Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.212 - Wanita Sulit Di Mengerti


__ADS_3

“Lihat di sana!”


Luo Xian Lin menoleh ke belakang di mana Xiang Shin menunjuk. Ia melihat dari jarak yang cukup jauh, sebuah gerbang yang tertutup akar-akar tumbuhan.


Luo Xian Lin berniat berdiri namun kakinya terasa keram tidak bisa di gerakkan.


“Mungkin sebaiknya kita istirahat dulu.”


“Ya kau benar,” Xiang Shin mengangguk pelan.


Dengan kondisi mereka saat ini, jika di dal gerbang itu ada jebakan maka mereka bisa langsung tewas. Jadi lebih baik untuk memulihkan diri terlebih dahulu.


Xiang Shin berbaring sambil mengatur nafasnya, sementara Luo Xian Lin masih duduk bersila selama beberapa menit sebelum mengeluarkan sebuah kotak kecil.


Kotak itu berisi krim obat yang di oleskan pada luka agar bisa mempercepat penyembuhan luka luar. Itu merupakan krim obat yang di gunakan oleh orang-orang biasa.


Luo Xian Lin mengoleskan krim itu di luka pada lengan, pundak, wajah dan kakinya. Ia sebenarnya memiliki banyak luka di badannya namun ia memiliki mengobati luka yang mudah di jangkau terlebih dahulu.


“Apa itu Xian Lin?”


“Ini krim obat yang bisa mempercepat memulihkan luka luar. Biar aku bantu mengobati luka mu.”


“Baiklah jika kau tidak keberatan,” Xiang Shin ingin bangun dan di bantu oleh Luo Xian Lin.


“Kau sudah berkali-kali menyelamatkan nyawa ku, jadi tidak mungkin aku akan keberatan hanya untuk hal sepele seperti ini,” Luo Xian Lin mulai mengoleskan krim obat ke luka-luka di tubuh Xiang Shin.


“Apakah masih ada luka lain?” Luo Xian Lin sudah selesai mengobati luka di lengan, wajah dan kaki Xiang Shin.


Xiang Shin bisa merasakan krim obat itu membuat tubuhnya terasa sejuk dan mengurangi rasa sakit.

__ADS_1


“Ya, punggung dan perut ku mendapatkan banyak luka,” Xiang Shin ingin melepaskan bajunya namun ia masih kesulitan bergerak bebas.


“Biar aku membantu mu.”


“Apakah tidak masalah?”


“Hm.. ya,” Luo Xian Lin sedikit ragu untuk menjawab.


Terlihat wajahnya sedikit merah sebelum membantu Xiang Shin melepaskan bajunya. Luo Xian Lin melihat banyak luka memar dan berdarah di punggung, perut dan dada Xiang Shin.


Luka-luka itu sangat banyak dan parah membuat Luo Xian Lin membuang rasa malunya untuk membantu Xiang Shin mengoleskan obat di setiap luka-lukanya.


Ini pertama kalinya Luo Xian Lin melihat tubuh kekar pria, ia bahkan sesekali mengelus punggung lebar Xiang Shin. Meskipun Xiang Shin menyadarinya, namun ia hanya diam saja.


Ia pernah mengalami hal semacam ini sebelumnya saat di dunia sihir. Di obati oleh seorang gadis Elf yang sesekali mengelus tubuhnya secara diam-diam. Ketika Xiang Shin menyinggung hal itu, ia malah di pukul sampai pingsan.


“Baiklah, sudah selesai.”


“Sebenarnya masih ada beberapa luka lagi.”


“Di bagian mana? Aku rasa tadi sudah mengobati semuanya.”


Xiang Shin menunduk, melihat ke arah di antara kedua pahanya.


“Jangan berpikir terlalu jauh!” Luo Xian Lin langsung menatap tajam Xiang Shin.


“Baiklah aku tidak akan memaksa jika kau memang tidak ingin membantu,” Xiang Shin tertawa kecil, “karena kau tadi telah membantu ku, kali ini biar aku yang membantu mu. Kau belum mengobati punggung dan.. uhuk, ‘bagian depan’ mu kan?”


“Sepertinya hanya tubuh mu saja yang sembuh, otak mu malah semakin rusak,” Luo Xian Lin mendengus kesal, “aku bisa mengobati diri ku sendiri, sekarang lebih baik kau berbalik!”

__ADS_1


“Cih, dasar pelit, padahal aku hanya ingin melihat sedikit saja,” Xiang Shin bergumam pelan sambil membalik badan.


“Aku bisa mendengar perkataan mu! Awas saja jika kau berani mengintip!” Luo Xian Lin ingin melepas bajunya namun terhenti saat melihat ke arah Xuan.


Xuan terus menatap lurus ke depan dengan ekspresi datar. Mata Xuan memang tidak terarah pada dirinya, namun ia merasa tidak nyaman, meskipun ia tau Xuan hanyalah boneka spiritual berbentuk pria.


“Suruh boneka mu ini juga untuk berbalik!”


“Dia hanya boneka, kenapa begitu di permasalahkan.”


“Siapa yang tau kalau mungkin saja dia berbagi penglihatan dengan mu!”


“Hm.. itu sepertinya ide yang bagus.”


Luo Xian Lin ingin sekali melempari Xiang Shin dengan batu. Berbicara dengannya kadang akan menguras emosi.


“Cepat suruh dia berbalik sebelum beberapa batu menghantam kepala mu!”


“Baik-baik, dasar cerewet!” Xiang Shin mengibaskan tangannya, memasukkan Xuan ke dalam cincin dimensi, sekarang kau puas?”


Luo Xian Lin mendengus kesal sebelum melepaskan pakaiannya dan mengobati luka-lukanya. Setelah beberapa menit, Luo Xian Lin selesai mengobati luka-lukanya.


Luo Xian Lin menoleh ke belakang, melihat punggung Xiang Shin yang masih fokus bermeditasi memulihkan diri.


“Dia sama sekali tidak mengintip, apakah aku kurang menarik untuknya?” Luo Xian Lin bergumam dalam hati.


Jika Xiang Shin tau apa yang dipikirkan gadis itu, ia pasti akan berteriak kesal. Jika dia mengintip maka Luo Xian Lin pasti akan marah, namun karena ia tidak melakukannya pun menjadi sebuah kesalahan.


Wanita memang sulit di mengerti.

__ADS_1


__ADS_2