Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.203 - Pertarungan Sengit


__ADS_3

Saat para Elang Api melihat siluet burung pipit di atas kepala Luo Xian Lin, mereka terlihat tertawa dengan suara nyaring seolah mengejek dan meremehkan Luo Xian Lin yang menggunakan kekuatan burung pipit untuk melawan elang seperti mereka.


Ekspresi kemarahan terlihat jelas di wajah Luo Xian Lin karena merasa terhina. Sepasang sayap api muncul di punggungnya.


Salah satu Elang Api menyemburkan nafas apinya ke arah mereka berdua. Luo Xian Lin ingin membalas serangan namun tiba-tiba sesuatu seperti melompat keluar dari tubuh Xiang Shin, menahan serangan Elang Api.


Sosok itu pun mendarat di samping Xiang Shin. Luo Xian Lin yang sebelumnya terkejut kini mengerutkan keningnya melihat seorang pria yang wajahnya mirip dengan Xiang Shin.


Siapa pria ini? Dari mana dia muncul?


“Tenanglah Saudari Xian Lin, ini adalah boneka spiritual milik ku.”


“Kau memiliki boneka spiritual?”


“Seperti yang kau lihat. Tapi ini adalah senjata rahasia ku, jadi aku harap saudari Xian Lin dapat merahasiakan hal ini,” Xiang Shin tidak mengalihkan pandangannya dari para Elang Api.


“Tidak masalah, aku tidak suka membocorkan rahasia seseorang.”


Xiang Shin mengeluarkan puluhan ribu Pedang Dao. Masing-masing seribu Pedang Dao menyatu, menciptakan pedang yang jauh lebih besar.


Teknik Pedang Indra! 7 Elemen Dewa!


Di masing-masing pedang tercipta formasi sihir yang mengeluarkan elemen.

__ADS_1


“Aku akan menyerang dulu!” Luo Xian Lin melesat terbang dengan kedua sayapnya.


Sementara Xiang Shin menaiki salah satu Pedang Dao kemudian melesatkan Pedang Dao lainnya menyerang para Elang Api.


Xuan juga tidak diam saja, ia menciptakan sepasang sayap di punggungnya kemudian terbang menyerang musuh.


Pertarungan sengit pun terjadi antara Xiang Shin, Luo Xian Lin Dan Xuan melawan puluhan Elang Api.


Puncak gunung tempat mereka berada sampai hancur, namun pertempuran masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.


Xiang Shin berhasil mengecoh salah satu Elang Api dengan Pedang Dao hingga memberikan banyak celah. Ia tidak menyia-nyiakan hal tersebut dan langsung memberikan hantaman tendangan keras pada kepala Elang Api tersebut.


Salah satu Elang Api berhasil menangkap gagang Pedang Dao menggunakan cakarnya yang tajam. Dengan kuat, Elang Api itu mengayunkan Pedang Dao ke arah Xiang Shin.


Sesaat sebelum Pedang Dao menebas tubuh Xiang Shin, tiba-tiba ia menghilang dan salah satu Elang Api muncul di tempatnya berada sebelumnya.


Pada akhirnya Elang Api itu yang terkena tebasan, membuat salah satu sayapnya terpotong serta memberikan luka parah pada bagian dadanya.


Saat Xiang Shin menendang Elang Api sebelumnya, ia memasang formasi sihir teleportasi di kepalanya, hingga ia bisa bertukar posisi dengan Elang Api tersebut.


“Menggunakan teleportasi memang menghabiskan cukup banyak energi pedang. Saat ini aku hanya bisa melakukan teleportasi jarak pendek saja, jadi aku tidak mungkin bisa melarikan diri dengan teleportasi, para Elang Api ini bisa dengan mudah mengejar ku.”


Xiang Shin memang memiliki energi pedang yang bisa di bilang besar. Namun jika dibandingkan dengan kapasitas energi Qi Surgawi dan energi spiritual miliknya, energi pedangnya jauh lebih sedikit.

__ADS_1


Jadi Xiang Shin tidak bisa bebas melakukan teleportasi dengan kondisinya saat ini yang tidak bisa menggunakan Qi Surgawi dan energi spiritual.


Elang Api berusaha terbang dengan hanya menggunakan satu sayap namun jelas tidak bisa. Dia terus terjatuh terjun bebas.


Xiang Shin tidak diam saja, ia menghimpun energi pedang kemudian melakukan gerakan menusuk, mengeluarkan pancaran energi pedang.


Energi pedang itu berakhir menembus tubuh Elang Api yang seketika jatuh ke dalam danau lava.


Elang Api lainnya memekik keras penuh kemarahan melihat salah satu kawanan mereka tewas. Para Elang Api menyerang semakin ganas dan agresif.


Salah satu Elang Api berhasil melahap Xuan, namun sayangnya itu adalah kesalahan terbesarnya.


Meskipun organ pencernaannya bisa memiliki suhu panas ekstrim sampai bisa meleburkan tulang, tapi itu tetap tidak mungkin memiliki efek pada Xuan.


Saat Xuan baru tertelan sampai tenggorokan, ia menumbuhkan banyak duri panjang di tubuhnya seperti landak, menembus daging hingga leher Elang Api.


Elang Api tersedak, memekik pun ia tidak bisa dalam situasinya saat ini. Pada akhirnya Elang Api berakhir jauh ke danau lava, mati menjadi daging godong di dalamnya.


Tidak berselang lama, Xuan melompat keluar dari Danau lava tanpa terlihat satupun cedera di tubuhnya.


Di sisi lain, Luo Xian Lin yang tidak memiliki kemampuan khusus serta masih belum terbiasa bertarung tanpa Qi Surgawi dan energi spiritual harus kerepotan melawan salah satu Elang Api.


Tidak berselang lama, puluhan Pedang Dao datang membantu Luo Xian Lin. Itu membuat gadis itu bertarung dengan lebih mudah.

__ADS_1


__ADS_2