
Huo Cai’er pernah mengalami hal ini sebelumnya di Benua Chenwu. Saat ia menyiksa targetnya kemudian Xu Lingling datang membunuh targetnya.
Hingga sekarang Huo Cai’er membuat antisipasi jika saja saudari-saudarinya melakukan hal yang sama dengan Xu Lingling.
Kali ini sebelum ia merasa puas, ia tidak akan berhenti menyiksa targetnya.
“Jika kalian tidak tahan melihat apa yang aku lakukan, kalian bisa pergi membantu Kakak Shin membasmi para anggota Keluarga Luo lainnya,” Huo Cai’er pun kembali menyiksa para petinggi Keluarga Luo.
“Saudari Cai’er, apa kau tidak takut kakak Shin akan menjauh dari mu karena kau terlalu kejam?” Yun Yihua masih berusaha menghentikan Huo Cai’er.
“Tidak. Kakak Shin mengatakan dia menyukai semua yang ada pada diri ku.”
“Lalu bagaimana jika kakak Shin benar-benar menjauh dari mu?”
Huo Cai’er pun menoleh ke arah Luo Xian Lin, “aku akan mengajukan pertanyaan yang sama. Bagaimana jika hal itu terjadi pada mu?”
“Tentu saja kakak Shin tidak mungkin melakukan hal itu.”
“Begitu juga jawaban ku,” Huo Cai’er kembali melanjutkan aksinya.
Yun Yihua dan Luo Xian Lin tersenyum kecut kemudian menghela nafas. Mereka sudah pasrah tidak bisa menghentikan Huo Cai’er.
“Kalau begitu kami akan membantu kakak Shin, saudari Cai’er.”
Yun Yihua dan Luo Xian Lin pun melesat terbang meninggalkan Huo Cai’er di sana.
***
__ADS_1
Xuan masih bertarung melawan Tetua Tsu. Xuan saat ini menggunakan kultivasi aslinya yang berada di tingkat Immortal Emperor tahap awal. Kristal Roh yang ia gunakan sebelumnya energinya tersisa kurang dari setengah hingga Xiang Shin memilih untuk menyerapnya saja.
Lagi pula dengan kekuatan Xuan yang sebenarnya, akan menjadi lebih kuat dari pada menggunakan Kristal Roh.
Setelah sangat lama bertarung, Tetua Tsu menjadi kelelahan karena setiap serangannya menggunakan banyak energi Qi. Ia berusaha melukai Xuan dengan serangan yang lebih besar tapi usahanya sia-sia.
Xuan yang memiliki energi tidak terbatas bisa mendominasi pertarungan dari awal hingga sekarang sudah terlihat siapa yang akan memenangkan pertarungan.
*JLEB!
Xuan menusuk perut Tetua Tsu membuatnya memuntahkan darah.
Sebelum Xuan mengangkat pedangnya untuk membelah tubuh Tetua Tsu, pria paruh baya itu langsung menahannya menggunakan tangannya kanannya.
Xuan pun menebaskan lengan kanannya, namun Tetua Tsu langsung menahan menggunakan pedang di tangan kirinya.
Gelombang api dan petir melonjak keluar dari tubuh Tetua Tsu. Dia sepertinya berniat meledakkan dirinya sendiri.
Sebelum niat Tetua Tsu tercapai, ia melebarkan matanya saat melihat Xuan menumbuhkan dua lengan tambahan yang langsung membentuk bilah pedang.
Dengan sekali tebasan masing-masing lengan, tubuh Tetua Tsu terpotong. Dia mati sebelum berhasil meledakkan dirinya.
***
Di sisi lain, Xiang Shin juga mendominasi pertarungan melawan Luo Qi Hai. Memanfaatkan Teknik Pedang Asura dan Teknik Pedang Indra, serta Transformasi Malaikat yang di dukung dengan Pedang Naga, Xiang Shin awalnya bisa bertarung imbang dengan Luo Qi Hai.
Namun setelah menggunakan hukum ruang dan susunan formasi sihir, Xiang Shin jadi lebih mudah melawan Luo Qi Hai. Bahkan ia bisa mempermainkan Patriak Keluarga Luo tersebut seperti mempermainkan Tetua Tsu sebelumnya.
__ADS_1
Wajah Luo Qi Hai sudah bengkak hingga wajahnya yang awalnya tegas kini terlihat sangat jelek dengan luka lebam di mana-mana.
Luo Qi Hai sangat marah namun kemarahannya justru membuat petaka baginya. Ia bergerak cepat hingga berada di belakang Xiang Shin kemudian melancarkan pukulan terkuatnya, berniat membalas atas pukulan yang pemuda itu berikan.
Namun itu hanyalah tipuan dari Xiang Shin. Xiang Shin membuat lingkaran portal hingga Luo Qi Hai terkena pukulannya sendiri.
Luo Qi Hai terus di hajar habis-habisan oleh Xiang Shin, di tendang dan di pukul. Dia sudah tidak ingat berapa banyak pukulan yang mengenai wajahnya.
Luo Qi Hai kini berbaring lemah di tanah, hampir semua bagian tulangnya patah hingga sulit untuk dia bergerak sekarang.
“Aku rasa sudah cukup sampai di sini, pak tua.” Xiang Shin mengeluarkan pedangnya, berniat membunuh Luo Qi Hai.
“Tunggu dulu kakak Shin!”
Sebelum Xiang Shin membunuh Luo Qi Hai, terdengar suara familiar di telinganya. Ia menoleh ke sumber suara, menemukan Luo Xian Lin menghampirinya.
Wajah Luo Qi Hai menjadi sedikit cerah melihat kedatangan putrinya. Ia berpikir Luo Xian Lin menghentikan Xiang Shin karena tidak ingin ayahnya terbunuh.
“Lin’er.. selamatkan ayah.. ayah tau selama ini telah salah pada mu.. tapi aku tetap ayah mu.. tolong ayah.. Lin’er.” Luo Qi Hai berkata dengan suara lemah.
“Lin’er, apa kau ingin aku membiarkannya tetap hidup?”
“Tidak. Aku menghentikan mu karena aku ingin membunuh pak tua ini dengan tangan ku sendiri.”
Wajah Luo Qi Hai langsung pucat, wajah jeleknya tertegun dengan ekspresi tidak percaya. Putri yang ia pikir bisa menyelamatkan dirinya justru berniat mengakhiri hidupnya.
Sungguh ironis. Luo Qi Hai mulai memikirkan apa saja yang ia perbuat pada Luo Xian Lin selama ini. Bisa di katakan ia mulai menyesalinya.
__ADS_1
Namun apa daya, penyesalannya sudah datang terlalu terlambat.