Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.61 - Penyimpangan


__ADS_3

Xiang Shin melihat orang tua yang sedang memancing di tengah-tengah Hutan Mosnter yang dipenuhi Spirit Beast ini.


Xiang Shin tentu bingung bagaimana bisa orang tua memasuki hutan berbahaya ini. Ia tidak bisa merasakan adanya aura yang menyelimuti tubuhnya, terlihat seperti orang biasa pada umumnya.


Jadi Xiang Shin berpikir dia adalah orang tua yang nyasar. Akan tetapi entah kenapa insting Xiang Shin mengatakan hal yang berbeda.


“Kakek, apa yang kau lakukan di tengah-tengah hutan ini?” Xiang Shin berjalan mendekati pria tua itu hingga berdiri tepat di sampingnya, melihat wajah pria tua yang senan tiada tersebut sederhana, “apa kakek tidak tau kalau hutan ini dipenuhi Spirit Beast yang berbahaya?”


“Ahaha, aku punya beberapa anak tapi seingat ku, aku tidak pernah punya cucu. Siapa kira-kira dari anak-anak ku itu yang merahasiakan keberadaan cucu ku?”


Xiang Shin tersenyum kecut mendengar jawaban pria tua itu, “aku menghormati mu karena lebih tua dari ku dengan memanggil mu kakek, tapi kau malah mengejek ku!”


Xiang Shin duduk di samping pria tua itu, melihat danau yang tidak terlalu besar tepat didepannya.


“Kau belum menjawab pertanyaan ku.”


“Jawabannya seharusnya sudah kau lihat dengan jelas.”


“Ya memang kau sedang memancing tapi masalahnya bagaimana kau bisa berada di tempat berbahaya ini, kakek?”


“Kalau tempat ini berbahaya lalu kenapa kau juga berada disini?”


“Terserah kau saja,” Xiang Shin pun diam, ia malas untuk adu mulut dengan pria tua itu.


Selang beberapa menit keduanya masih diam sebelum Xiang Shin kembali buka suara.


“Apa kau sudah lama disini?”


“Tidak terlalu,” pria tua menjawab seadanya.


“Kau sudah dapat banyak ikan?”


“Tidak satupun.”


“...”

__ADS_1


Xiang Shin tidak pernah memancing sebelumnya, namun ia pernah mendengar kalau memancing membutuhkan kesabaran.


“Ini ambillah, kita memancing bersama,” pria tua itu memberikan satu pancing biasa pada Xiang Shin.


Xiang Shin mengambilnya tanpa mengatakan apa-apa dan ikut memancing. Padahal ia rencananya ingin melatih pengalaman menggunakan susunan formasi namun ia malah memancing bersama pria tua tidak dikenal.


Belasan menit berlalu, mereka berdua masih tidak mendapatkan apa-apa, bahkan umpan mereka pun tidak pernah didekati ikan apa lagi sampai disambar.


Xiang Shin masih sabar karena memancing butuh kesabaran. Setidaknya itulah yang ia pikirkan hingga 1 jam berlalu ia masih belum mendapatkan satupun ikan, begitu juga dengan pria tua itu.


“Baiklah, aku rasa disini tidak ada ikannya. Kakek, bagaimana jika kita pergi mencari tempat lain?”


Pria tua itu hanya tersenyum tipis tanpa menoleh kearah Xiang Shin.


“Anak muda, perlu kau tau kalau ikan itu memiliki indera yang sangat sensitif. Menurut mu apakah ikan akan berani mendekat jika kau masih mengeluarkan aura yang begitu kuat?”


Xiang Shin menaikkan alisnya sebelum terawat kecil.


“Aku paham sekarang, kau memang bukan orang tua biasa. Bahkan aku sampai tidak bisa merasakan sedikit pun aura di tubuh mu. Kau pasti bukan orang biasa,” ini pertama kalinya Xiang Shin tidak bisa merasakan aura seseorang, “tapi apa maksud mu tadi mengeluarkan aura yang sangat kuat? Aku yakin sudah menyembunyikan aura ku dengan cukup baik.”


“Kalau begitu apa yang harus aku lakukan? Aku sudah menyembunyikan aura ku sebaik yang aku bisa,” Xiang Shin merasa ia bisa mendapatkan pelajaran penting dari pria tua ini.


“Ketenangan adalah kuncinya. Tanpa ketenangan, aura mu tidak akan bisa disembunyikan sepenuhnya.”


“Begitukah? Tapi aku rasa tadi aku sudah sangat tenang,” Xiang Shin mulai merenung, “lalu ketenangan seperti apa yang pak tua ini maksud?”


Bagaimana ia bisa mendapatkan ketenangan itu? Ketenangan yang sesungguhnya.. ketenangan.


Peia tua itu menaikkan alisnya saat melihat Xiang Shin sudah mulai bisa belajar hanya dari beberapa kata darinya.


“Anak ini sangat jenius, sayangnya dia berada di tempat seperti ini,” gumam pria tua itu.


Xiang Shin menyingkirkan semua beban yang ia rasakan, beban di hati maupun pikirannya, keinginan, ambisi, harapan dan apapun itu yang bisa mengacaukan hal yang tenang di hati dan pikirannya.


Xiang Shin sekarang paham apa itu ketenangan yang sebenarnya.

__ADS_1


Semakin lama Xiang Shin semakin larut, ekspresinya menjadi datar dan matanya kehilangan cahayanya, terlihat seperti mata orang mati, hingga pada saat dimana Xiang Shin mendengar suara seperti tali putus.


Pria tua itu tiba-tiba merasakan firasat tidak enak. Refleks ia mengarahkan joran kayunya kekanan.


*TAK!


Dua kayu berbenturan, mengeluarkan gelombang udara kencang hingga air danau bergejolak.


Pria tua mengerutkan keningnya melihat ekspresi Xiang Shin yang sangat dingin serta mata yang terlihat seperti orang mati.


Xiang Shin memutar tubuhnya, melakukan tendangan mengincar kepala pria tua.


Pria tua mudah saja menghindar dengan melompat menjauh.


“Apa yang terjadi dengannya?” Pria tua merasa kalau ada yang salah dengan Xiang Shin, “dia sepertinya mengalami penyimpangan dalam kondisi pencerahan.”


Kondisi pencerahan adalah saat dimana seorang kultivator mendapatkan kunci dari suatu pemahaman. Saat kultivator memasuki kondisi pencerahan, mereka seperti berusaha membuka pintu untuk mendapatkan rahasia pemahaman tertentu.


Jika kultivator sukses menjalani kondisi pencerahan maka mereka akan mendapatkan kemampuan baru, namun jika gagal maka akan berdampak buruk, mulai dari luka dalam, kecacatan bahkan paling buruk adalah kematian.


Sementara kondisi Xiang Shin saat ini adalah kondisi penyimpangan, dimana penyimpangan ini sangatlah jarang terjadi hingga tidak diketahui penyebab dan bagaimana cara menangani penyimpangan tersebut.


Namun ada yang mengatakan kondisi penyimpangan bisa terjadi karena seorang kultivator terlalu dalam memahami suatu hal, membuat tubuh mereka tidak dapat menampung banyaknya pemahaman hingga menyebabkan penyimpangan.


Xiang Shin melompat menyerang peria tua namun ia sama sekali tidak menggunakan energi apapun.


Dengan joran kayu serta benang dengan kail pancing, menyerang seperti menggunakan pedang dan cambuk disaat yang bersamaan.


Pria tua meladeni Xiang Shin dengan tanpa menggunakan energi apapun seperti pemuda itu. Hal ini membuat pria tua merasa semakin aneh.


Apakah Xiang Shin benar-benar mengalami penyimpangan? Biasanya para kultivator yang menyimpang akan mengamuk seperti kehilangan akal, tidak peduli apa pasti akan mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Namun Xiang Shin tidak demikian, gerakannya mengayunkan senjata sangat alami dan teratur, sama sekali tidak ada satupun yang terbawa nafsu dan...


Sebelum pria tua menganalisa lebih jauh, mata kail pancing sudah beberapa inci didepan matanya. Refleks ia menggunakan energinya untuk menangkis kali pancing itu hingga terpental.

__ADS_1


Saat itulah pria tua melihat senyum tipis di bibir Xiang Shin seolah mengatakan kalau ia telah kalah.


__ADS_2