
Xiang Shin tersenyum lebar saat Xiang Lan memanggilnya ayah.
“Bagus putri ku, Ayah mu ini tidak jadi melaporkan mu pada ibu mu,” Xiang Shin tertawa kecil.
“Huh!” Xiang Lan mendengus kesal.
Xiang Shin dan Xiang Lan terbang semakin tinggi hingga berada di atas awan. Untuk menjaga identitas, mereka menggubah penampilan mereka.
Keduanya juga menggunakan sebuah kristal formasi yang di dapatkan dari Istana Xiang Shin yang mana memiliki kemampuan untuk menyamaratakan keberadaan.
Kecuali kultivator ranah Dewa Sejati tidak akan ada yang bisa merasakan keberadaan mereka. Tentu saja jika mereka membuat suatu gerakan yang mencolok maka kultivator tingkat Demi-God masih bisa merasakan keberadaannya.
Mereka berdua akhirnya melihat dua kultivator tingkat Demi-God yang sedang berada di puncak sebuah gunung. Kedua kultivator itu sedang mengintai ke pertarungan yang terjadi cukup jauh di depan mereka.
Mereka sedang mengintai seperti hewan buas yang akan menerkam mangsa namun tidak sadar jika diri mereka juga sedang di incar.
Xiang Shin membuat dua lingkaran portal di depan dirinya dan Xiang Lan. Keduanya pun menciptakan rantai dari elemen cahaya, melemparkan ke dalam lingkaran portal.
Dua kultivator yang sedang fokus mengintai, tidak sempat menyadari munculnya dua lingkaran portal di belakang mereka. Barulah saat rantai mengikat tubuh mereka akhirnya sadar.
Tapi saat itu sudah terlambat. Tanpa bisa melakukan perlawanan, keduanya di tarik masuk ke dalam lingkaran portal kemudian keluar di depan Xiang Shin dan Xiang Lan.
“Siapa Kalian?!” Salah satu dari dua kultivator itu berteriak, mereka berusaha melepaskan diri namun tidak bisa.
Xiang Shin menembakkan sinar energi ke dalam kepala mereka berdua hingga kepala mereka hancur.
Xiang Shin dan Xiang Lan pun mengambil cincin dimensi mereka berdua dan mengambil token peserta di dalamnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Xiang Shin dan Xiang Lan merasakan tekanan aura ranah Dewa Sejati. Mereka bisa menebak kalau aura itu adalah milik pengawal dari dua orang yang baru saja dia bunuh.
Xiang Shin dengan cepat membuka lingkaran portal kemudian masuk ke dalamnya bersama Xiang Lan.
Beberapa saat setelah Xiang Shin pergi barulah seorang pria tua datang.
“Sialan! Di mana orang itu?!” Pria tua itu berteriak marah.
Ia tidak bisa lagi merasakan aura Xiang Shin dan Xiang Lan. Ia pun melesat turun, mendarat di samping tubuh dua jenius dari sektenya. Salah satu dari mereka adalah cucunya jadi tentu saja ia marah melihat bagaimana cucunya terbunuh seperti ini.
Meskipun memang ia sudah mendapatkan peringatan untuk tidak ikut campur. Tapi ia tidak bisa diam saja setelah cucunya di bunuh dengan begitu kejam.
Pria tua itu hanya bisa meratapi kematian cucunya tanpa bisa mengetahui siapa yang telah melakukannya.
“BRENGSEK!!”
***
Xiang Shui menginjak dada lawannya dengan pedang yang sudah ada di samping leher, siap menebasnya jika saja lawannya itu berani bergerak.
Terlihat Xiang Shui menggunakan topeng untuk menyembuhkan identitasnya. Topeng itu ia dapatkan dari Istana Xiang Shin yang memiliki banyak sekali fungsi seperti menyamarkan keberadaan dan aura, menyembunyikan tingkat kultivasi, mengubah suara dan masih banyak lagi.
“Kau sudah kalah, sekarang berikan token peserta mu!” Xiang Shui sedikit mengiris leher lawannya sampai mengeluarkan setetes darah. “Apa kau ingin menyerahkannya secara baik-baik atau membiarkan ku mengambilnya sendiri?”
“Cih!” Lawannya berdecak kesal lalu melemparkan token peserta miliknya.
Xiang Shui menangkap lalu menyimpan token tersebut.
__ADS_1
“Aku sudah memberikannya pada mu jadi menyingkirlah!”
“Kau masih belum menyerah. Atau kau ingin kehilangan nyawa mu?”
Di dalam arena ini, kecuali ada di antara mereka yang tewas, tidak sadarkan diri atau menyerah, pihak lainnya belum bisa dinyatakan sebagai pemenang.
“Aku menyerah! Bagaimana? Apa kau puas!”
“Ya memang begitu seharusnya.” Xiang Shui pun melepaskan lawannya kemudian berjalan menjauh..
Lawannya itu berdiri kemudian menunjuk Xiang Shui, “awas saja kau! Akan ku cari kau nanti dan akan aku kulit sampai mati!”
“Terserah kau, aku tidak peduli!” Xiang Shui terus berjalan menuju tengah arena.
Orang-orang mulai membicarakan Xiang Shui yang menyatakan namanya sebagai Serigala Merah. Sudah 5 kali Xiang Shui menenangkan pertarungan secara berturut-turut hingga banyak orang yang mulai penasaran dengan identitasnya.
Di salah satu bangku penonton, seorang pria muda tampan menatap Xiang Shui dengan kerutan kening.
“Dia meningkatkan ku pada seseorang. Apakah itu dia atau orang lain?” pria muda itu bergumam dalam hati, “aku akan mencari tau sendiri dengan menantangnya.”
Pria muda itu pun melompat ke dalam arena, mendarat tidak jauh di hadapan Xiang Shui.
“Apakah kau masih ingin melanjutkan pertarungan mu di arena?” Pria muda bertanya dengan nada datar.
“Aku hanya tertarik bertarung dengan peserta turnamen dengan taruhan token peserta. Jika kau bukan peserta maka aku sama sekali tidak tertarik,” Xiang Shui menjawab santai.
“Tentu saja aku juga peserta. Jadi apa kau akan menerima tantangan ku?”
__ADS_1
“Aku, Serigala Merah siap bertarung dengan mu!” Xiang Shui memasang kuda-kuda.
“Aku Yang Yin, aku sangat ingin melihat wajah di balik topeng mu itu!”