Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.420 - Syarat


__ADS_3

Xiang Shin menelan ludahnya mendengar apa yang telah Xiang Fei lakukan pada para banteng merah. Kekuatan Xiang Fei terlalu mengerikan, untung saja ia yang menemukannya duluan.


Jika yang menemukan Xiang Fei adalah para iblis maka alam semesta bisa kacau balau olehnya.


“Dengan begini, semua banteng merah sudah di musnahkan!” Xiang Fei membusungkan dadanya dengan bangga.


“Kerja bagus Xiang Fei,” Xiang Shin dengan cepat mengendalikan dirinya dan tersenyum lembut, “sekarang kau bisa menormalkan waktu di tempat ini.”


“Un,” Xiang Fei mengangguk kemudian waktu pun kembali berjalan normal.


Xiang Lan yang baru saja bisa bergerak menoleh ke segala arah dengan ekspresi bingung. Padahal tadi dia di kepung oleh para banteng merah dan hampir terkena serangan tapi kenapa tiba-tiba ia berpindah posisi dan sama sekali tidak melihat keberadaan musuh?


Pandangan Xiang Lan terhenti saat menangkap sosok Xiang Shin.


“Adik Shin!” Xiang Lan cukup terkejut melihat keberadaan Xiang Shin.


“Kakak Lan, kau baik-baik saja?”


“Ya.. di mana banteng merah yang sebelumnya menjabat lawan ku? Aku ingat ini memang tempat kami bertarung tapi kenapa mereka menghilang?”


“Soal mereka kau tidak perlu khawatir, mereka semua sudah musnah.”


“Musnah?” Xiang Lan mengerutkan keningnya, “apa maksud mu? Jangan bilang kau yang melakukannya?”


Xiang Lan tentu sulit percaya karena dirinya saja kesulitan menghadapi mereka yang berjumlah puluhan. Apa lagi Xiang Shin yang memiliki kultivasi rendah.


“Memang bukan aku yang melakukannya.”


Xiang Fei mengintip dari balik tubuh Xiang Shin, memperlihatkan kepalanya untuk menatap Xiang Lan.

__ADS_1


“Siapa gadis kecil itu?” Xiang Lan tentu melihat Xiang Fei.


“Fei’er sudah besar, bukan anak kecil!” Xiang Fei terlihat kesal.


“Ceritanya panjang, tapi singkatnya dia adalah putri ku, namanya Xiang Fei.”


“Putri?” Xiang Lan semakin mengerutkan keningnya.


“Aku tidak sengaja masuk ke dalam sebuah dimensi aneh kemudian menemukan Xiang Fei di dalam sebuah bunga yang baru mekar di tempat itu lalu mengangkatnya sebagai putri ku,” Xiang Shin menjelaskan lewat telepati.


Ia tidak ingin menyinggung masalah Xiang Fei bukan putri kandungnya di depan gadis kecil itu, karena mungkin saja dia akan merasa sedih.


Xiang Lan pun sekarang paham. Awalnya ia ingin marah karena mengira Xiang Shin memiliki hubungan gelap dengan wanita lain lagi kemudian mendapat seorang anak.


“Jadi nama mu Xiang Fei ya,” Xiang Lan berjongkok di depan Xiang Fei sambil tersenyum lembut, “perkenalkan aku Xiang Lan, kau bisa memanggil ku Kakak Lan.”


“Tapi kau adalah saudara ayah Fei’er, jadi bukankah Fei’er harus memanggil bibi?”


“Baiklah, tapi dengan satu syarat.”


“Syarat apa?”


“Aku ingin menyentuh itu lagi!” Xiang Fei menunjuk puncak kembar Xiang Lan.


Setelah merasakan kelembutannya, Xiang Fei jadi ingin menyentuhnya sekali lagi.


“Eeh!” Xiang Lan langsung menutup asetnya lalu menatap tajam Xiang Shin, “Adik Shin, apa saja yang kau ajarkan pada Fei’er?”


“Aku selalu mengajarkan kebaikan dan tata krama,” Xiang Shin sebenarnya juga tidak mengira Xiang Fei akan mengatakan itu, “Fei’er, cepat minta maaf!”

__ADS_1


“Maafkan aku bibi Lan,” Xiang Fei langsung menurut.


Alis Xiang Lan kembali berkedut. Ia jelas kesal nun tidak dapat memperlihatkan kekesalannya di depan gadis kecil imut seperti Xiang Fei.


“Fei’er, jika kau berhenti memanggil ku bibi maka aku akan memberi mu ini,” Xiang Lan mengeluarkan manisan berbentuk beberapa bola kecil yang di tusuk dengan lapisan madu.


“Wah.. apa ini?” Xiang Lan mengusap air liurnya.


“Ini adalah manisan yang aku buat sendiri.”


Xiang Fei berniat mengambilnya namun Xiang Lan langsung menjauhkan manisan tersebut.


“Panggil aku Kakak Lan terlebih dahulu.”


“Kakak Lan,” Xiang Fei berkata cepat.


“Bagus.”


Dengan senyum lebar, Xiang Lan memberikan manisan itu pada Xiang Fei. Gadis kecil itu langsung memakan manisan tersebut dengan ekspresi riang.


“Mudah sekali dia di sogok,” Xiang Shin menghela nafas dalam hati.


“Oh ya Kakak Lan. Di mana saudara Shui? Kenapa kau hanya sendirian di sini?”


“Kami sebelumnya tidak sengaja mengaktifkan sebuah jebakan yang membuat kami semua di teleportasikan secara acak. Aku berada di sini sekarang karena mengambil sebuah benda yang di jaga oleh para banteng merah itu.”


“Benda apa?”


Xiang Lan mengeluarkan sebuah benda bulat sebesar kepalan tangan yang mengeluarkan energi murni yang sangat kuat.

__ADS_1


“Ini adalah Inti Planet yang mengandung energi Dewa. Aku akan menggunakan ini untuk menerobos ke tingkat Demi-God. Jadi aku membutuhkan bantuan mu untuk menjaga ku selama proses kultivasi ku.”


__ADS_2