
Xiang Shin merasa jiwanya sudah keluar dari tubuhnya karena 1 tahun siksaan lagi dia dapatkan.
Sekarang setelah Han Shizu selesai menggunakannya, tubuhnya di bersihkan kemudian di pasangkan pakaian lalu mereka kembali ke Koloseum turnamen.
Satu tahun yang Xiang Shin jalani di dimensi aneh itu, di dimensi utama bahkan belum berlalu 1 detik.
“Ayah, kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi pada mu?” Xiang Shui menghampiri ayahnya yang terlihat sekarat.
“A..a.. aku..” Xiang Shin baru mengucapkan satu kata hingga akhirnya dia pingsan.
“Kau.. apa yang kau lakukan pada ayah ku!” Xiang Lan terlihat marah menunjuk Han Shizu.
“Hai! Kau tidak sopan menunjuk Senior Dewi Waktu seperti itu!” Bing Huang berniat menyerang Xiang Lan untuk memberinya pelajaran tapi Han Shizu mengangkat tangannya, memberi isyarat untuk tidak perlu bertindak.
“Ayah mu baik-baik saja, dia hanya kelelahan karena beberapa hal. Dia hanya perlu istirahat dan akan membaik nanti.”
“Dia benar Lan’er, ayah hanya kelelahan, sama sekali tidak ada luka di tubuhnya.” Xiang Shui merasa lega setelah memeriksa kondisi ayahnya.
Han Shizu melirik Tetua Gong Lang, ia hanya diam tidak mengatakan apa-apa.
Tetua Gong Lang paham apa maksud Han Shizu.
“Pemenangnya Xiang Shin, dia mendapatkan posisi pertama sementara peringkat kedua adalah Yang Yin!”
Para penonton langsung membicarakan tentang grand final yang aneh ini. Mereka sudah mengetahui identitas wanita cantik itu adalah Han Shizu sang Dewi Waktu yang melegenda. Mereka merasa beruntung bisa melihat kecantikan dan keanggunannya di sini.
Ini adalah keputusan Dewi Waktu, meskipun tidak di ketahui alasannya namun siapa yang berani menentang keputusannya?
Kelima peserta yang mendapatkan peringkat di panggil ke dalam arena. Sementara Xiang Shin, karena dia pingsan, Xiang Shui menjadi wakilnya untuk menerima hadiah.
Yang Yin saat ini sangat marah namun ia menyembunyikan kemarahannya di balik ekspresi datar. Selain ia tidak bisa menghajar Xiang Shin karena kedatangan Dewi Waktu, ia harus berada di peringkat kedua.
Lagi-lagi dirinya berada di bawah Xiang Shin.
Kelima peserta pun mendapatkan hadiah mereka masing-masing.
“Baiklah, sekarang akan aku jelaskan kegunaan token peserta itu. Token itu mengandung energi Dewa khusus yang memungkinkan kalian menerobos lebih mudah dan lancar setelah mengonsumsi Pil Kebangkitan Dewa!” Tetua Gong Lang memberi penjelasan.
“Xiang Shin sebagai peringkat pertama mendapatkan 1 juta token lebih. Tentu saja kalian peringkat kedua sampai kelima juga akan mendapatkannya!” Tetua Gong Lang menyerahkan masing-masing satu cincin dimensi para mereka. “Semua cincin dimensi itu berisi 100 ribu token. Kalian bisa menggunakannya saat ingin mengonsumsi Pil Kebangkitan Dewa.”
Keempat peserta menjadi antusias, tentu saja kecuali Yang Yin.
“Selain itu untuk kalian yang berhasil masuk 100 besar juga akan mendapatkan hadiah khusus!”
***
“Ugh.. di mana ini?” Xiang Shin membuka matanya, ia melihat dirinya berada di dalam sebuah kamar.
“Baguslah kau sudah bangun Guru.”
Xiang Shin melihat keberadaan Qin Qiaoyu di samping ranjangnya.
__ADS_1
“Yu’er, apa yang terjadi? Bagaimana dengan turnamennya?”
Qin Qiaoyu pun menjelaskan semua yang terjadi saat Xiang Shin pingsan. Setelah pembagian hadiah, peringkat 100 besar mendapatkan hadiah dari Sekte Kuil Surga yaitu sebuah senjata Dewa Sejati tingkat 1.
Para peserta mendapatkan senjata berdasarkan senjata keahlian mereka masing-masing.
Setelah turnamen berakhir, mereka segera bergerak kembali menuju Galaksi Cahaya menggunakan kapal angkasa. Saat ini mereka masih dalam perjalanan.
“Guru, sebenarnya apa yang di lakukan wanita itu hingga kau pingsan? Dia tidak melakukan hal buruk pada guru kan?”
Xiang Shin pun teringat dengan kejadian yang menyiksa batinnya selama 11 tahun.
“Ugh.. Yu’er, aku tidak ingin mengingat hal itu, jadi jangan membahasnya!” Xiang Shin tidur kembali, menarik selimutnya.
Qin Qiaoyu pun keluar, mengabarkan kondisi Xiang Shin pada yang lainnya.
***
Kelompok Xiang Shin akhirnya tiba di Galaksi Cahaya. Kapal angkasa mereka mendarat di area khusus di Istana Cahaya.
Di sana Evrilia dan Xu Ling-ling sudah menunggu kepulangan mereka.
Xiang Shui sudah mengabarkan ibunya jika dirinya akan segera datang jadi mereka berdua bergegas menyambut kedatangan mereka.
Setelah mereka turun dari kapal, Evrilia langsung memeluk putra dan putrinya.
“Terima kasih Tetua Hua Yin, Tetua Wu Ming sudah melindungi mereka.”
Tetua Hua Yin dan Tetua Wu Ming menangkupkan tangannya.
Evrilia sedikit bingung melihat suaminya yang terlihat tidak memiliki semangat.
Evrilia mengetahui kalau Xiang Shin berhasil mendapatkan peringkat pertama dari Xiang Shui, meskipun putranya itu tidak menceritakan secara lengkap karena menurutnya akan lebih baik menjelaskannya langsung nanti.
“Saudari Ling!”
Xu Ling-ling menoleh ke sumber suara yang terdengar tidak asing. Ia melebarkan matanya melihat sosok wanita cantik yang sangat ia kenal berlari ke arahnya.
“Saudari Yiren!”
Xu Ling-ling berlari kemudian keduanya saling berpelukan. Keduanya sudah menjadi teman sejak kecil dan sudah merasa sebagai saudari kandung. Keduanya saling merindukan satu sama lain selama ini dan kini mereka bisa bertemu lagi.
“Saudari Ling, lama tidak bertemu.”
“Saudara Litian.” Xu Ling-ling benar-benar senang bisa bertemu dengan teman-temannya.
Pandangannya pun tertuju pada Xiang Shin.
“Sayang, ada apa dengan mu?” Xu Ling-ling menghampiri suaminya.
Tidak biasanya Xiang Shin seperti ini. Mengingat sifatnya, jika dia kembali dengan pencapaian besar seperti ini, pasti dia akan meminta sesuatu dari dirinya dan Evrilia. Paling tidak Xiang Shin akan meminta mereka berdua melayaninya.
__ADS_1
“Ah Xiao Ling, aku tidak apa-apa, aku hanya merasa lelah jadi aku pergi istirahat dulu.” Xiang Shin pun berjalan pergi menuju kamar terdekat untuk dia tidur.
“Shui’er, apa yang terjadi dengan ayah mu?”
“Ibu, sebenarnya..” Xiang Shui menceritakan semua kejadiannya secara lengkap.
Evrilia dan Xu Ling-ling terlihat berpikir mendengar cerita tentang Dewi Waktu. Berbagai pikiran negatif muncul di kepala mereka.
“Bagaimana jika...”
Evrilia dan Xu Ling-ling saling memandang, mereka berdua memiliki pemikiran yang sama.
Melihat kondisi Xiang Shin yang lemas dan tingkah anehnya bahkan tidak menatap mereka berdua seperti biasanya membuat mereka curiga Dewi Waktu telah melakukan sesuatu.
Dewi Waktu mungkin saja telah membuat suami mereka menjadi tergila-gila padanya hingga tidak memiliki ketertarikan lagi pada mereka berdua.
“Saudari Ling-ling, ini tidak bisa di biarkan.”
“Benar, kita harus melakukan sesuatu!”
***
Xiang Shin merasakan ketenangan setelah tidur di ranjang yang empuk dan nyaman. Ia ingin istirahat 1 bulan penuh setelah 11 tahun bekerja nonstop.
Xiang Shin membuka matanya mendengar suara pintu terbuka. Ia melihat kedua istrinya masuk.
“Xiao Ling, Lia, aku masih lelah jadi bisa biarkan aku istirahat dulu?”
Xiang Shin tidak mendapatkan jawaban dari kedua istrinya.
“Ada apa dengan kalian?” Xiang Shin terlihat bingung.
Xiang Shin mematung saat kedua istrinya melepas pakaian.
“Xiao Ling, Lia, sudah aku bilang aku lelah, biarkan aku istirahat.”
Jika bukan karena bekerja 11 tahun nonstop, Xiang Shin sekarang pasti akan merasa senang karena kedua istrinya bersedia melayaninya.
“Wanita itu pasti telah mencuci otak mu kan!”
“Suami yang kami kenal pasti akan merasa antusias sekarang. Tapi kau tidak lagi memberikan tatapan ketertarikan pada kami.”
Xu Ling-ling dan Evrilia mulai naik ke atas ranjang.
“K-kalian, apa yang kalian inginkan?”
Xu Ling-ling dan Evrilia bekerja sama menahan Xiang Shin kemudian secara paksa melepaskan pakaiannya.
“Tidak...! Tahan sebentar! Kita tidak perlu menggunakan cara kasar. Tidak perlu terburu-buru, mari mulai dari berbicara baik-baik! Oke?”
Xiang Shin yang kultivasinya lebih rendah sama sekali tidak bisa melawan.
__ADS_1
Sayangnya kedua istrinya tidak mendengar dan akhirnya Xiang Shin di per*kosa oleh istrinya sendiri.