
Xiang Shui menebas Phoenix Petir hingga terpotong menjadi dua bagian. Kedua bagian itu pun luntur menjadi serpihan energi kecil lalu menghilang.
Sementara Yu Ruo Yi terlempar hingga menghantam lantai arena yang sudah hancur lebur akibat pertarungan mereka.
Perwujudan Dewa Asura Xiang Shui juga kembali menjadi energi lalu masuk ke dalam Tanda Pedang Putih di keningnya yang menghilang beberapa saat setelahnya.
Xiang Shui mendarat di samping Yu Ruo Yi yang berbaring terlentang kehabisan energi.
“Jadi.. aku kalah ya.” Yu Ruo Yi hanya bisa menghela nafas.
“Ya, tapi jika kau ingin melanjutkan pertarungan kita maka kau masih belum kalah.”
“Bagaimana bisa aku melanjutkan pertarungan jika aku sudah kehabisan energi.” Yu Ruo Yi tersenyum kecut menatap Xiang Shui yang masih berdiri di sampingnya.
“Lalu?”
“Aku menyerah. Itu kan yang ingin kau dengar?”
“Haha, kau benar-benar bisa menebak pikiran ku,” Xiang Shui mengulurkan tangannya, “kau bisa berdiri?”
Yu Ruo Yi menyambut uluran tangan Xiang Shui kemudian berdiri. Baru saja ia berdiri, tubuhnya yang masih lemah hampir saja terjatuh jika saja Xiang Shui tidak sigap menangkapnya.
“Kau sepertinya tidak hanya kehabisan energi tapi juga stamina.”
“Tidak.. aku masih bisa.. berdiri sendiri.” Yu Ruo Yi berusaha berdiri tanpa bantuan Xiang Shui.
“Jangan memaksakan diri mu.” Xiang Shui pun mengangkat Yu Ruo Yi, menggendongnya bagaikan tuan putri.
__ADS_1
Yu Ruo Yi tentu saja terkejut dengan aksi tiba-tiba Xiang Shui, namun ia tidak bisa menolak karena tubuhnya yang lemah. Jadi ia hanya bisa pasrah di bawa olehnya.
Xiang Shui melompat ke tribun tempat kelompok Yu Ruo Yi berada. Tanpa sadar, gadis itu menatap wajah Xiang Shui yang berjarak sangat dekat.
Saat Xiang Shui menoleh ke arahnya, Yu Ruo Yi langsung mengalihkan pandangan.
“Senior Ruo Yi!”
Para anggota Sekte Phoenix Petir langsung menghampiri Yu Ruo Yi. Para wanita di sana membantu gadis itu untuk turun dan duduk, sementara para pria hanya bisa melihat, beberapa dari mereka menatap Xiang Shui dengan ekspresi tidak enak di pandang.
“Xiang Shui, ambil ini!” Yu Ruo Yi melemparkan sebuah cincin dimensi yang langsung di tangkap oleh Xiang Shui. “Di saja ada semua token peserta yang aku miliki.”
“Kalau begitu aku pergi dulu!” Xiang Shui langsung kembali ke tempat kelompoknya berada.
“Kakak.” Xiang Lan menatap Xiang Shui dengan tajam.
“Kau memang putranya Xiang Shin, benar-benar mirip, hahaha!” Yin Litian tertawa membuat Xiang Shui semakin kebingungan.
***
Turnamen 13 besar terus berlanjut, satu demi satu peserta gugur hingga akhirnya 6 peserta sudah terpilih akan lolos ke babak berikutnya.
Di antara 6 peserta itu ada Xiang Shin, Yang Yin, Xiang Shui, Xiang Lan, Tang Yong dan Yin Litian.
Sementara itu, untuk satu peserta terakhir yang tidak memiliki lawan telah di pilih siapa di antara 6 peserta yang gugur yang akan melawannya. Yu Ruo Yi mendapatkan kesempatan lagi untuk bertarung dan akhirnya memenangkan pertarungan tersebut.
Yu Ruo Yi akhirnya berhasil lolos ke babak berikutnya.
__ADS_1
***
Babak 7 besar akhirnya di mulai. Sistem aturan di babak ini juga sama seperti babak sebelumnya.
Sementara semua peserta bersemangat, hanya Yin Litian yang terlihat tegang. Bagaimana tidak, ia sudah melihat kekuatan dari 6 peserta yang berhasil lolos sampai 7 besar ini, tidak ada di antara mereka yang bisa ia lawan dengan yakin.
Saat peserta yang akan bertarung di putaran pertama di umumkan, Yin Litian menghela nafas karena nomor pesertanya di panggil pertama.
Sangat buruk, yang akan menjadi lawannya adalah Tang Yong.
“Sayang, kau harus semangat!” Li Yiren menyemangati suaminya.
“Ya,” Yin Litian tersenyum, “bahkan meskipun kesempatannya kecil, aku tidak akan menyerah!”
Yin Litian mengincar posisi kelima, dengan begitu setidaknya ia bisa mendapatkan 2 Pil Kebangkitan Dewa dan menerobos ke ranah Dewa Sejati bersama istrinya.
Yin Litian melompat ke arena. Ia mendarat bersamaan dengan Tang Yong. Keduanya berdiri berhadapan dalam jarak yang tidak terlalu jauh.
“Yin Litian, aku sudah melihat bagaimana pertarungan mu. Kau memiliki teknik pedang yang menarik, aku mengakuinya.” Tang Yong membuka matanya, tanda bahwa ia akan langsung serius.
“Aku tersanjung generasi muda nomor 1 Sekte Kuil Surga mengakui ku.” Yin Litian mengeluarkan pedangnya.
“Mulai!”
Setelah Tetua Gong Lang memulai pertarungan, Yin Litian langsung menyerang lebih dulu.
7 Jalur Reinkarnasi! Jalur Pertama! Dewa!
__ADS_1
Tang Yong juga mengeluarkan teknik andalannya yaitu 7 Jalur Reinkarnasi. Pertarungan antara Yin Litian melawan Tang Yong pun di mulai.