Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 8 - Pertarungan Yang Tidak terhindar


__ADS_3


Patriak Long yang Melihat Menantunya di Sentuh oleh orang lain dirinya pun sangat murka dan mengeluarkan Aura Membunuh yang jauh lebih kuat dari pada bandit tersebut. Namun Aura membunuh yang kuat itu hanya dapat di rasakan Liu yan


" Aura yang sangat kuat..." Liu Yan berkata sambil menahan aura yang mengintimidasinya


"Beraninya kamu menyentuh menantuku!!.." Ekspresi Patriak long sangat merah dan mengepalkan tangannya sampai mengeluarkan hawa membunuh yang kuat


tiba tiba Long tianhe memotong pembicaraan Ayahnya dengan Liu Yan


"Ayah biar aku saja yang mengurus sampah ini..." Ucap long tianhe dengan meremehkan musuhnya yang hanya Ranah Pengumpulan Qi


" Jangan menyentuh dia!!... Atau aku akan bunuh diri di depan Kalian semua!!.." teriak Zong QianQian yang berada di depan Liu yang dengan membentangkan tangannya untuk melindunginya


"Jangan ikut campur urusan antar pria!!.." ucap long tianhe dengan geram karena calon istrinya bukanya membelanya justru mempersembahkan hidupnya untuk pria Lain


" Maafkan aku Qian Qian karena tidak sopan kepada mu.." ucap Patriak long yang menggunakan energi Qi nya untuk membuat Qian Qian tertidur karena nyamannya energi tersebut


Namun sayang sekali tekad QianQian sangat kuat hingga dia menggigit bibirnya dan mengeluarkan sedikit darah.


" Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti Liu Yan!..." Ucap Qian Qian dengan tubuh yang lemas dan suara yang tadinya indah menjadi serak


Dak......


Suara tangan Liu Yan memukul leher QianQian dengan lembut untuk membuatnya pingsan


" Terimakasih QianQian karena membelaku" bisik Liu Yan dengan lembut sambil tersenyum


"Hahahaha sebenarnya aku tidak ingin memperpanjang masalah ini!! namun sayang sekali kalian mencari masalah dengan ku.." ucap Liu Yan yang sangat marah dan mengeluarkan Pedang Kerakusan


Tiba tiba Udara yang tadinya sangat indah menjadi Udara yang sangat mencekam , Energi yang sangat padat mengelilingi pedang itu dan ketika Liu Yan mengeluarkan dari sarung nya


Wushhhh......


Gelombang Energi Qi menjadi berkali kali lipat dari yang sebelumnya. Orang yang hanya memiliki kultivasi di bawah penyempurnaan Qi langsung terpingsan termasuk long tianhe karena tidak dapat menahan Aura Intimidasi pedang itu bahkan Ranah penyempurnaan Qi tahap puncak tersungkur ke tanah


Tetapi sayang sekali itu tidak akan berpengaruh dengan Patriak long yang memiliki Ranah Tribulasi Tahap 2


"Gelombang energi yang cukup kuat. Namun sayang sekali ini hanya mainan untuk ku.." Patriak long berkata dengan sinis dan mengeluarkan gelombang Qi yang sangat kuat


"Duarrrrrrrr........."


Suara yang menggelegar karena tabrakan kedua gelombang tersebut bahkan para tetua murid luar sulit untuk bernafas.


"Kita tidak mungkin bertarung di tempat kecil seperti ini . Ku tunggu kau Di lembah Kehancuran!!.." ucap Liu Yan yang menghilang dari hadapannya dengan perpindahan instan


"Transformasi dewa .." ucap Patriak long dan berubah menjadi bentuk sempurna dari Perwujudan Qi. Jika Ranah Penyucian Qi dapat merubah bentuk wujud dengan Qi maka ranah Tribulasi adalah ranah yang menyempurnakan Transformasi dan berubah menjadi bentuk utuh.


Dan melesat sangat cepat untuk menuju lembah Kehancuran . Disebut lembah Kehancuran karena di jurang lembah tersebut terdapat Pusaran Yang sangat kuat dan daya hisap yang sangat dahsyat.


"Wushhh..... Wushh.... "Suara angin yang sangat kencang


Dan Tak lama dari itu Patriak long ada di depan Liu Yan dan mereka berhadapan seperti layaknya Naga melawan Harimau


Insting Liu Yan mengatakan bahwa musuh yang ia hadapi mustahil untuk ia kalahkan. Namun Liu Yan tetap mencoba tanpa pertarungan hidup dan mati ia tidak akan mendapatkan pengalaman yang sesungguhnya.


Patriak long yang dalam perwujudan utuh dapat menghancurkan gunung hanya dengan sentilan nya saja. namun Patriak long tidak meremehkan Liu Yan


karena memiliki Senjata Artefak


"Tusukan Pembela lautan!!..." 'ucap Patriak long yang memusatkan energi Qi ke satu tempat yaitu ujung tombaknya.Gelombang Energi yang mengaum begitu kuat dan memiliki daya ledak yang bukan main bahkan bisa menghancurkan ratusan gunung dalam satu serangan


Liu Yan tidak hanya terdiam ia juga mengeluarkan Serangan Penghancur Dunia.Hasrat Pedang dari Pedang Kerakusan menyerap Energi Qi di sekitarnya dengan sangat cepat Dan memusatkan pada satu bilah tajamnya


Ketika Kedua serangan tersebut bertabrakan Liu Yan terlempar sejauh 100 meter . dan Patriak long masih berdiri kokoh di tempatnya


"Uhukk.... Uhukkk....."


Liu Yan mengeluarkan Darah segar dari mulutnya akibat serangan tersebut.


"Ini kah Ranah Tribulasi , sangat berbeda sekali dengan Penyucian Qi.." Ucap Liu Yan dengan kondisi yang cukup parah

__ADS_1


"Kamu memang sangat berbakat. Namun kamu sangat arogan, karena arogan itu dapat menghancurkan dirimu.. " ucap Patriak long yang menasihati Liu Yan dan hanya menggunakan setengah dari kekuatan aslinya


"Aku tidak akan menyesali apa yang ku perbuat dan aku tidak akan melenceng dari prinsipku yaitu melindungi orang yang sangat penting untukku!!!!...." ucap Liu Yan sambil mengeluarkan Pil penyembuhan meskipun tubuh Liu Yan sembuh namun kondisinya berbeda jika di bandingkan dengan kondisi puncak


"Hahahaha kamu memang sangat menarik. Kali ini aku akan melawan mu dengan sungguh sungguh..."


"Sepertinya aku harus serius..." gumam Liu Yan dengan mencoba menggunakan semua energi yang tersisa untuk mengeluarkan seluruh potensi Serangan Penghancur Dunia.


-


-


-


Di tempat lain


Dewa yang melihat itu. Sangat bersemangat karena sebelumnya ia sudah memperingati lewat insting Liu Yan dewa juga mengetahui semua masa depan karena dirinya lah yang menulis takdir


"Apa anak ini bisa mengubah takdir yang aku tetapkan.." ucap dewa tersebut


"Liu Shang!!..." ucap sang dewa


"Hamba menghadap dewa..." ucap Liu Shang yang merupakan leluhur keluarga Liu


"Kamu turunlah ke dunia Fana dan Ajarkan padanya cara mengeluarkan seluruh potensi Jiwa pedang suci"


"Hamba mengerti ..." Liu Shang pun turun dari dunia dewa ke dunia fana meskipun Liu Shang tidak bisa melihat keberadaan dewa namun ia bisa mendengarnya


Di tempat pertarungan


Kondisi Liu Yan sangat parah bahkan tulangnya semuanya patah dan dia hanya bisa membuka matanya dan menghela nafas tidak hanya Liu Yan kondisi Patriak long juga parah meskipun tak separah Liu Yan


" Pertarungan yang sangat menyenangkan anak muda..." ucap Patriak yang sangat senang karena sudah lama sekali ia tidak bertarung sengit seperti ini


"Hahahaha kamu tidak buruk juga Tua busuk..." ucap Liu Yan dengan kondisi yang sangat tidak tertolong


Tiba tiba Energi yang kuat bahkan Patriak long kesulitan bernafas karena keberadaan nya dan pingsan.padahal Liu shang sudah menekan kekuatan nya hingga 99 persen , Sosok tersebut menghampiri Liu yan


Esok hari kemudian


Mentari pagi menyinari tubuh Liu Yan Dan suara embun menetes yang menandakan Suasana di pagi hari. lIu Yan pun membuka matanya dengan perlahan


"Dimana aku?..." Liu Yan pun menoleh ke kanan dan ke kiri dan melihat Zong Qian Qian yang tertidur dan menggunakan tubuh Liu Yan sebagai bantal . Liu Yan pun menghela nafas beratnya


"Haaaaaa..... Sungguh nostalgia bagaimana yah keadaan Xiao Rong Rong sekarang?..." ucap Liu Yan yang mengelus kepala QianQian. Karena QianQian merasa ada sesuatu yang mengelus kepalanya ia pun terbangun


"Selamat pagi nona manis ..." ucap Liu yang tersenyum dan menggoda dirinya Berbeda dengan Xiao Rong Rong yang malu jika di sentuh dirinya dan langsung melarikan diri


Zong QianQian pun memegang erat tangan Liu Yan dan tersenyum karena merasa lega


"Dimana kita sekarang Nona Zong?..."


ucap Liu Yan yang tangan nya masih di genggam oleh Qian Qian


"Apakah kita seperti orang asing?, Panggil saja aku Qian'er Kita berada Di


Tempat Sekte Naga api.." Jawab Qian Qian dengan penuh perhatian


"Tidak nona aku tidak berani memanggilmu panggilan itu.." ucap Liu Yan yang mengelus kepala Qian Qian


Zong Qian Qian dengan ganasnya pun mencium Liu Yan di atas ranjang. Liu Yan pun tersentak kaget karena apa yang dilakukan Qian Qian


"Bagaimana dengan sekarang. Apa kamu masih merasa belum pantas?.."Qian Qian menindurkan kepalanya di atas tubuh Liu Yan dan mulai mengobrol


Setelah mereka puas mengobrol keduanya pun keluar dari dari kamar dan di sambut oleh Patriak Long dan semanya.Liu Yan yang ngelihat itu karena tersentak kaget


"Tuan muda. kamu sudah sembuh kami khawatir sudah 1 bulan kamu tidak sadarkan diri.." ucap Patriak long dengan Hormat seperti melihat tuannya sendiri


"Apa!!! Satu bulan?..."


"Benar tuan muda kamu setelah bertarung dengan ku kamu pingsan selama satu bulan dan aku hanya 3 Minggu saja karena luka mu lebih parah dari ku..." ucap Liu Yan sambil tertawa cekikikan

__ADS_1


"Kamu juga tidak bilang kepada kami jika kamu merupakan keturunan langsung Keluarga Liu, Sejak Dulu Sekte Naga Api merupakan Pengikut setia keluarga Liu setelah Keluarga Liu hilang dari lapisan tertinggi alam fana kami di utus oleh Surat wasiat keluarga Liu untuk mencari keturunan langsung Keluarga Liu yaitu kamu " ucap Patriak yang menceritakan tentang keluarga Liu


"Ternyata begitu. Dimana Orang yang menolong ku sebelum nya?..."ucap Liu Yan yang masih mengingat nya


"Siapa yang kamu maksud tuan muda?. Setelah aku bangun dari pingsan ku aku langsung melihat mu dalam kondisi baik dan ku juga yang seharusnya terluka juga sembuh total. Mungkin ada yang menolong kita namun aku hanya melihat secuil kertas di atas badan mu seketika melihat Sempel yang terdapat keluarga Liu , aku yakin bahwa tuan muda lah keturunan langsung Keluarga Liu. Jika tidak bagaimana tuan muda bisa membuat kondisiku begitu parah dengan alam yang jauh lebih rendah dariku


"Baiklah, Semuanya bubar!!.." ucap Liu Yan dengan memerintah


Semuanya pun bubar dan hanya meninggalkan Patriak long .


"Patriak long dimana anak mu aku akan memberi pelajaran kepadanya.."ucap Liu Yan yang masih saja marah


"Mohon ampun tuan muda, jangan membunuh anakku. aku hanya memiliki 1 anak saja dan istri saya tidak bisa melahirkan anak lagi..." jawab Liu Yan dengan ketakutan seluruh tubuhnya bergemetar


"Aku tidak akan membunuh nya jika kamu mendidiknya dengan benar..." ucap Liu Yan dengan mengeluarkan sedikit niat membunuh


"Terimakasih atas keringan tuan muda. Saya pasti menghukum nya tuan muda. mari kita makan bersama tuan muda.


"Baiklah..."ucap Liu Yan dengan tersenyum


"Qin'er ikut aku makan bersama..." Liu Yan yang memanggil Qian Qian dengan lembut


"Apa aku pantas makan bersama tuan muda.." jawab QianQian yang baru mengetahui identitas yang sebenarnya


"Kamu lebih dari pantas, Kamu selama ini sudah merawat ku, meskipun aku bukan tuan muda kamu akan selalu merawat ku kan? dan tidak perlu memanggil ku sopan seperti itu cukup panggil saja aku kakak Yan" ucap Liu yan sambil mengelus kepala Qian Qian


"Tentu saja Qin'er akan selalu merawat kakak Yan .." jawab QianQian dengan wajah bergembira


Setelah itu mereka berdua bergegas ke halaman makanan


"Selamat datang tuan muda .." Ucap semuanya dalam posisi berlututlah


"Bangunlah semuanya. aku tidak terlalu terbiasa dengan hal ini jadi jangan terlalu sopan panggil saja aku Yan'er .." ucap Liu Yan dengan sopan


Setelah semuanya selesai makan Liu Yan pun memanggil Patriak long


"Menghadap tuan muda.."ucap Patriak Long dengan berlutut


"Aihh sudah ku bilang jangan panggil aku tuan muda panggil aku Yan'er , Patriak long suruh seluruh murid wanita menuju Tempat latihan dan bawa long tianhe menghadap ku


"Dimengerti ..." ucap Liu Yan


Di tempat latihan


"Perkenalkan aku Liu Yan , aku disini akan menjadi tempat keadilan bagi kalian. sekarang ucapkan siapa diantara kalian yang pernah di lecehkan oleh long tianhe!!.." ucap Liu Yan dengan suara yang keras


"Aku tuan muda..."


"Aku tuan muda.."


"Aku tuan muda.."


Setelah mendengar semua cerita dari murid terdapat 60 siswa yang dilecehkan dan 2 diantaranya hamil juga 1 siswa yang sudah melahirkan


" Long gong!! panggil long tianhe kemari...." ucap Liu Yan yang memerintah dirinya


"Dimengerti..." ucap Patriak long bergegas dalam kondisi marah karena melihat sendiri perilaku anaknya.


"Ayahhh maafkan aku. aku tidak akan mengulanginya lagi...." teriakan long tianhe yang di seret oleh ayahnya


"Tuan muda saya sudah membawa anak ini apa yang anda lakukan saya tidak akan peduli bahkan jika anda membunuh nya.." ucap Patriak Long dengan sangat kesal


" Sampahhhh!!......Sampahhh!!


Suara teriakan murid yang melempari long tianhe dengan botol dan ada juga yang melemparinya dengan pafing.


"Masukan dia kedalam sel dan jangan biarkan dirinya keluar sbelumnya dirinya mengerti.." ucap Liu Yan yang memerintah Patriak long


Semuanya karena permasalah ini sudah selesai. besok lusa kita akan mengadakan Acara Perekrutan Sekte Naga Api..." ucap Liu Yan dengan wajah yang bangga


Hidup tuan muda...... Hidup tuan muda.....

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2