
Xiang Shin dalam sekejap bisa membunuh 3 Tetua Istana Dewa Es.
“Baiklah, siapa berikutnya?”
Pedang Dao Petir!
Saat melihat pedang di tangan Xiang Shin berganti elemen, para petinggi Istana Dewa Es langsung bersiaga, mempersiapkan teknik pertahanan terkuat mereka.
Tubuh Dewa Es!
Tubuh mereka semua seolah berubah menjadi patung es yang sangat keras. Aura dingin yang sangat kuat menyelimuti tubuh mereka, aura itu membentuk wujud raksasa bagaikan Dewa Es yang perkasa.
Di hadapan puluhan sosok raksasa, Xiang Shin masih tetap tenang, menatap mereka dengan datar, sama sekali tidak terlihat merasakan tekanan dalam situasi ini.
Xiang Shin juga bisa merasakan anggota Istana Dewa Es lainnya mulai berdatangan untuk membantu.
“Ingin melawan ku dengan makhluk-makhluk raksasa?” Xiang Shin tersenyum tipis kemudian mengangkat pedangnya.
Seketika Pedang Dao Petir itu membesar hingga ukuran yang beberapa kali lebih besar dari raksasa Dewa Es.
Teknik Pedang Indra! Dewa Halilintar Timur!
Xiang Shin menebaskan pedangnya, mengincar salah satu lawannya.
Tetua itu menahan tebasan tersebut dengan kedua tangan Dewa Es. Sementara yang lainnya bergerak ke arah yang berbeda-beda.
Masing-masing dari mereka menciptakan busur. Anak panah tercipta dari energi dingin saat mereka menarik busur. Mereka secara bersamaan menembak Xiang Shin.
Tapi Xiang Shin sudah melengkungkan ruang hingga arah tembakan panah itu berbelok ke arah yang berbeda. Pada akhirnya tembakan itu menghantam bangunan-bangunan istana yang menyebabkan kehancuran.
__ADS_1
Xiang Shin menekan lebih keras tebasannya, menyebabkan Pedang Dao Petir meledak. Tetua yang menahan pedang itu terkena dampak ledakan kuat tersebut sementara Xiang Shin sudah lebih dulu berteleportasi menjauh.
Pedang Dao Tanah!
Sebuah pedang tanah raksasa tercipta di tangan Xiang Shin dengan ukuran yang sama besarnya dengan Pedang Dao Petir.
Pedang itu memiliki efek gravitasi yang kuat seperti lubang hitam hingga benda-benda di sekitar mulai terangkat.
Satu tebasan dari Xiang Shin menyebabkan ruang pecah. Meskipun tebasan itu tidak mengenai siapa pun, saat pedang menghantam tanah, sebuah lubang hitam tercipta karena tekanan gravitasi yang sangat kuat.
Para petinggi Istana Dewa Es segera menjauh tapi lubang hitam itu dengan cepat meluas, menghisap apa pun yang ada di dekatnya. Salah satu Tetua yang berjarak tidak terlalu jauh mulai terhisap, ia berusaha terbang menjauh tapi gravitasi lubang hitam terlalu kuat.
“Yang Mulia! Tolong aku!!”
Dia berteriak tapi tidak ada yang berani mendekat untuk menyelamatkannya. Bing Huang melepaskan energi dingin yang sangat kuat untuk membekukan lubang hitam.
“Berikutnya!” Xiang Shin mengganti elemen pedangnya.
Pedang Dao Air!
“SERANG!”
Bing Huang menyerang dengan pancaran energi, diikuti oleh yang lainnya.
Lingkaran portal tercipta, semua serangan itu masuk.
“Waspada!” Bing Huang memperingatkan para bawahannya.
Lingkaran portal tercipta di atas salah satu Tetua. Semua serangan itu keluar dari portal tersebut. Tetua yang sudah waspada bergerak menghindari serangan dengan mudah.
__ADS_1
Karena fokusnya yang tertuju untuk menghindari serangan dari lingkaran portal, Tetua itu tidak sadar Xiang Shin sudah berteleportasi ke belakangnya, menancapkan pedang hingga menembus dada.
Pedang Dao Air yang menancap itu menyerap semua kandungan air, bahkan esensi sampai semua energinya terserap sampai kering.
Kini Tetua itu terlihat seperti mayat yang hanya tersisa tulang berlapis kulit.
Pedang Dao Air yang kelebihan energi memancarkan aura yang kuat seolah akan meledak.
Xiang Shin melirik ke arah tertentu, menteleportasikan tubuh Tetua itu ke tempat yang sudah ia tentukan.
*BOOOOMMMM!!
Pedang Dao Air pun meledak dengan sangat keras, membuat guncangan hebat.
Bing Huang dan yang lainnya melebarkan matanya. Tempat ledakan itu terjadi adalah tempat gudang harta Istana berada. Ada banyak sumber daya serta harta berharga lainnya yang tersimpan di sana.
Hati Bing Huang dan yang lainnya rasanya sudah terkoyak. Bagaimana bisa harta sebanyak itu hangus dalam sekejap mata.
“Untuk apa kalian peduli pada harta yang tidak seberapa itu?” Xiang Shin tersenyum mengejek. “Yah, kalian hanya orang miskin jadi wajar jika begitu menyayangkannya.”
Xiang Shin memiliki banyak harta jadi ia tidak berpikir untuk mendapatkan harta apa pun dari Istana Dewa Es.
“Yang terakhir dari Dao 7 Elemen.”
Pedang Dao Cahaya!
Bing Huang sadar Xiang Shin berusaha memprovokasi dirinya agar emosinya tidak stabil dan bertindak ceroboh. Meskipun ia sangat marah saat ini, ia masih bisa mengendalikan dirinya.
“Jika saja kendali ku pada formasi pertahanan Istana masih ada, aku pasti bisa membunuh bocah sialan ini!”
__ADS_1