalaman? Aku hanya ingin token peserta mu. Aku menang jadi kau harus menyerahkannya!”


Pipi Yu Ren sedikit merah karena malu. Dengan ekspresi kesal ia melempar token pesertanya ke arah wajah Xiang Shui kemudian melesat pergi tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan.


Xiang Shui yang sudah menangkap token peserta itu, hanya melihat kepergian gadis itu kemudian ia kembali ke tribun di samping ayahnya.


“Kau hebat juga Shui’er, kau telah menarik perhatian gadis itu. Berikutnya kau hanya perlu menunjukkan sedikit kebaikan mu maka hatinya akan luluh.” Xiang Shin mengacungkan jempolnya saat Xiang Shui duduk di sebelahnya.


***


Arena Koloseum nomor 2 di mana tempat Qin Qiaoyu berada.


Qin Qiaoyu saat ini bertarung melawan seorang pria.. atau mungkin wanita? Entahlah karena wajahnya bisa di bilang tampan tapi cantik.


Qin Qiaoyu harus sebisa mungkin tidak mengeluarkan kekuatan yang berlebihan agar aura Tubuh Ilahinya tidak sampai bocor.


Karena bantuan Xuan yang di tubuhnya, Qin Qiaoyu dapat menekan aura Tubuh Ilahinya hingga tidak bocor meskipun ia menggunakan banyak kekuatan.

__ADS_1


Lawan Qin Qiaoyu juga menggunakan elemen es hingga seluruh area susah di selimuti es dan kabut di mana-mana.


“Sangat indah, elemen es yang kau gunakan sungguh indah, tapi tentu saja tidak seindah diri ku.” Chi Xin tersenyum sederhana


Dengan kipas di tangannya yang merupakan senjata tingkat Demi-God, ia mengibaskan kipasnya, mengeluarkan gelombang energi dingin yang sangat kuat.


Qin Qiaoyu membalas dengan serangan yang sama. Kedua serangan berbenturan, menyebabkan ledakan energi es yang menyebar.


Qin Qiaoyu sebenarnya memiliki banyak teknik kuat yang ia pelajari dari Istana Dewi Salju namun ia tidak bisa menggunakannya sekarang di depan banyak orang, terlebih ada anggota Istana Dewa Es yang menjadi penonton.


Jika identitasnya sebagai sisa-sisa murid dari Istana Dewi Salju di ketahui maka akan banyak masalah berdatangan. Jadi Qin Qiaoyu hanya bisa menggunakan teknik-teknik dasar yang umum serta beberapa teknik yang di ajarkan oleh Feng Lao.


Penguasaan Qin Qiaoyu pada teknik pedang yang di ajarkan Feng Lao tidak terlalu baik hingga ia cukup kesulitan menghadapi musuhnya.


“Ada apa dengan mu? Kau terlihat sangat serius? Tidakkah kau menjadi lebih rileks setelah melihat keindahan milik ku?” Chi Xin sama sekali tidak merubah ekspresinya.


“Kau terus menerus berbicara soal keindahan. Itu sangat menjijikkan.”


Akhirnya ekspresi Chi Xin berubah, senyumannya menghilang, ia menatap Qin Qiaoyu dengan penuh kebencian.


“Wanita memang tidak pernah mengerti keindahan, karena itulah aku membencinya. Padahal aku pikir kau bisa memahami diri ku tapi ternyata aku salah.”


“Memangnya siapa yang ingin memahami tentang diri mu? Aku sangat benci dengan pria seperti mu.”

__ADS_1


“Kalau begitu matilah!” Chi Xin yamg sudah marah langsung menyerang Qin Qiaoyu dengan serangan yang lebih kuat.


__ADS_2