Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.386 - Makam Xiang Shin


__ADS_3

“Saudara Shui, Kakak Lan, sebenarnya aku masih mencari beberapa orang lagi.”


“Oh, seperti apa wajah mereka?”


Xiang Shin kembali membuat api yang membentuk mini tubuh lengkap 3 orang wanita.


“Mereka adalah Xu Lingling, Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu. Mereka...”


Xiang Shin terdiam saat tiba-tiba merasakan aura membunuh. Ia segera menoleh ke sumber aura dan melihat Xiang Lan sudah menatapnya dengan tatapan membunuh yang di arahkan padanya.


“Siapa mereka?” Xiang Lan menunjuk ke arah 3 wanita yang di tunjukkan Xiang Shin.


“Tenang dulu Kakak Lan! Apa yang kau pikirkan, tidak sepenuhnya benar!”


“Tidak sepenuhnya benar? Artinya apa yang aku pikirkan ada benarnya?”


“Lan’er, tenanglah sedikit, dengarkan dulu penjelasan Saudara Shin,” Xiang Shui menepuk bahu Xiang Lan.


Aura membunuh Xiang Lan pun sedikit berkurang, ia memberi kesempatan untuk Xiang Shin untuk menjelaskan.


“Dua gadis ini adalah murid ku, Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu, sedangkan wanita ini bernama Xu Lingling, dia.. adalah istri ku.”


Aura Xiang Lan pun kembali memuncak, “katakan berapa sebenarnya istri mu!”


“Hanya 4!” Xiang Shin menunjukkan 4 jarinya.


“4 dan kau bilang hanya?! Itu sudah terlalu banyak!”


Xiang Shin menoleh ke arah Xiang Shui, wajahnya terlihat penuh harap agar Xiang Shui membantunya.

__ADS_1


“Lan’er, bagaimana pun mereka sekarang adalah adik ipar mu, jadi kita harus membantu Saudara Shin untuk mencari semua adik ipar!”


“Adik ipar? Mungkin mereka ibu tiri kalian,” Xiang Shin bergumam dalam hati.


Aura Xiang Lan pun menghilang membuat Xiang Shin sedikit bernafas lega.


“Baiklah, tapi Adik Shin, ingat apa janji mu tadi!”


“Tentu saja Kakak Lan, aku tidak akan melupakan janji ku!” Xiang Shin berkata dengan tegas.


“Aku ingin menjelaskan sedikit mengenai kedua murid ku. Qin Zhiyun sekarang berada di Istana Phoenix Es sementara Qin Qiaoyu berada di Istana Dewi Salju. Mungkin kalian pernah mendengar tentang dua tempat itu?”


“Istana Phoenix Es kalau tidak salah itu adalah tempat di mana para Divine Beast Phoenix berada. Mereka adalah salah satu kekuatan besar di Dimensi Beast. Sedangkan Istana Dewi Salju, itu adalah salah satu kekuatan besar di Dimensi Manusia,” jawab Xiang Shui.


Xiang Shui keluar dari Dimensi Manusia sebelum Istana Dewi Salju mengalami kehancuran jadi ia tidak mengetahui tentang keadaan Istana Dewi Salju saat ini.


Xiang Shui maupun Xiang Lan tidak mengetahui mengenai Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu dan apa pengaruh mereka di Istana Phoenix Es dan Istana Dewi Salju.


“Kalau begitu kita harus segera membasmi para iblis di sini kemudian pergi Dimensi Manusia terlebih dahulu.”


Xiang Shin tidak berniat pergi ke Dimensi Phoenix terlebih dahulu karena itu pasti akan lebih sulit jadi baiknya pergi ke Dimensi Manusia dulu. Dengan adanya Xiang Shui dan Xiang Lan, akan mudah baginya masuk ke Dimensi Manusia.


Xiang Shui dan Xiang Lan saling memandang kemudian Xiang Shui mengangguk pelan.


“Aku rasa memang tidak apa-apa mengatakannya pada Saudara Shin.”


“Apa?” Xiang Shin menaikkan alisnya.


“Kami sudah mengatakan sebelumnya kalau kami ke luar dari Dimensi Manusia karena menjalankan sebuah misi. Misi ini bukan untuk menolong Aliansi Galaksi Peri dan memusnahkan para iblis tapi untuk memasuki sebuah makam.”

__ADS_1


“Makam?”


“Ya, ibu kami mengatakan makam itu adalah makam dari kultivator terkuat pada masanya. Kultivator itu bernama Xiang Shin... Ah, aku baru sadar kalau mamanya sama dengan mu, Saudara Shin.”


“Makam Xiang Shin?” Xiang Shin mengerutkan keningnya, “apakah mungkin makam itu memiliki hubungan dengan ku?”


Xiang Shin mengingat hal-hal aneh yang ada pada dirinya. Mulai dari pemahaman yang akan ia dapatkan saat naik kultivasi sampai dirinya yang begitu mudah berkomunikasi dengan kehendak bintang.


Di Makam Xiang Shin ini, mungkin Xiang Shin bisa menemukan sebuah petunjuk nanti.


“Saudara Shui, apa kau mengalami hal aneh saat naik kultivasi? Seperti mendapatkan pemahaman yang mengaku di kepala mu begitu saja?”


“Apa mungkin kau juga mengalaminya?”


“Jadi kita mengalami hal yang sama.”


“Tidak hanya aku, tapi Lan’er sama.”


Xiang Shin semakin mengerutkan keningnya. Sekarang ia berpikir pemahaman itu merupakan sebuah faktor keturunan.


Tapi dirinya adalah manusia biasa yang berasal dari bumi, ayah dan ibunya adalah orang biasa, bagaimana bisa itu menjadi faktor keturunan?


“Apakah mungkin pemahaman ini kita dapatkan karena ayah yang mati kemudian pemahaman yang ayah miliki secara otomatis di turunkan ke keturunannya?” ucap Xiang Lan.


“Aku rasa itu tidak mungkin.”


“Kenapa kau terlihat begitu yakin kalau teori ku salah, Adik Shin?”


“Ah tidak, hanya saja aku merasa itu bukan penyebabnya.”

__ADS_1


Xiang Shin menghela nafas, memilih untuk tidak memikirkannya untuk sekarang.


__ADS_2