
Belphegor sang Dosa Kemalasan menghadapi Bai Hu dan Xuan Wu secara bersamaan.
Belphegor terlihat masih kurang niat untuk bertarung, ekspresi malasnya benar-benar menyebalkan. Bahkan sesekali ia malah tertidur namun tubuhnya masih bisa bergerak untuk bertarung.
Saat ini pun Belphegor sedang tertidur hingga membuat Bai Hu sangat marah. Kedua lengan Bai Hu menjadi seperti harimau yang memiliki cakar dan buku yang lebat.
Jika Shen Long memiliki serangan dengan daya hancur yang sangat kuat, Bai Hu memiliki serangan terpusat yang bisa dengan mudah menghancurkan pertahanan lawan.
Xuan Wu bereaksi dengan mengarahkan tangan ke depan.
Kurungan Cangkang Kura-kura Hijau!
Belphegor terkurung di dalam cangkang kura-kura hijau yang sangat keras hingga ia tidak bisa bergerak.
Dalam sekejap Bai Hu berada di belakang Belphegor, menyerang dengan tapak harimau putih.
Xuan Wu membuka celah cangkang kura-kura hijau pada punggung Belphegor, serangan Bai Hu pun dengan telak mengenai punggung iblis tersebut.
*BAAMM!
Tidak hanya mengenai punggung tapi sampai menembus perutnya. Darah Belphegor terciprat ke luar, ia pun bangun bersamaan dengan darah yang menyembur dari mulutnya.
Belphegor melihat ke kanan dan kiri, baru ia melihat ke bawah, menyadari sebuah tangan menembus tubuhnya dari belakang. Dari bentuk tangan itu, jelas itu adalah harimau putih.
“Kalian.. beraninya mengganggu tidur..ugh!”
__ADS_1
Belphegor terdiam saat urat-urat putih menjalar ke seluru tubuhnya, mencapai leher dan secara perlahan naik ke wajahnya.
Bai Hu mencabut tangannya dari tubuh Belphegor.
“Meskipun tidak sehebat pedang Azure Dragon, kekuatan warisan leluhur Harimau Putih ku juga bukan hal yang bisa di remehkan.” Bai Hu tersenyum sinis.
Sebagai Dewa Harimau Putih, Bai Hu memiliki kemampuan warisan dari setiap generasi Dewa Harimau Putih. Kemampuan khusus itu adalah untuk membuat lawan yang terkena serangannya menjadi harimau putih dan akan setia sepenuhnya kepadanya.
Semakin fatal serangannya maka akan semakin besar pengaruh teknik ini.
“Kalian benar-benar mengganggu, aku ingin cepat-cepat pulang kemudian tidur.” Belphegor berucap pelan. “Jadi akan aku habisi kalian semua!”
Tanpa membuang waktu, Belphegor menyatu dengan Primordial Demon. Aura energi Cosmic terpancar sangat kuat dari tubuhnya.
Leviathan sang Dosa Iri Hati. Seperti gelarnya, ia selalu iri dengan apa yang di miliki orang lain, bahkan jika itu hak yang tidak penting sekalipun.
Karena iri hatinya yang begitu besar, Leviathan memiliki kemampuan khusus yang dapat memperlemah serangan lawannya sampai ke tingkat di mana ia merasa dirinya memiliki serangan yang lebih baik.
Jika ada serangan yang bisa menghancurkan galaksi, ia bisa mengurangi kekuatan serangan itu sampai ke tingkat gunung.
Sayangnya kemampuan Leviathan ini bertipe kutukan. Sementara Phoenix Sejati kebal terhadap kutukan apa pun itu, jadi kemampuan khusus Leviathan sama sekali tidak berguna pada Zhu Qua dan Qin Ming.
“Kenapa! Kenapa kalian bisa kebal terhadap kemampuan ku? Kenapa kalian harus memiliki kekuatan semacam itu!!” Leviathan menyerang semakin ganas bahkan sudah tidak memedulikan pertahanannya dan terus menyerang.
Dalam satu kesempatan, menggunakan benang merah, Zhu Qua mengikat tubuh Leviathan sampai tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Benang merah itu merupakan pusaka Phoenix Api. Kemampuannya sedikit mirip dengan Pedang Zure Dragon, tapi Benang Phoenix itu dapat menahan kekuatan lawannya. Semakin banyak ikatannya maka akan semakin banyak kemampuan lawan yang terkunci.
Pedang Azure Dragon bisa memutus kemampuan lawan secara permanen sementara Benang Phoenix hanya menahannya saja.
“Qin Ming!”
Setelah berhasil menahan Leviathan, Qin Ming bergerak cepat, mengeluarkan pusaka Phoenix Es, Cermin Es Abadi berbentuk bulat dengan bingkai ukiran Phoenix Es kembar. Cermin itu di lemparkan, ukurannya semakin besar seiring jaraknya hingga menabrak Leviathan. Sang Iblis Iri Hati itu pun masuk ke dalamnya.
Cermin Es Abadi berfungsi untuk menyegel tapi hanya bisa menyegel satu saja. Setelah masuk ke dalam cermin, siapa pun itu akan kehilangan kekuatan mereka di dalamnya hingga akan terus terkurung di sana. Cermin itu juga bisa mengikis kehidupan makhluk yang tersegel hingga dalam waktu tertentu, lawan pasti akan mati.
Cermin Es Abadi kembali mengecil dan jatuh ke tangan Qin Ming.
“Leviathan, terimalah nasib mu di penjara di dalam sana.” Qin Ming melihat Leviathan di dalamnya.
“Sialan kalian para Phoenix! Akan ku tunjukkan kekuatan ku yang sebenarnya!”
Qin Ming melebarkan matanya saat melihat aura iblis menyelimuti tubuh Leviathan.
“Bagaimana bisa dia menggunakan kekuatannya di dalam cermin ku!”
“Saudara Qin Ming, apa yang terjadi?” Zhu Que menghampiri Qin Ming.
Qin Ming tidak menjawab karena cerminnya bergetar. Tiba-tiba cermin itu retak, semakin parah seiring waktu.
Cermin Es Abadi berakhir hancur dalam beberapa detik setelahnya. Leviathan pun berhasil meloloskan diri dari sana.
__ADS_1