
Kini pasukan Istana Cahaya bergerak menuju pusat galaksi. Dalam perjalanan ternyata Xiang Shui datang dengan berteleportasi. Urusannya telah selesai di Galaksi Fu jadi ia berniat membantu ibu dan adiknya.
Ia tidak menyangka ternyata di sana sudah ada ayahnya.
Xiang Shin berdiri di dek kapal angkasa dengan ekspresi serius. Ia ingin segera menuntaskan urusan di Dimensi Manusia kemudian pergi ke Dimensi Beast untuk mendapatkan air mata Phoenix.
Untuk memasuki Dimensi Beast memerlukan koneksi dari dalam. Tapi dengan adanya Xiao Zhou sebagai Divine Beast, Xiang Shin yakin bisa memasuki Dimensi Beast dengan mudah.
Masalah mendapatkan air mata Phoenix, Xiang Shin yakin itu tidak akan sulit selama dia bisa menghubungi salah satu muridnya yaitu Qin Zhiyun.
Qin Zhiyun sudah menjadi pemimpin para Phoenix Es jadi muridnya itu pasti akan dengan senang hati membantu, terlebih yang harus di obati adalah saudarinya sendiri.
Selain mengobati Qin Qiaoyu, Xiang Shin memiliki beberapa urusan lain di Dimensi Beast. Lebih tepatnya bukan urusannya melainkan urusan Xiao-Xiao yang ingin membalas dendam atas pembantaian rasnya di masa lalu.
Ras Jormungandr telah di bantai oleh ras Falak dan ras Uroboros, dua ras ular terkuat di Dimensi Beast. Namun untuk bisa menghancurkan kedua ras tersebut tentu tidak akan mudah. Kecuali jika nanti Xiang Shin meminta bantuan pada Qin Zhiyun sebagai pemimpin ras Phoenix. Tapi kemungkinan Xiao-Xiao tidak akan setuju.
Saat sudah semakin dekat ke Pusat Galaksi, Xiang Shin bisa melihat puluhan ribu kapal angkasa sudah menghadang jalan.
“Evrilia, jangan menahan diri!” Xiang Shin pun menerjang ke depan. Ia tidak ingin membuang waktu karena muridnya sedang sekarat.
Evrilia mengikuti suaminya kemudian mengeluarkan sebuah pedang.
Transformasi Malaikat Cahaya!
Evrilia benar-benar tidak menahan diri dan langsung menggunakan teknik terkuatnya.
Zona Cahaya!
__ADS_1
Tiba-tiba saja semua kapal angkasa yang berjumlah puluhan ribu itu meledak, hancur berkeping-keping.
Teknik Zona Cahaya membuat Evrilia dapat mengendalikan semua partikel cahaya dalam jarak jangkauan. Semua kapal angkasa itu memiliki partikel cahaya di dalamnya hingga ia bisa meledakkan semua kapal angkasa begitu saja.
Xiang Shin tidak memedulikan apa yang terjadi dan terus melesat ke depan menuju Istana Kekaisaran Weng. Xiang Shui dan Xiang Lan juga mengikuti ayah mereka.
Para pasukan Istana langsung menyerang mereka bertiga. Sayangnya di antara pasukan Istana Weng yang masih tinggal untuk berjaga, hanya sedikit yang berada di ranah Dewa Sejati karena kebanyakan sudah di kirim ke medan kerang dan semuanya sudah tewas sekarang.
Para pasukan Istana Cahaya juga sudah tiba. Semuanya bergerak mengepung istana, terus membantai semua pasukan musuh hingga para pasukan Istana Weng kini terpusat di satu lapangan besar.
Tidak ada jalan kabur untuk mereka karena semua sisi sudah di kepung.
“K-kami menyerah, tolong ampuni nyawa kami!” Seorang kultivator ranah Dewa Sejati tingkat 1 yang tersisa membuang senjata.
Pasukan Istana Weng yang lainnya pun mengikuti kemudian semuanya berlutut.
Xiang Lan mengikuti di sampingnya. Ia juga ingin melampiaskan amarahnya pada pasukan Kaisar Weng Hu. Sementara Xiang Shui berada di samping adiknya untuk menjaganya.
Para pasukan Istana Weng menjadi pucat, harapan mereka untuk hidup kini sudah pudar.
Sebelum Xiang Shin ataupun Xiang Lan menyerang, sebuah celah dimensi tercipta dari atas mengeluarkan gelombang energi yang menghantam pasukan musuh.
*BAAMM!
Semua pasukan musuh seketika hancur seperti baru saja tertimpa besi datar yang tidak terlihat.
“Sepertinya aku terlambat mengikuti pesta.”
__ADS_1
Xiang Shin dan semua pasukannya menjadi waspada karena mereka tidak tau dari mana serangan itu berasal.
Terlihat sosok bayangan dari balik kepulan debu. Sosok itu berjalan ke depan hingga kakinya yang keluar lebih dulu dari kepulan debu terlihat, barulah tubuh kemudian wajahnya.
Xiang Shin dan yang lainnya mengerutkan kening melihat sosok pria muda dengan wajah yang mirip dengan Xiang Shin.
Jika Xiang Shui memiliki kemiripan 100% dengan ayahnya, pria muda itu memiliki kemiripan 85%.
Xiang Lan melebarkan matanya, ia langsung menarik kerah baju ayahnya.
“ANAK SIAPA DIA HAH?!”
“Tunggu Lan’er! Kenapa kau malah sembarangan menuduh ku begitu saja? Bagaimana mungkin aku memiliki anak selain kalian berdua.” Xiang Shin menoleh ke arah Xiang Shui kemudian menunjuknya. “Mungkin saja dia anak dari kakak mu itu!”
Xiang Lan menoleh ke arah kakaknya dengan tatapan tajam.
“Kakak, wanita mana yang telah kau nodai?” Xiang Lan menyipitkan matanya.
“Hah? Kenapa kau menuduh ku, Lan’er? Kau tau sendiri aku tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan wanita mana pun.” Xiang Shui pun menunjuk ayahnya. “Dia! Dialah yang suka membuat anak sembarangan!”
(Author : Ini sudah bukan buang sampah sembarang lagi, tapi sudah ke tingkat membuat anak sembarangan.)
“Jangan sembarangan menuduh orang!”
“Kaulah yang menuduh ku lebih dulu!”
Akhirnya terjadi cekcok antara Xiang Shin dan Xiang Shui yang saling menuduh satu sama lain.
__ADS_1