
Dimensi Manusia.
Di pusat salah satu Galaksi yang bernama Galaksi Cahaya, tepatnya di taman dari Sekte penguasa Galaksi tersebut, terlihat seorang wanita cantik duduk sambil minum teh di gazebo.
Wanita itu memiliki rambut pirang panjang sedikit bergelombang, mata biru seperti langit yang cerah, kulit putih bersih dengan wajah yang sangat cantik. Jika di lihat lebih teliti, wanita itu memiliki telinga yang panjang dan runcing, jelas sekali dia bukan manusia.
Dia adalah Evrilia.
(Note : Bagi yang lupa siapa Evrilia, bisa baca ulang chapter 151.)
Evrilia tidaklah sendiri di sana, ada seorang wanita cantik yang menemaninya minum teh dengan santai di sana.
Jika Xiang Shin ada di sini, dia pasti akan langsung memeluk wanita itu. Wanita itu adalah salah satu istrinya, Xu Lingling.
“Akhirnya kau bisa datang mengunjungi ku lagi, saudari Ling,” Evrilia tersenyum ramah.
“Aku sangat sibuk belakangan ini jadi baru bisa mengunjungi mu sekarang. Perkembangan sekte ku sudah semakin maju, fondasi sekte ku juga semakin kokoh.”
“Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya.”
“Ini semua pun berkat bantuan mu, jika kau tidak membantu, pasti akan ada banyak kekuatan besar lain yang mengincar sekte ku saat fondasinya masih belum stabil setelah perang.”
Xu Lingling menjalani kehidupan yang cukup sulit semasa ia berada di Alam Surgawi ini.
Xu Lingling membangun sebuah sekte di Galaksi yang berdekatan dengan Galaksi Cahaya, sekte itu di namakan Sekte Hewan Suci.
Xu Lingling menjalani banyak masa-masa sulit saat membangun sektenya. Namun dalam waktu 60 tahun, Sekte Hewan Suci berhasil Xu Lingling bawa menjadi penguasa Galaksi.
__ADS_1
Bagaimana Xu Lingling bisa melalui puluhan tahun waktu di Alam Surgawi sementara Xiang Shin hanya belasan? Ini karena perbuatan wanita misterius yang membawa Xu Lingling ke masa yang lebih awal dari Xiang Shin tanpa Xu Lingling sadari.
Sebelum Xu Lingling berhasil menjadi penguasa galaksi yang sekarang ia namai Galaksi Hewan Suci, ia sudah menjalin hubungan baik dengan Evrilia yang merupakan penguasa Istana Cahaya.
Dengan begitu, saat Xu Lingling berhasil menguasai Galaksi Hewan Suci setelah menggulingkan penguasa sebelumnya, Evrilia membantu Xu Lingling menjaga Galaksi Hewan Suci agar tidak mendapatkan serangan dari luar karena fondasinya yang belum stabil pasca perang.
“Oh ya, di mana kedua anak yang kau maksud?”
Semenjak mengenal Evrilia, baru-baru ini Xu Lingling mengetahui kalau Evrilia memiliki dua anak karena Evrilia baru saja menceritakannya.
Sudah beberapa kali Xu Lingling mengunjungi Evrilia namun wanita itu tidak pernah menceritakan tentang hal-hal yang pribadi dan ia pun tidak pernah melihat kedua anaknya.
“Mereka berdua sedang aku beri tugas di luar Dimensi Manusia, jadi mungkin tidak akan bisa bertemu dengan mu, saudari Ling.”
“Hah, padahal aku ingin melihat seperti apa anak dari saudari Evrilia,” Xu Lingling menghela nafas kecewa, “oh ya, lalu siapa ayah mereka? Aku tidak pernah mendengar kau memiliki suami.”
“Ayah mereka...” Evrilia seolah tidak sanggup mengatakannya.
Evrilia menggeleng pelan, “tidak, aku yakin dia masih hidup, hanya saja aku tidak menemukannya.”
Xu Lingling sedikit mengerutkan keningnya.
“Apakah pria itu meninggalkan mu? Dia meninggalkan mu saat kau sedang mengandung? Pria macam ala dia itu!” Xu Lingling sedikit menggebrak meja.
“Bukan begitu, dia tidak meninggalkan ku,” Evrilia menghela nafas, “banyak hal yang terjadi, aku benar-benar bingung mau mencarinya ke mana.”
“Memangnya siapa nama pria itu dan seperti apa wajahnya? Mungkin aku bisa membantu.”
__ADS_1
“Ah itu.. saudari Ling sendiri, apakah kau tidak memiliki pria yang kau sukai?” Evrilia mengalihkan pembicaraan.
“Heheh, tentu saja ada. Tapi mungkin nasib kita sedikit sama, aku pun tidak tau harus mencarinya ke mana sekarang,” Xu Lingling mengingat kembali tentang Xiang Shin.
“Siapa namanya? Seperti apa wajahnya? Mungkin aku bisa membantu.”
“Itu adalah pertanyaan ku sebelumnya. Jadi seharusnya kau yang menjawab lebih dulu.”
Evrilia tertawa canggung sebelum mengatakan, “pria itu sebenarnya tidak setampan para pria di Alam Surgawi ini, tapi dia sangat baik.”
“Sama dengan suami ku,” Xu Lingling mengangguk, “dia memiliki rambut dan mata hitam yang sulit di lupakan.”
“Sama, dia juga memiliki rambut dan mata hitam.”
Xu Lingling dan Evrilia saling menatap. Apakah ini hanya kebetulan atau pria yang keduanya maksud memang orang yang sama?
Tidak mungkin. Evrilia menolak mempercayainya.
“Jadi siapa namanya?” Xu Lingling bertanya.
“Um.. bagaimana jika kita menyebutnya secara bersamaan, dengan begitu akan adil.”
“Baiklah, tidak masalah,” Xu Lingling mengangguk.
“Namanya adalah...”
“Namanya adalah...”
__ADS_1
Xu Lingling dan Evrilia berkata secara bersamaan kemudian menyebutkan nama pria yang mereka maksud dengan serentak.
“Xiang Shin!”