
Xiang Shin, Xu Lingling dan Huo Cai’er sudah melakukan persiapan menghadapi hukum kesengsaraan untuk naik ke tingkat Immortal.
Xiang Shin memberikan banyak susunan formasi sihir yang bisa Xu Lingling dan Huo Cai’er gunakan untuk menghadapi hukum kesengsaraan nanti. Selain itu ia juga memberikan sebuah token komunikasi yang terbuat dari giok kualitas terbaik di Benua Chenwu.
Token komunikasi memiliki batasan jarak, jadi jika berada di luar jangkauan maka token komunikasi tidak bisa di gunakan. Token komunikasi yang Xiang Shin berikan itu juga sama namun jangkauannya merupakan yang paling luas yang pernah Xiang Shin buat.
Selain itu token komunikasi akan menyala jika berada dekat dengan Xiang Shin, begitu juga sebaliknya. Karena mereka akan terpisah nanti, itulah yang membuat Xiang Shin memberikan token komunikasi tersebut, agar mereka bisa lebih mudah bertemu.
Xiang Shin, Xu Lingling dan Huo Cai’er berpisah ke 3 tempat yang berbeda untuk memulai penerobos ke tingkat Immortal.
Masing-masing dari mereka berada di sebuah pulau yang berada di luar Benua Chenwu.
Saat ini Xiang Shin sudah memulai dalam proses penerobosan. Awan hitam berkumpul di langit, membenarkan seperti pusaran air. Suara guntur terdengar bersahutan, bersamaan dengan sambaran petir yang tidak hentinya.
“Energi yang sangat kuat,” Xiang Shin bersiap, menatap langit yang sepertinya bisa kapan saja mengeluarkan sambaran petir.
Xiang Shin melapisi tubuhnya dengan energi Qi Surgawi saja saat petir pertama menyambar tubuhnya. Ia ingin merasakan seberapa kuat pertahanannya jika dengan energi Qi Surgawi saja.
Namun setelah mendapatkan sekali sambaran petir pertama, Xiang Shin berkedip beberapa kali, wajahnya terlihat bingung.
“Apa itu tadi?” Xiang Shin mendongak melihat pusaran awan hitam, “jelas sekali serangan tadi sangat kuat, kenapa rasanya tidak memiliki dampak sedikit pun pada tubuh ku?”
Xiang Shin melihat tubuhnya yang tidak terluka sedikitpun. Meskipun ia sudah membuat pertahanan energi Qi Surgawi namun seharusnya sambaran petir itu akan memiliki dampak.
__ADS_1
“Selain itu, energi dari sambaran petir itu seperti terserap ke dalam tubuh ku.”
*JEDDEEERRR!!
Petir kedua yang lebih kuat dari sebelumnya menyambar Xiang Shin. Hal ini membuat kebingungan Xiang Shin menjadi lebih jelas.
Sebelumnya memang bukan perasaannya, tapi memang benar energi dari sambaran petir itu terserap oleh tubuhnya.
Setelah misteri tentang pemahaman yang muncul di kepalanya setiap kali naik tingkat, sekarang malah muncul misteri baru yang membuat Xiang Shin semakin bertanya-tanya tentang siapa dirinya sebenarnya.
Saat Xiang Shin melihat petir berikutnya akan menyambar, ia memperkuat otot dan dagingnya, tidak membuat pertahanan luar sama sekali.
Jadi jika ia terkena sambaran petir, seharusnya kulitnya akan terluka.
*JEDDEEERRR!!
Guntur semakin bergemuruh, petir menyambar di segala tempat. Sesaat kemudian aliran petir terpusat pada pusaran sebelum membuat lonjakan petir mengenai Xiang Shin.
“Astaga, bahkan setelah aku tidak membuat pertahanan sedikit pun, aku sama sekali tidak terluka!” Xiang Shin bukannya senang namun ia merasa kecewa.
Feng Lao pernah mengatakan kalau menghadapi hukum kesengsaraan itu sangat mengerikan. Ada banyak kultivator yang gagal dalam menghadapi hukum kesengsaraan, terutama kultivator Dunia Mortal.
Itu membuat Xiang Shin penasaran dan ingin melihat seberapa kuat hukum kesengsaraan agar bisa memacu adrenalinnya.
__ADS_1
Tapi sayangnya ia seperti kebal terhadap hukum kesengsaraan, bahkan itu memberikan manfaat pada tubuhnya.
Hukum kesengsaraan Xiang Shin terus berlanjut, petir demi petir menyambar seolah tidak ada habisnya, hingga muncul petir aneh yang berbentuk ular, serigala, harimau dan berbagai macam bentuk petir lainnya yang menyambar Xiang Shin.
Bahkan ada petir yang berwarna merah, hitam sampai warna emas namun semuanya tidak mempan bahkan meskipun Xiang Shin tidak membuat pertahanan sedikit pun, Xiang Shin sampai merasa bosan sendiri. Langit seolah murka hingga menurunkan petir emas berbentuk naga.
*JEDDEEERRR...!!!
Dan pulau tempat Xiang Shin berada sudah puluh lantak namun Xiang Shin masih bisa tidur selonjoran dengan santai.
Tiba-tiba tubuh Xiang Shin bercahaya, membuat pilar cahaya yang menuju pusaran awan hitam.
“Oh, apakah sudah berakhir?” Xiang Shin bangun lalu mengganti pakaiannya yang sudah hancur.
Ia benar-benar sangat santai meskipun baru saja menghadapi hukum kesengsaraan paling mengerikan di alam semesta.
Tubuh Xiang Shin melayang berlahan dengan sendirinya tanpa ia kehendaki.
Xiang Shin menoleh ke dua arah tertentu secara bergantian, “Xiao Ling, Cai’er, kita pasti akan bertemu lagi nanti.”
Dan Xiang Shin pun menembus awan, menuju Alam Surgawi.
Sementara Xiang Shin sangat santai menghadapi hukum kesengsaraan, Xu Lingling dan Huo Cai’er sangat kerepotan, mereka sampai terluka parah namun pada akhirnya mereka juga berhasil melewatinya dan keduanya pun naik ke dunia atas.
__ADS_1