
Xuan dan Xiang Shin berdiri di ujung dek kapal angkasa utama yang berada di posisi paling depan.
Mereka bisa melihat Planet Yu semakin dekat. Beberapa kapal perang penjaga perbatasan Planet Yu datang untuk menahan mereka sebelumnya namun semuanya dapat di hancurkan dengan sangat mudah oleh Chi Min dan para Tetua Keluarga Chi.
Saat mereka semakin dekat, mereka bisa melihat puluhan kapal perang Keluarga Yu terbang ke arah mereka.
Xiang Shin menyipitkan matanya, pandangannya tertuju pada kapal perang utama Keluarga Yu. Ia seperti melihat seseorang yang familiar.
Mereka terus terbang semakin dekat namun masih belum ada di antara mereka yang melancarkan serangan.
“Nona Xu, apakah kami sudah boleh menyerang?” Chi Min sudah bersiap siaga.
“Tunggu, tidak perlu menyerang!” Xiang Shin mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat untuk berhenti dan tidak melakukan serangan.
Xiang Shin pun terbang ke depan, meninggalkan kapal perang yang masih diam melayang di tempat.
“Saudara Shin, apa yang akan kau lakukan?” Meng Duan berniat menghentikan Xiang Shin.
“Tenanglah, aku rasa tidak akan perlu ada pertumpahan darah apa pun di sini,” Xiang Shin terus terbang.
Di sisi lain, kapal perang utama Keluarga Yu sudah siap melancarkan serangan.
“Tunggu, jangan ada yang menyerang!” Wanita yang berdiri di ujung dek kapal perang utama Keluarga Yu memberi syarat tangan untuk tidak menyerang.
“Nona, mereka sudah semakin dekat, ini kesempatan bagus untuk menyerang.” Yu Ding tidak sabar melihat kehancuran Keluarga Chi.
“Apa kau ingin membantah perintah ku?”
Chi Ding langsung terdiam mendengar nada dingin tersebut.
__ADS_1
Wanita itu pun melayang ke depan, menuju para pasukan Keluarga Chi.
“Apa sebenarnya tujuan Nona?”
“Entahlah, dia menang orang yang sulit di tebak.”
“Lihatlah, dia bergerak menuju pasukan Keluarga Chi, mungkin saja dia ingin menyelesaikan semuanya seorang diri.”
“Pasukan musuh sebanyak itu, meskipun dia bisa menang, mungkin dia akan mendapatkan luka parah.”
Sementara para anggota Keluarga Yu berbisik-bisik, wanita itu mengabaikannya dan terus terbang dengan tenang. Di sisi lain, Xiang Shin juga melakukan hal yang sama.
Hingga akhirnya mereka berdua saling berhadapan dalam jarak kurang dari 1 meter. Mereka berdua tersenyum, Xiang Shin tersenyum hangat sementara wanita itu tersenyum manis.
Namun sesaat kemudian senyuman Xiang Shin berubah jadi senyum kecut.
“Kenapa kau malah tersenyum seperti itu di pertemuan kita setelah sekian lama?”
Ya, wanita itu adalah Huo Cai’er, istri Xiang Shin.
“Banyak hal yang terjadi. Tapi tenang saja, meskipun kultivasi mu lebih rendah dari ku saat ini, aku tidak akan meninggalkan mu, kali ini aku yang akan melindungi mu,” Huo Cai’er tersenyum manis.
Sementara keduanya mengobrol santai, pihak Keluarga Chi dan Keluarga Yu menunggu dengan perasaan tegang.
“Siapa wanita itu? Apa dia kenalannya saudara Shin?”
“Tuan Xiang Shin sepertinya mengenal wanita itu. Apakah dia nona muda Keluarga Yu?”
Guan Du dan Meng Duan bergumam dalam hati.
__ADS_1
“Nona Xu, apa tidak apa-apa membiarkan adik mu? Bagaimana jika Keluarga Yu tiba-tiba menyerang?” Chi Min bertanya.
Namun Xuan sama sekali tidak menjawab sebab itu sama sekali tidak di perlukan. Selain itu, Xiang Shin memerintahkannya untuk tidak berbicara kecuali mengikuti apa yang Xiang Shin katakan melalui telepati.
Melihat Xuan yang tidak menjawab dan masih dengan tenang diam di tempat, Chi Min pun merasa ini akan baik-baik saja.
Sementara di sisi lain, pihak Keluarga Yu juga bertanya-tanya siapa pria yang berada di depan Huo Cai’er itu.
Kedua pihak masih bersiap siaga sebelum mata mereka melebar saat melihat Xiang Shin dan Huo Cai’er berpelukan, bahkan sama sekali tidak malu untuk berciuman di depan mereka semua.
Keluarga Chi terkejut, Keluar Yu apa lagi. Wanita yang mereka kenal sangat dingin, kejam dan tidak berperasaan sekarang sedang bercengkerama dengan seorang pria tidak di kenal.
Mereka tau racun milik Huo Cai’er sangat menyeramkan, bahkan berada dekat dengannya bisa membuat kultivator sekelas Yu Ding merasa pusing.
Setelah beberapa menit, Xiang Shin dan Huo Cai’er pun berhenti berciuman.
“Kakak Shin~” Huo Cai’er menatap Xiang Shin dengan penuh makna, seolah menginginkan lebih.
“Sayangnya kita sekarang berada di luar Cai’er,” Xiang Shin tentu paham apa yang diinginkan Huo Cai’er.
“Kalau begitu mari kita cari tempat yang lebih sepi.”
“Kau sepertinya menjadi tidak sabaran ya.”
“Tentu saja, aku sudah menahannya selama puluhan tahun.”
“Eh? Puluhan tahun?” Xiang Shin sedikit bingung.
Dia berada di Alam Surgawi ini selama kurang dari 2 tahun, bagaimana bisa Huo Cai’er mengatakan puluhan tahun?
__ADS_1
Sepertinya ada banyak hal yang yang di luar bayangannya terjadi pada Huo Cai’er selama ini. Xiang Shin ingin mengetahuinya namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercerita.