Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.202 - Terkepung


__ADS_3

Xiang Shin tidak menduga ternyata melawan Elang Api akan sangat merepotkan karena selain serangan Elang Api yang sangat kuat, kecepatannya dan kelincahannya juga tidak bisa di remehkan.


Ia sudah mengeluarkan ratusan Pedang Dao namun beberapa darinya sudah berhasil di hancurkan oleh cakar tajam Elang Api.


*BAAMM!


Xiang Shin terpukul sampai menghantam gunung batu.


Elang Api langsung menyemburkan nafas apinya menyerang Xiang Shin.


Luo Xian Lin muncul di depan Xiang Shin. Dengan cepat menghimpun energi pada pedangnya kemudian melakukan atau tebasan secara vertikal, membelah semburan api Spirit Beast tersebut.


“Dia sangat kuat,” Xiang Shin melayang ke samping Luo Xian Lin.


“Ya, aku tidak menyangka Elang Api di area ini sangat kuat. Mungkin itu karena kita bertarung di area kekuasaannya jadi dia bisa bertarung lebih maksimal,” Luo Xian Lin mengatur nafasnya.


“Bertarung tanpa energi Qi Surgawi dan energi spiritual membuat kita sulit memaksimalkan teknik yang kita keluarkan.”


“Sebelumnya bukankah kau bisa menggunakan teknik formasi? Kenapa kau tidak menggunakannya sekarang?”


“Aku sudah menggunakannya dari awal hanya saja belum mengaktifkannya,” Xiang Shin tersenyum tipis lalu melakukan segel tangan, “sekarang adalah saatnya.”


Puluhan lingkaran formasi sihir muncul di sekeliling Elang Api, mengeluarkan rantai dengan ujung tajam, menjerat seluruh tubuh Elang Api hingga tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Xiang Shin sudah membuat banyak formasi sihir tidak terlihat sebagai jebakan untuk Elang Api.


Elang Api memberontak, mengeluarkan api di tubuhnya semakin besar, menambah suhu panas, berusaha melelehkan rantai di tubuhnya.


“Habisi dia!”


“Baik!”


Saat melihat Luo Xian Lin terbang ke arahnya, Elang Api menghimpun api di mulutnya. Namun Xiang Shin mengeratkan jeratan rantai pada leher Elang Api hingga ia tidak bisa menyemburkan nafas apinya.


Luo Xian Lin pun tiba di samping leher Elang Api kemudian memotong lehernya dalam sekali tebasan.


Tidak berhenti sampai di sana, Luo Xian Lin kembali melakukan satu tebasan, membelah kepala Elang Api, mengambil Kristal Rohnya.


“Kristal Roh tingkat Immortal Spirit,” Luo Xian Lin tersenyum puas lalu menyimpan Kristal Roh tersebut, “baiklah Xiang Shin, sekarang kita hanya perlu mengambil herbal yang di puncak gunung batu.”


Xiang Shin mengangguk kemudian mereka berdua terbang ke atas menembus awan hingga tiba di puncak gunung batu.


Xiang Shin langsung melihat ada banyak sekali herbal jenis api yang tumbuh di puncak gunung, seolah puncak gunung ini merupakan kebun herbal yang di rawat dengan sangat baik.


Paling rendah herbal ini berada di tingkat Saint dan ada satu herbal dengan tingkat yang paling tinggi, yaitu sebuah herbal Bunga Matahari tingkat Mythical yang berada di tengah-tengah.


“Wah.. aku tidak menyangka ternyata herbal di puncak gunung ini akan begitu banyak,” Luo Xian Lin menatap kagum herbal-herbal itu.

__ADS_1


“Heheh, sesuai perjanjian, semua herbal ini adalah milik ku,” Xiang Shin menggosok kedua tangannya kemudian mulai memanen semua herbal.


Luo Xian Lin hanya bisa tersenyum kecut. Jika ia tau herbal di puncak gunung akan sangat melimpah, ia akan lebih memilih untuk membagi rata semua harta.


Namun ia tidak bisa melakukan apa-apa karena perjanjian telah di sepakati.


“Xiang Shin.. aku rasa kita mendapatkan masalah.”


Xiang Shin yang baru saja memanen Herbal Bunga Matahari menoleh ke arah Luo Xian Lin.


Sesaat kemudian ia menyadari sesuatu. Ia melihat ke segala arah, menemukan ada lebih dari 20 Elang Api yang sudah mengepung mereka.


“Saudari Xian Lin, bukankah kau bilang Elang Api adalah Spirit Beast yang teritorial dan cenderung penyendiri? Kenapa mereka malah berkelompok?” Xiang Shin langsung waspada.


“Spirit Beast Elang Api memang seharusnya sangat teritorial,” Luo Xian Lin mengeluarkan pedangnya, “mungkin itu karena mereka berada di Dimensi Dong Jian ini hingga perilaku mereka berbeda dengan Elang Api yang berada di luar.”


Para Elang Api itu melayang mengelilingi gunung tempat Xiang Shin dan Luo Xian Lin berada saat ini. Mereka terbang sejajar dan mengepakkan sayap secara serentak.


Gelombang api terus keluar di setiap kepakkan sayap mereka hingga tidak membutuhkan waktu lama sebelum mereka menciptakan badai api raksasa. Mereka membuat kurungan badai agar Xiang Shin dan Luo Xian Lin tidak bisa melarikan diri.


“Sudah jelas sekali mereka paham dengan kerja sama,” Xiang Shin sedikit mengerutkan keningnya.


“Kali ini kita tidak bisa menahan diri,” Luo Xian Lin langsung bergabung dengan jiwa bela dirinya hingga kobaran api menyelimuti seluruh tubuhnya dan siluet burung pipit muncul di atas kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2