
Saat pertarungan sudah semakin memanas melawan Chi Xin, Qin Qiaoyu semakin terdesak karena ia tidak bisa menggunakan setengah dari kekuatannya dalam situasi ini.
Sementara Chi Xin terus berteriak akan membunuh Qin Qiaoyu jika tidak menarik kata-katanya yang mengatakan keindahannya itu menjijikan.
Hingga Qin Qiaoyu akhirnya teringat dengan sesuatu.
“Ah benar juga, kenapa aku malah melupakan hal itu.” Qin Qiaoyu mengatur nafasnya kemudian memasang kuda-kuda.
Chi Xin kembali melancarkan serangan dengan mengibaskan kipasnya berkali-kali. Puluhan gelombang energi dingin yang sangat kuat itu bertabrakan, menciptakan angin tornado yang sangat kuat.
Qin Qiaoyu hanya diam saja hingga ia akhirnya terkena angin tornado tersebut. Angin tornado terus melesat hingga menabrak dinding formasi pembatas arena sampai meledak.
“Hahaha! Rasakan itu!” Chi Xin tertawa penuh kepuasan karena serangannya mengenai sasaran.
Chi Xin menyipitkan matanya saat melihat sosok Qin Qiaoyu yang ternyata tubuhnya berada di dalam kristal es.
“Tubuhnya ternyata cukup kuat hingga hanya menjadi kristal es.” Chi Xin melayang, mendapat di samping tubuh Qin Qiaoyu yang berada di dalam kristal es.
“Inilah akibatnya jika kau meremehkan keindahan ku.” Chi Xin tersenyum menghina. “Waktunya mengakhiri semua ini. Akan aku hancurkan tubuh mu sampai berkeping-keping.”
Chi Xin mengangkat kipasnya, namun sebelum ia mengibaskan kipasnya, kristal es hancur dan Qin Qiaoyu terbebas. Tanpa basa-basi dan memanfaatkan keterkejutan Chi Xin, Qin Qiaoyu menebaskan pedangnya.
Chi Xin menghindar namun tidak dengan sempurna. Lengan kanannya berakhir terpotong hingga kipasnya terlempar.
Chi Xin tidak memedulikan lengannya yang terpotong karena itu bisa tumbuh lagi nanti. Ia lebih peduli pada kipas kesayangannya.
Sayangnya Qin Qiaoyu lebih dulu menangkap kipas tersebut. Gadis itu pun mengibaskan kipas itu, membekukan tubuh Chi Xin menggunakan senjatanya sendiri.
__ADS_1
Qin Qiaoyu dapat terselamatkan dari serangan badai Chi Xin karena tubuhnya di lapisi oleh tubuh Xuan hingga ketahanan tubuhnya setingkat dengan boneka spiritual itu. Jadi tidak mungkin dirinya bisa di lukai oleh kultivator tingkat Demi-God karena bahkan Feng Lao tidak dapat menggores tubuh Xuan.
“Inilah keindahan yang kau maksud itu!” Qin Qiaoyu melempar kipas di tangannya.
Kipas itu mengenai Chi Xin hingga tubuhnya hancur berkeping-keping seperti es yang hancur. Chi Xin sudah di pastikan mati.
“Pemenangnya Qin Qiaoyu!”
Tetua Sekte Kuil Surga yang menjadi wasit di sana mengumumkan kemenangan Qin Qiaoyu.
***
Xiang Lan kini sedang bertarung di arena Koloseum nomor 3. Ia tidak ingin menunjukkan terlalu banyak kekuatannya jadi ia hanya menggunakan elemen api dan petir.
Meskipun hanya menggunakan 2 elemen, Xiang Lan mampu membuat lawannya kerepotan.
Tebasan pedang Xiang Lan mengeluarkan gelombang petir yang membentuk sosok naga. Naga itu meliuk seolah hidup, mengincar lawannya ke mana pun ia pergi.
Musuh Xiang Lan yang bernama Dong Ji itu juga melancarkan serangan untuk menghancurkan naga petir yang merepotkannya. Namun sebelum serangannya itu mengenai sasaran, naga petir tiba-tiba terpecah menjadi puluhan naga petir yang lebih kecil hingga serangan Dong Ji mengenai udara kosong.
Puluhan naga petir menyebar sebelum melesat ke arah Dong Ji dari segala arah. Dong Ji tidak bisa menghindar dalam situasi ini jadi ia mengaktifkan teknik pertahanan terkuatnya.
*BOOOMMM!
*BOOOMMM!
*BOOOMMM!
__ADS_1
Ledakan-ledakan terus terjadi saat naga petir menghantam pertahanan Dong Ji. Kepulan asap mengepul di udara, sosok tubuh terlihat jatuh dari kepulan debu tersebut. Ternyata itu adalah Dong Ji yang sudah tidak sadarkan diri.
Dengan Dong Ji yang sudah tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan, otomatis pemenangnya adalah Xiang Lan.
Setelah pengumuman kemenangan dan mendapatkan token peserta Dong Ji, Xiang Lan kembali ke tribun tempatnya duduk.
***
Yin Litian yang berada di Koloseum nomor 3 mendapatkan giliran bertarung di arena.
Yin Litian sangat bersemangat karena ia akan bertarung melawan peserta turnamen yang pastinya memiliki kekuatan yang tidak biasa.
“Yin Litian, kultivator pedang independen,” Yin Litian memperkenalkan dirinya sambil menangkupkan tangan.
“Yuan Heng dari Sekte Pedang Darah. Aku selalu bersemangat ketika bertarung dengan sesama kultivator pedang, aku harap kau tidak mengecewakan ku.” Yuan Heng mengeluarkan pedangnya.
“Tentu saja, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuan ku.” Yin Litian memasang kuda-kuda dengan pedang di tangannya.
Pertarungan pun di mulai oleh wasit.
Langkah Pedang!
Yin Litian melakukan satu langkah ke depan dan tiba-tiba saja ia sudah berada di hadapan Yuan Heng, membuat pria itu terkejut.
Teknik langkah pedang merupakan teknik khusus yang Yin Litian ciptakan saat dalam kondisi pencerahan. Teknik memungkinkan Yin Litian memotong jarak antara dirinya dengan musuh dalam satu langkah.
Bisa di bilang ini merupakan teknik teleportasi khusus yang di miliki Yin Litian hanya saja teknik ini lebih cepat dari teknik teleportasi pada umumnya. Meskipun teknik ini tidak bisa berpindah ke tempat yang jauh seperti teknik teleportasi.
__ADS_1