
Xue Fuji terpental setelah terkena serangannya sendiri. Xiang Shin tentu saja tidak membuang kesempatan, tubuhnya memancarkan aura 7 Elemen di sertai energi Yin-Yang yang sangat kuat. Tanda Pedang di kening Xiang Shin menyala.
Sebuah Pedang raksasa tercipta di atas Xieng Shin, pedang itu terbentuk dari semua jenis kekuatan yang Xiang Shin miliki.
Teknik Pedang Indra! Pedang Elemen Yin-Yang!
Bersamaan dengan Xiang Shin melesatkan pedang raksasa itu ke depan, ia menciptakan portal dimensi, membuat pedang tersebut masuk ke dalam portal.
Portal dimensi tercipta di jalur terpentalnya Xue Fuji, mengeluarkan pedang raksasa. Menyadari hal tersebut, Xue Fuji sebisa mungkin membalik tubuhnya, mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengeraskan darahnya, hingga terlihat tubuh Xue Fuji yang tidak memiliki kulit itu memiliki darah seperti baja keras yang mengkilap.
Aura merah darah menyelimuti tubuh Xue Fuji, ia memusatkan energi pada tangan kanannya kemudian ia gunakan untuk menahan pedang raksasa tersebut.
Pedang Elemen Yin-Yang menggunakan energi Yin-Yang sebagai inti, jadi kekokohan pertahanan Xue seketika menjadi lemah, ujung jari tangan kanannya mulai hancur.
“Uarrkk!!” Xue Fuji berteriak saat semua jari tangan kanan sudah hancur semua, “apa-apaan?! Energi ini mirip dengan milik Yang Yin, energi Yin-Yang! Bagaimana dia bisa menguasai energi kekacauan ini?!”
Xue Fuji pernah beberapa kali melakukan latih tanding melawan Yang Yin. Saat Yang Yin menggunakan energi Yin-Yang, pertahanan miliknya bisa melemah bahkan hancur. Potensi Yang Yin inilah yang membuat Xue Fuji ingin secepatnya membuat pemuda itu menjadi menantunya.
Dan sekarang ternyata ada orang lainnya yang menguasai energi Yin-Yang.
Tangan Xue Fuji sudah hancur sepenuhnya, kini hanya tersisa lengannya saja. Ia pun menggunakan tangan kirinya lagi untuk terus menahan serangan tersebut.
__ADS_1
Saat Xue Fuji merasakan fluktuasi energi tidak biasa pada Pedang Elemen Yin-Yang, ia segera memperkuat pertahanan tubuhnya, sementara Xiang Shin sendiri langsung berteleportasi ke lekuat Dimensi Perangkap Iblis dengan membawa Xuan.
Xiang Shin melihat kubus Dimensi Perangkap Iblis seketika mengembung seperti balon yang di tiup dengan keras. Keretakan tercipta di mana-mana, hingga akhirnya kubus Dimensi Perangkap Iblis meledak keras.
“Apakah itu bisa membunuhnya?” Xiang Shin terengah-engah, ia menggunakan Pedang Dao sebagai pijakan kakinya agar tidak jatuh karena ia sudah benar-benar menghabiskan semua energinya untuk serangan terakhir tadi.
Saat ledakan mereda, Xiang Shin sedikit mengerutkan keningnya, berusaha melihat keberadaan Xue Fuji.
“Apakah dia sudah mati atau.. dia menggunakan teknik rahasia untuk melarikan diri?” Xiang Shin berpikir seharusnya Xue Fuji tidak akan bisa melarikan diri.
Jika pun Xue Fuji dapat menggunakan teknik melarikan diri itu di saat terakhir, dia akan hancur terkena dampak ledakan sebelum berhasil pergi jauh.
Lagi pula tidak mungkin ledakan itu bisa Xue Fuji hindari.
Luo Xian Lin benar-benar mencolok karena jiwa bela diri Phoenix. Tidak ada musuh yang berani mendekatinya karena orang-orang yang jaraknya cukup jauh saja sampai bisa merasakan panas.
Selain itu, api Luo Xian Lin benar-benar bisa membakar fisik sampai habis, baik itu darah dan tulang tidak akan ada yang tersisa hingga para anggota Sekte Darah Kematian tidak bisa menggunakan teknik rahasia untuk melarikan diri.
“Ah.. ini sepertinya akan berakhir dengan cepat,” Xiang Shin kehilangan keseimbangan.
Sebelum ia jatuh, Yun Yihua muncul menangkapnya, wajah Xiang Shin jatuh tepat di puncak kembar gadis itu hingga kepalanya terasa sangat nyaman, membuatnya merasa ingin tidur.
__ADS_1
“Kau tidak apa-apa, Xiang Shin?”
“Aku.. baik-baik.. saja..” Xiang Shin pun langsung tertidur karena rasa empuk di wajahnya benar-benar menenangkan.
Yun Yihua sebenarnya sedikit malu, namun melihat wajah tidur Xiang Shin yang sangat nyenyak, ia pun akhirnya merelakan dua asetnya di gunakan sebagai bantal.
***
Dari puluhan kapal perang Sekte Darah Kematian, kini hanya beberapa saja yang tersisa. Anggota Sekte Darah Kematian sudah merasa tidak memiliki kesempatan untuk menang, mereka semua menaiki kapal perang, berusaha melarikan diri.
Baru saja semua kapal perang itu berbalik, seekor ular merah raksasa menghadang jalan mereka.
“Apa kalian pikir bisa melarikan diri begitu mudah?” Ular Naga Merah menyeringai, memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.
Elang Petir dan Naga Api juga ikut menghadang jalan mereka, 3 Raja Spirit Beast lainnya mengepung dari 3 arah yang berbeda.
Mereka semua menyeringai, mengeluarkan aura kuat, memberikan tekanan pada musuh-musuhnya.
“K-kami menyerah.. biarkan kami tetap hidup.. kami menyerah.”
Semua anggota Sekte Darah Kematian membuang senjata mereka, menunjukkan keseriusan mereka benar-benar telah menyerah.
__ADS_1
“Jangan pikir bisa hidup hanya dengan beberapa kata setelah kalian membuat banyak kekacauan.”
Masing-masing Raja Spirit Beast pun melahap 1 kapal perang, menghancurkannya dengan gigi-gigi mereka yang tajam.